Ramadan dan Lebaran 2020

Mungkin sama seperti yang semua orang rasakan terhadap Ramadan dan Lebaran 1441H atau 2020 – ga pernah terbayangkan saja akan ada skenario dilanda pandemi seperti ini sehingga kegiatan buka bersama, silaturahmi, dan mudik tidak bisa dilakukan.

WhatsApp Image 2020-05-25 at 11.50.35
Eid Mubarak!

Sedikit cerita buat Azka dan Khalif di kemudian hari, dari tahun 2020 (yang so far sungguh membuat lieur):

Ramadan

Ramadan ini saya isi dengan beberapa targetan pada diri, walau seperti biasa di akhir Ramadan tidak sepenuhnya tercapai, dan saya maafkan diri saya oleh karenanya. Targetan semacam: khatam Quran dan rutin ngaji minimal 2 lembar per sholat sudah pasti skip x). Walau cukup bersyukur juga bisa menjaga konsistensi ngaji tiap harinya, taraweh tiap hari berjamaah sama PapaAra dan the kids, juga menjalankan beberapa sholat sunnah yang kalau di waktu/ hari-hari biasa sudah pasti ga mungkin kejadian. Sholat sunnah Fajar misalnya (saya selalu bangun pagi di atas jam 6 – jadi, ya begitulah).

Selama Ramadan juga saya ga pernah menyiapkan sahur x)) Yang menyiapkan adalah Ara. Saya amat bersyukur oleh karenanya, tanpa perlu banyak melakukan koordinasi ternyata hal ini berjalan secara natural. Tentu saja sahur ala rumah kami bisa dibilang super sederhana dan sangat simple. Kami hampir selalu terbangun/ dibangunkan papaAra pukul 03.45 WIB – tapi seringnya baru bener-bener menikmati sajian sahur di pukul 04.05 WIB. Yang tersaji adalah beberapa menu seperti: roti + telur + keju (bakar), nasi + sosis + telur, sisa makanan semalam yang dihangatkan, mie lemonilo (kalau bener-bener udah ga ada makanan apa-apa), roti + selai kacang + meses, sereal dan susu. Gampang khan? Untungnya juga Azka dan Khalif sudah terbiasa dengan sajian serupa dari Ramadan ke Ramadan, jadi mereka ga punya standar harus makan nasi untuk sahur atau makanan tertentu.

Alhamdulillah Ramadan tahun ini Azka puasa full, kecuali 4 hari di mana dia memang sakit. Sementara Khalif full dari awal sampai akhir tanpa kendala dan drama apapun. Ibu bangga dan bersyukur sekali!

Terutama untuk Khalif, anak ini memang bisa dibilang sangat menikmati Ramadan. Dari mulai puasa, ngaji tiap hari (Alhamdulillah sudah Al-Qur’an atas kemauannya untuk iqro tiap sore), tarawih tiap hari (kalau Azka engga, dan kami memang ga memaksa dia untuk ikutan tarawih. Kalau mau ya ikut, kalau cape ya skip aja gapapa), termasuk juga Khalif paling semangat kalau bangun sahur. Pokoknya ga ada kendala apapun selama Ramadan ini untuk bangun motivasi anak-anak.

Ramadan tahun ini di tanggal 7 Mei 2020 juga Azka merayakan ulang tahunnya yang ke-10…! Selamat ya Azkaaaaa, doa Papa dan Ibu selalu menyertai langkahmu. Dia lagi suka banget Harry Potter, jadi kasih wishlist ke Om dan Tante-nya untuk dapat buku HP lengkap. Senangnya bukan kepalang!

Hampers

Di bulan Ramadan selama Corona berkeliaran ini, otomatis sesi bukber ga ada. Penggantinya adalah beberapa kiriman makanan dari teman-teman tersayang. Kirim-kiriman makanan yang saya terima sebetulnya bukan tipe “hampers” yang banyak diperdebatkan akhir-akhir ini, wkwk. Pada ngikutin ga sih?

