Mengitari Matahari ke-36 Kalinya

Senin 31 Agustus lalu usia saya genap 36 tahun. Alhamdulillah.

Hari itu sebetulnya bukan hari yang terlalu menyenangkan buat saya, wkwkw, maksudnya adalah… saya tidak terlalu merasa ulang tahun menjadi sebuah momen yang spesial. Mungkin beberapa tahun terakhir terlalu banyak momen duka yang dilalui, sehingga buat saya perayaan ulang tahun dan ucapan-ucapan dari orang bukan sesuatu yang membuat saya semangat – atau saya nantikan.

Saya coba mengingat-ngingat kembali tanggal 31 Agustus beberapa tahun terakhir: 31 Agustus 2017 diberi surprise sama teman-teman di Pustakalana dan Geng DU (a very lovely surprise party, lengkap dengan nasi kuning dan kue, juga kado personalized hand lettering dari Winda), namun di hari itu juga tepat ketika saya keguguran. 31 Agustus 2018 genap 100 hari Ardha berpulang dan nonton PUNO. 31 Agustus 2019 Ozu dan Ican menikah – cukup momen langka sekali sebetulnya, karena pagi itu terbangun di rumah Kanayakan (sewa semalam untuk pengajian Ozu) dan diberikan surprise sederhana oleh AyBunZuLiDyz PapaAra, Azka, dan Khalif. Bisa jadi itu ulang tahun yang paling berkesan sejauh usia 30+ saya.

31 Agustus 2020 tak ada yang terlalu spesial, namun karena sebulan terakhir saya merasakan kegundahan teramat pada diri (bisa jadi quarter life part two – atau mungkin kehidupan ini sejatinya adalah proses pencarian jati diri secara terus menerus, sehingga galau-galau seperti ini menjadi momen normal saja?) – maka saya merasa perlu mendapat energi dari luar sana dalam bentuk “komplimen” sebagai bentuk afirmasi positif.

Dengan berbekal Googling dan menyarikan 2 artikel, maka dalam postingan di Instagram saya meminta teman-teman yang kenal saya secara pribadi maupun yang mengikuti Instagram saya, sekiranya dapat menuliskan komplimen, apa sih yang mereka pikirkan tentang saya?

Beberapa ucapan dari komen di postingan tersebut cukup membuat saya mengharu-biru, ada sekitar 120-an yang turut menuliskan komen. Dan bukan saja dari komen, tapi juga dari doa di WhatsApp dari beberapa sahabat dan juga tetiba menerima kado surprise dari beberapa sahabat saya. Seneng banget, saya merasa sangat berarti. Terima kasih untuk semua yang sudah membuat saya merasa spesial – bukan saja di hari ulang tahun saya, tapi membuat keberadaan saya di muka bumi jadi begitu berarti.

Saya akan posting beberapa di sini ya, yang akan saya ingat dan saya baca kala saya butuh diingatkan.

Yang pertama pastinya dari Ara – PapaAra kasih sebuah notes di pagi hari, dia tuliskan di notebook saya dengan amat kasual dan serahkan sambil berkata “Ga usah posting di Instagram” wkwkkw.

Selamat ultah Ibu,

Semoga Ibu dikaruniai kesehatan, diberikan petunjuk untuk mengenali diri lebih baik, dibukakan pintu rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka, diberikan kemampuan untuk konsisten dalam menentukan prioritas diri-keluarga-karier/kerja.

Semoga segala sesuatu dapat mendatangkan ketenangan dalam hidup Ibu, dan pelan-pelan menjadi pribadi yang lebih baik secara utuh dan menyeluruh.

Bdg, 31/08/2020

Aradea

Ok Papa, ga aku posting di IG tapi di blog YHAAA x) Ara selama sebelas tahun kami menikah ga pernah kasih kado apa-apa, tapi buat saya keberadaan dia yang masih ada di samping saya hingga saat ini adalah kado terbesar untuk hidupku, Terima kasih papaAra doanya dan sabar hadapi saya yang tiap beberapa minggu sekali galau-galau. Wkwk.

After birthday lunch yang kurang sukses di Delapan Padi, Dipati Ukur uhu – tapi cukup senang menikmati jalanan ini bersama Azka dan Khalif walau sekejap.

Dari Azka, ketika saya tanyakan “Azka, kamu ga siapin hadiah apa-apa untuk Ibu?”, “… Aku berikan Ibu kasih sayang”. UWUWUUWUWU.

Dari Khalif adalah gambar ini:

Saya selalu senang dengan gambar Khalif – yang mungkin super sederhana, but for me he’s very thoughtful.

Di hari itu saya menerima beberapa paket. Pagi hari dari Decha, sahabat saya dari SMA berupa kemeja yang saya banget x) Dechhh, makasiiii. Decha salah satu sahabat yang rutin banget kasih aku kado dari zaman SMA walau kita ga selalu ketemu tiap tahun, tapi somehow dia selalu mengupayakan untuk kirim paket (bahkan sebelum zaman kirim-kirim via kurir JNE, dulu pakai pos aja gitu).

