Daur Ulang

 

“Make a letter to the Mayor and tell about what you just told me” 

Kata pria tua yang bekerja di New Bedford Shawmut Avenue Transfer Station setelah saya mengeluhkan permasalahan sampah yang ada di kompleks perumahan saya. Masalah utama terkait dengan sampah di Temple Landing adalah tidak adanya sistem pilah sampah recycle (trash) dan non-recycle (garbage). Sampah, ketika menggabungkan trash + garbage maka akan menjadi waste. Bagi saya, itu masalah – karena satu kota ini melakukan upaya pilah sampah, kenapa di kompleks kami tidak?

Semenjak pindah ke Temple Landing Oktober 2011 lalu, sudah beberapa kali saya menghubungi pihak Recycling Office New Bedford untuk meminta blue bin (blue bin ini digunakan untuk menaruh sampah khusus daur ulang). Namun si blue bin tak kunjung datang…usut punya usut ternyata truck sampah “ABC Disposal” yang khususoh membawa sampah daur ulang memang tidak melewati daerah perumahan kami. Kalut dan merasa bersalah karena tidak melaksanakan recycle, saya kontak juga pihak manajemen Temple Landing. Jawabannya sangat mengecewakan, mereka memang tidak melakukan program recycle. Saya desak, “kenapa??”. Jawaban yang diberikan pun tidak jelas. Curiganya sih, karena manajemen TL tidak ingin membayar tambahan biaya untuk truk angkut sampah khusus daur ulang. Kalau sampai benar begitu, betapa nistanya si manajemen!

Ketidakberadaan truk angkut sampah daur ulang ini membuat para tetangga semakin hari semakin bertindak konyol. Mereka bukan hanya saja tidak peduli masalah daur ulang, bahkan sering kali melakukan tindakan yang diluar nalar saya, seperti membuang/ memasukkan sofa yang sudah tidak terpakai ke dalam bin sampah. SOFA!!! Dan banyak lagi yang menaruh mainan anak, kasur, kursi, dll.  Memang sih, masyarakat di sini terbiasa membuang barang yang tidak terpakai di curbside (a.k.a pinggir jalan). Bahkan sering ada di craigslist post yang berjudul “Curbside Alert!!”; yang mana gratis dan siapa cepat dia dapat. Tapi tentunya tidak semua orang melakukan itu, sebagaimana tetangga-tetangga kompleks saya ini. Mau gampangnya saja jadi dibuang ke bin gede yang di dalamnya tergabung banyak sampah. Dia gak mikir tuh, kalau pintu binnya terbuka, maka bau sampah akan menyeruak dan menimbulkan bau – membawa banyak binatang, bisa jadi sumber penyakit (walau karena udaranya relatif dingin dan kering, permasalahan yang saya sebutkan di atas tidak terjadi. Tetap saja tapi kan….intinya mereka gak mikir). Si para tetangga juga ga mikir kalo banyak burung yang suka hinggap dan ngoprek sampah. Either burungnya keracunan karena makanin plastik atau burung malah membuat sampah-sampah berserakan.

Truk sampah yang mampir dua kali seminggu ke kompleks rumah. Kalau rumah lain yang bukan bentuk kompleks, biasanya hanya didatangi truk sampah sekali saja dalam seminggu (collection day hanya sekali dan penduduk wajib bawa sampah ke depan rumah masing – masing)

Ah sudahlah.