Sebelum baca thread itu sebetulnya saya pun tergelitik untuk membahas tentang kirim-mengirim hantaran ini. Walau saya sendiri senang banget menerima dan mengirimkan hantaran (kalau ada rezeki maunya sih bisa kirim2x lebih banyak, Aamiin), tapi ternyata memang layer perihal kirim-mengirim ini ada something-somethingnya yang mungkin ga semuanya dapat dianggap sebagai hal yang “positif”. Pembahasan yang saya lakukan di IGS saya ternyata menuai banyak komentar juga, walau ada beberapa yang mungkin ngerasa ga setuju sama poin yang saya simpulkan.

Tapi intinya kalau buatku sih: aku suka dan setuju kirim-kiriman ini, aku suka dan setuju diposting di IGS dan ditag, aku suka dan setuju karena membantu UMKM berkembang, aku suka dan setuju karena salah satu bentuk apresiasi ke teman yang mengirim dan juga kasih rekomendasi buat teman-teman yang mau kirim-kirim juga. Tapi aku ga suka dan ga setuju kalau intensi ngepostnya adalah: pamer dan diikuti dengan paripos-ripos (merepost dari orang yang kita kirim –> karena ini sebetulnya yang kadang diikuti permasalahan julid, riya, dll). Dan memang feature “add to story” di IG tuh membingungkan buat sebagian orang yang ga paham fungsinya.

Aku males bahas lagi di sini wkwkwk, bisa disimak di IGS aku aja yah!

Screen Shot 2020-05-27 at 17.38.31
Pariposripos @chiceniza

Yang jelas di luar pariposripos aku merasa sangat bersyukur punya teman-teman dan kolega yang pada perhatian kasih makan dan hantaran. Hampir setiap sore pasti ada gosend yang datang bawain makanan :”)))

Alhamdulillah banget, cocok dengan aku yang masak mepet-mepet waktu berbuka, jadi kadang suka takjub sendiri ketika ada paket yang datang dan bisa disantap bersama keluarga.

Tukeran!

Biasanya tiap tahun di Pustakalana pasti ada acara buka bersama – ya sudah pasti tahun ini tidak khan yaa. Plus kondisi pervolunteer-an di Lana saat ini juga rada ajaib, karena belum seakrab itu satu sama lain.

WhatsApp Image 2020-05-28 at 19.33.22-4
Ramadan tahun lalu (2019) yang super rame dan heboh!

Sehingga acara bukber daring saya adakan bersama volunteer2x lama yang termaktub dalam grup Keluarga Volunteer.

Seneng banget sih ini sesinya seperti biasa rame dan seruuuu! Thank you Bu Okky dan Patria yang udah arrange semuanyaaaaa dan juga teman-teman volunteer yang sudah menyempatkan bersilaturahmi daring! Menerima kado itu selalu menyenangkan yah, apalagi barang yang sedang dibutuhkan, jadi pas aja gitu nerimanya tepat sasaran x). Ya begitulah tujuan dari acara Tukeran! ini (Tukar menjelang Lebaran).

Makanan Lebaran

Seperti biasa, Lebaran saya ga pernah persiapin masak apa-apa x)))) Sungguh Ibu yang satu ini pemalesan luar biasa kalau sudah berurusan sama keribetan di dapur. Soalnya buatku cape aja sih harus belanja + masak dari scratch + cuci + rapihin rumah dalam satu waktu x’) Aku mengagumi Ibu-ibu lain yang put so much extra on this day to actually cook for the feast and make it really special, in terms of making the house ultra clean, decorate the house with some ornaments, flowers, or simply put new table cloth with nice tableware. Ternyata saya masih jauh dari ibu binangkit terkait dengan hal ini haha.

Jauh-jauh hari (awal Ramadan) saya sudah kontak ke teman baik saya, Anggia Bonyta, yang merupakan pemilik dari Warung Kopi Imah Babaturan, bahwa saya mau pesan makanan (tongseng dkk) ketika nanti H minus sekian Lebaran. Namun saya skip info di IG Imah Babaturan ternyata mereka Open PO Rantang Lebaran!!

Screen Shot 2020-05-27 at 17.51.25
Rantang Lebaran Imah Babaturan – Apa aja isinya? – 2 Porsi OPOR AYAM KAMPUNG, 2 SAMBEL GORENG ATI, 2 Porsi GULE IGA SAPI, 2 Porsi SAMBEL GORENG KRECEK, Ketupat, dan rantang!