Lalu siangnya ada paket dari Ratie…! Berisi mug, 1 kemeja bermotif lucuuu, dan 1 set piama dari brandnya Ratie yakni @augie.id. Kesemuanya saya sangat suka, dan terutama note yang menyertai dari Ratie:

Semoga lo dimampukan untuk mencapai semua cita-cita mulia lo, diberi juga keseimbangan dalam menjalani hidup dan terus menebar berkah bagi sesama dan semesta. Semoga selalu dikuatkan, disabarkan, diberi hati yang luas untuk selalu melaju dalam hidup dengan segala kerumitan dan cobaanya.

Sorenya ada paket dari Nur! Berisi sebuah buku kardus yang ia bikin sendiri di hari itu UWUWU, kue sus, dan kopi JAJI! Berhubung ga ada yang beliin saya kue (HU emang dasar yaa papaAra dkk tuh haha), kue sus ini merupakan sebuah hiburan sekali. Makasih Nur….!

Lalu datang satu paket lagi dari Anggiet. NGGIETT! Isinya mug, pudding, dan chocolate drink chat-time. Aku suka banget mugnya dan lagi butuh mug banget karena semua mug di rumah tuh rata-rata mug merchandise yang kualitasnya buruk banget x) Jadi udah pada bocel-bocel dengan sablon memudar. So I really love the present dan utamanya it comes from Anggiet yang selalu memberi hadiah-hadiah spesial (tahun lalu aku dikasih Red Velvet Mom’s sama Anggiet). Terima kasih banyak Anggiet, sayangnya untukku.

Perkado-an lain datang hari ini dari Anggia Bonyta – yang tak disangka-sangka sebetulnya haha. Nuhun pisah ih Nggii! Aku dikasih 2 masker dari SMM *TERHARU KARENA PENGEN BANGET PUNYA masker Sejauh tapi mikirrrrr lama mau beli x))

DAN…. KAOS REPLY 1988 dari Bu Okky! YA AMPUNNNNNNNN. Padahal beberapa malam sebelumnya (heck, even 3 weeks before!) aku lagi mikir-mikir mau beli kaos itu di Instagram yang buka PO! Haha, tapi ga kunjung aku beli karena bolak balik mikir apakah ini adalah NEED atau WANT? Wkk.

Kaos Reply 1988 mailaffff, vespa Ardha yang tak kunjung dibawa ke Bandung, dan Khalif si anak yang selalu “Aku sayang sekali sama Ibu ya” dan “Ibu, you’re so cute and soft” (sembari pegang dan cium lengan Ibu hadeeeh, antara seneng dan suka sebel kalo saatnya ga tepat haha)

Terakhir Sabtu kemarin ketika di Jakarta datang 1 paket dari Manna Bakery (bakery sehat gitu), dan hari ini baru saya bisa ketahui siapa pengirimnya… Urfa…! Wuuwuwu. Sweet banget Urfa tuh ya x) Makasi ya Urfa. Juga kado dari Ozu, kaos polkadot bermotifkan Marimekko, sukaa.

Lucu juga, yang pada kirim kado adalah yang berbintang Capricorn (Rati dan Ozu). Aquarius (Nur, Decha), dan Cancer (Anggi, Okky, Urfa) hihi.

Mungkin yang membaca ada yang mikir “Ya gitu aja kadonya?” x)) Semoga ga ada ya, buat saya kado bukan masalah harga sama sekali – tapi dari perhatiannya. Semoga kado ini amat berartiiii, terima kasih Dech, Tibo, Nur, Nggiet, BuOkky, Anggi, Urfa, Ozu…!

Morning quick meeting updates with Nur dan Mita at Roti Selai, Jl. Raden Patah

Ohya, aku mau share beberapa ucapan selamat, buat aku ingat karena aku suka tulisannya dan sayang sama yang menuliskannya juga:

Tahun-tahun kemarin juga sebetulnya amat uwu (apaan sih uwu-uwu muluuu), dari beberapa teman. Tiap tahun pengen disave-save-in tapi ga kunjung terbulatkan tekadnya. Maka tahun ini mau ahh!

Happy birhday dear self, teruslah tumbuh utuh dan menyeluruh. Beri waktu untuk berjeda dan jujur pada diri ya, Chica…! Senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmatNya yang tak mungkin cukup untuk dihitung. You are blessed. You really are.

Btw, kemarin ke Jakarta sebetulnya rada deg-degan, tapi udah ketunda sebulan untuk kunjungi AyBun. Berbekal badan sehat, dan insyaAllah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 maka kami ke Jakarta untuk syukuran Ulang Tahun Pernikahan AyBun ke-38. Ulang Tahunku ke-36, Ulang Tahun Pernikahan Ozu-Ican ke-1, dan Ulang Tahun Gladyz (6 September) ke 23.

Wearing scarf from Anak-anak Intern Psikologi-UI. Thank you kalian bertujuh…!
Di Huizie Trivelli (yang somehow super failed dinner x)) Tapi ya sudahlah pasrah, tempatnya cukup menyenangkan padahal)

Happy 23rd birthday, Gladyz….! Alhamdulillah, kangen terobati dan penuh sukacita pertemuannya.

2 thoughts on “Mengitari Matahari ke-36 Kalinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s