Singkat cerita, dua Sabtu berturut-turut saya menyempatkan diri mampir ke Recycling transfer stationnya New Bedford di Shawmut Ave. Yang pertama, saya datang sendiri dengan membawa segepok sampah siap daur ulang yang sudah saya simpan dua minggu belakangan (beberapa malah dari setahun terakhir!). Ada card boards (dus bekas popok dan dus amazon), karton sereal, plastik selai kacang, container bekas shampoo, sabun, susu dll. Tempat transfer station ini sungguh membuat saya terkesima. Bukan hanya sangat bersih dan bebas bau, namun juga sangat sistematis dan memudahkan orang yang memang mau drop off sampah daur ulang mereka…! *kemudian saya bermimpi agar di Jakarta dan Bandung bisa punya tempat penampungan sampah yang sedemikian bersihnya, hingga dijadikan landfill*

New Bedford Transfer Station at Shawmut Ave

Karena tempatnya bagus, minggu berikutnya saya bawa sampah daur ulang yang juga telah saya simpan dari lama (botol kaca, baterai, dll). Kali ini saya ajak Ara and kids. Ternyata seorang teman di Clemente Course bekerja untuk Recycling Department NB! Dia takjub melihat saya bela-belain mampir ke transfer station dan nyimpen numpuk sampah demi buat recycle. Saya bilang “I always feel guilty all the time whenever I throw those trashes and dump it with other garbage.”. Saya jelaskan juga permasalahan yang ada di kompleks perumahan saya. Hingga Lynne (si kawan) memberi saya dua blue bin (dia mengusahakan saya agar bisa dapat bin tersebut setelah negosiasi panjang lebar dengan bossnya. Yang mana si bossnya ini adalah orang yang sama yang saya telepon tahun lalu dan tidak memberi saya blue bin, karena dianggap tidak akan digunakan).

Pilah sampah; Tempat pembuangan sampah ini bisa jadi ajang belajar dan rekreasi untuk Azka.
With Lynne  

Menurut Lynne, di dekat Temple Landing ada bin besar yang khusus untuk menaruh sampah daur ulang (dan saya kekeuh bilang: “ga ada!”). Jadi untuk ke depannya, sementara saya akan gunakan blue bin dan menaruhnya di jalanan yang dilewati oleh si truk ABC Disposal atau mencari bin besar yang Lynne maksud dan menuliskan surat ke yang terhormat bapak Mayor agar memaksa pihak manajemen Temple Landing untuk segera menyukseskan program recycle ini.

Semoga diwaro suratnya dan teriring doa semoga para tetangga bisa mulai belajar pilah sampah. Amin.

Dibawah ini tata cara penggunaan blue bin. Kali aja, walau di banyak kota di Indonesia belum melaksanakan recycle, tapi ada baiknya membiasakan diri untuk memilah sampah organik dan non-organik, sampah yang dapat didaur ulang, sampah elektronik, baterai dll. Saya jadi teringat, ketika di kantor saya dulu di Synovate, saya sempat dengan sukarela mengumpulkan sampah baterai selama beberapa bulan kemudian hingga saya resign, saya drop baterai bekas tersebut di kantor WWF. Niat banget ya?

Info:

What Can I Recycle?

METAL CANS

  •  Food and beverage aluminum and tin cans —> Rinse and Clean well
  • No aerosol containers (can be recycled at the Shawmut Avenue Transfer Station) or paint cans

GLASS

  • Includes clear and colored glass food and beverage containers —> Rinse all containers –> Remove caps and lids and discard –> Only paper labels may remain
  • No broken glass, pane glass or light bulbs

#1 through #7 PLASTIC CONTAINERS

  • Includes food and beverage bottles, containers, and jugs, detergent bottles, and shampoo bottles –> Rinse all containers –> Remove caps and lids and discard
  • No styrofoam accepted

PAPER

  • Includes newspaper, magazines, catalogs, office paper, junk mail, phone books, thin cardboard, e.g., cereal boxes and corrugated cardboard (no larger than 2 feet by 3 feet)
  • Flatten all cardboard boxes

Untuk warga New Bedford:

How Do I Recycle?

Recyclables are picked up on your regular garbage day each week. Bins should be set out by 7:00 a.m. (or put it out the night before after 5:00 p.m.).

Place bottles and cans into one bin and paper and cardboard into a separate bin. To request a blue bin, email Marissa.Perez-Dormitzer@newbedford-ma.gov, call (508) 979-1493.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s