Seperti biasa, saya yang suka ga update Instagram ini ketinggalan PO-nya dannnnnn HABIS DONGGGGGG!! Saya baru ngeh di H-3, dan udah ga bisa pesen lagi. Mau nangis sih waktu itu, bingung karena ga siapin Plan-B buat kasih makan keluarga x))) Dan semua katering ga ada yang buka lagi, udah pada closed PO.

Ya udah pasrah aja – walau saya utarakan kondisi ini ke Bunda yang bertanya “Kamu masak apa Chayo?”, dan beliau bilang “Ya udah ntar Bunda urus”. Lahh, wwkw, kok bisa-bisanya Bunda ngurus pesen-pesen, pesen di mana coba??

Rupanya Allah memang sayang sama aku (GR banget, tapi Alhamdulillah Ya Allah). Di H-1 aku dikirimin paket sama IMAH BABATURAN DOOONG! x))) Betapa RIANG gembiranya daku ketika lihat ada paket rantang, ketupat, dan rengginang! Terharuuuuu… Makasiih NGGII!

Dan di hari H, secara tiba-tiba ada 2 paket lagi datang x)) Yang satu dari tetangga sebelah, yakni katering PERFECT10:

Screen Shot 2020-05-27 at 17.58.25
Terima kasih Kang Gamma dan Teh Wida!

Dan yang satu lagi dari Bunda :”) dikirim dari Sejiwa Coffeee (yang ternyata pemiliknya sama dengan yang punya Please Please Please dan menyediakan si paket lebaran ini). ENAK BANGETTTT dan masih panas pas nyampe di rumah menjelang makan siang di hari Lebaran!

WhatsApp Image 2020-05-24 at 13.12.38
Maaf fotonya seadanya. Tapi beneran ini enak semua!

Lebaran ala Physical Distancing

Saya tidak mempersiapkan baju lebaran sama sekali, jadi baju yang dipakai di hari H adalah baju Lebaran 2 tahun lalu (untuk Ara), tahun lalu (untuk saya), dan baju koko ketika pengajian Ozu tahun lalu (anak-anak). Seneng juga sih, karena makin ke sini saya makin ga punya urgensi buat beli baju Lebaran baru – hidup slow fashion! Walau tentu saja kalau nanti saya rasa membutuhkan yang baru mah ya, dinikmati saja.

WhatsApp Image 2020-05-24 at 11.55.16

Di hari Lebaran kami ke rumah Bapak dan Mamah yang memang hanya terpaut 3 menit jarak melangkah x) Alias deket banget rumahnya. Di sana ketemu beberapa saudara lain yang berkunjung dan juga kakak ipar. Semua pakai masker, semua tetap menjaga jarak, dan tak ada kontak fisik. Sementara saya melangsungkan 1 sesi zoom bersama keluarga Akbar – walau agak disayangkan sesi zoom-nya tidak terfasilitasi dengan baik (saya paling gemes kalau sesi zoom tapi ga ada moderator. CHAOS dan ga jelas ga sihh).

Malam Lebaran kami juga berkunjung ke rumah kakak ipar di daerah Ciwaruga. Azka dan Khalif happy banget bisa main ke rumah sepupunya!

WhatsApp Image 2020-05-24 at 21.21.26

It has been Two Years

Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan 2 tahun berpulangnya Ardha – bener-bener ga kerasa ya 2 tahun berlalu. 24 Mei 2018 – 24 Mei 2020. 8 Ramadan 1439 – 8 Ramadan 1441H. 5 Mei 1986 – 5 Mei 2020. Otomatis juga di semua tanggal tersebut saya teringat Ardha – tanggal lahirnya, tanggal berpulang di bulan Ramadan, dan tanggal berpulang dengan kalender Masehi.

WhatsApp Image 2020-05-24 at 17.11.04
We love you. We miss you, Ardha!

Al-Fatihah untuk Ardha, semoga tenang di sisiNya ya Dha. We miss you so much.

Sekian ceritanya dari Lebaran 2020 yang sungguh ajaib ini! Still, I’m very grateful that we’re all in a healthy condition doing all of this long distance silaturahmi.