Lost in Manhattan

This post has been in my draft since November 2014 – I know, it’s that LATE to post something back from 2014. But just today, I looked up some of the pics, and I love how this event reminds me this feeling: 1. lost and confused. 2. warm and acknowledged. Both feelings are exactly opposites to each others, but that’s what I felt.

IMG_9793

Lost and Confused. Thanksgiving 2014 yang lalu saya pergi ke NYC. Tujuan utamanya hanya untuk melihat Macy’s Thanksgiving Parade yang tersohor itu. Tentu ide untuk berjejal-jejalan dengan ribuan manusia lain dan menempuh perjalanan 5 jam ke kota lain hanya untuk menonton sebuah parade tidak masuk dalam akal sehat Ara.

Macy’s Thanksgiving Parade – via adweek.com

Saya memutuskan untuk pergi sendiri saja (as part of my me-time) dengan menggunakan MegaBus langsung dari New Bedford – New York City. Seperti biasa, tiket sudah dipesan dari 3 bulan sebelumnya. Namun pagi hari-H Jam 4.55 AM saya terbangun dan mendapati diri saya ragu-ragu untuk berangkat (walau tas sudah dipacking rapih); as you might notice, I always have this ragu-ragu thing every single time I go by myself – it is part of being a mother I guess. You just naturally feeling guilty when you left your family alone, apalagi untuk kepentingan hura-hura semata. Sementara jam bus akan berangkat ke NYC adalah jam 5.15 AM, yang mana saya harus memutuskan dalam waktu 10 detik sangat cepat: PERGI atau TIDAK. Perjalanan dari rumah ke terminal memakan waktu 7 menit dengan anggapan: jalanan super lancar. Singkat cerita saya berangkat menggunakan taksi ke terminal bus di Fairhaven – dengan hanya ada uang cash $25 dalam saku. Si supir taksi bilang ketika baru 1/4 perjalanan ke terminal bus, bahwa dia belum punya kembalian. Artinya saya harus bayar dengan uang pas. Saat itu saya baru sadar bahwa saya gak bawa debit card, hanya credit card, agak panik juga ke NY 2 hari cuman berbekal $25. Setibanya di terminal bis, argo taksi menunjukan $12, sementara karena saya hanya punya 1 lembar $20 dan $5, maka dengan bergegas saya bilang ke si mbak supir taksi: “Just a minute, I will ask the bus driver for the changes”. Bus saya sudah HAMPIR mau berangkat, karena memang waktu menunjukan jam 5.15 AM; saya bergegas lari ke dalam bus yang sepi dan tidak ada penumpangnya – sang supir menyambut saya dengan “You’re so lucky, I just about to leave in a sec..!”. Saya utarakan maksud saya untuk menukar uang $20 untuk bayar taksi, si supir bus bilang dia tidak punya uang cash sama sekali – makin paniklah saya. “Ok, I will tell the taxi driver first, please wait for me…!”, sedikit bete dia bilang bahwa dia tidak bisa menunggu saya.“I have other passengers, I can’t be late!” ucapnya, saya memelas: “Please, wait for me, only 30 seconds!”, yang ditanggapinya dengan muka datar dan rada kesal. Saya berlari ke arah taksi dan bilang: “I will pay the rest of the fee after I came back from NY” – ucap saya bersungguh-sungguh sambil menyerahkan $5. Artinya saya berhutang $7 ke dia. Supir taksi wanita dengan wajah memelas itu pasrah, “What’s your name?” tanya saya. “Ashley” balasnya singkat, wajahnya gusar. “Listen, I promise. On Saturday, I will pay the rest, Ok? My name is Puti and you know where I live. Happy Thanksgiving..!”. Saya kembali berlari masuk ke dalam bus, duduk dan bisa bernapas lega. Saya satu-satunya penumpang dari New Bedford dan 40 menit kemudian bus tiba di Providence membawa sekian puluh penumpang lainnya untuk dijejalkan di double-decker bus tersebut. Alhamdulillah, 5 jam kemudian bus sampai selamat di Manhattan.

IMG_9770

Setibanya di Manhattan – saya dan ribuan turis dan newyorkers- ikut dalam padatnya kerumunan manusia-manusia lain untuk melihat parade. Saat itu sudah jam 11 AM, artinya parade sudah berlangsung dari Upper West Side Central Park menuju ke Macy’s di 6th Ave. Penjagaan polisi ketat sekali, kami tidak bisa masuk dalam kerumunan massa yang sudah lebih dahulu memadati 6th Ave. Ingin rasanya menangis, karena sudah melalui perjalanan panjang dari New Bedford -plus bawa-bawa ransel gede berisi pakaian untuk bermalam- masa ga dapet view liat paradenya?! Hingga perjuangan detik akhir, saya hanya bisa mendapatkan view seperti ini:

IMG_9761

IMG_9725 IMG_9728 IMG_9732 IMG_9785

Itu pun liat viewnya, sambil berdempetan dan sebagian besar orang udah bersumpah-serapah – karena saling mendorong ada yang ingin maju ke depan, ada yang udah ga kuat lagi jadi menyerah balik berjalan menjauhi keramaian, bener-bener gak kerasa “Thanksgiving”nya di antara kerumunan itu. Saya bahkan gak bisa melihat artis-artis yang (katanya) ada dadah-dadah di parade itu. Huu… Memang benar, enakan liat di TV aja yang beginian, ehehu. Harapannya liat kayak gini – dan memang harus masuk ke dalam gedung atau antre dari jam 6 pagi:

Ya sudahlah ya… Setelah parade itu saya merasa sangattttttt gamang, Kangen banget sama PapaAra, Azka dan Khalif – karena merasa tidak pamit dengan proper. Terbersit niatan (gila) untuk pulang kembali ke New Bedford dengan bus yang jam 2 PM. Tapi karena bolak-balik nyasar mencari tempat tunggu MegaBus (dodol banget orientasi arah saya) yang tidak ada haltenya itu, bus yang jam 2 tak terkejar – dan akhirnya saya memutuskan untuk menikmati apa yang bisa Manhattan tawarkan untuk saya *hadehhh secara ya, udah di NYC gitu*.

IMG_9841 IMG_9836 IMG_9830 IMG_9819 IMG_9816 IMG_9808

IMG_9804 IMG_9810IMG_9773IMG_9794

Memandangi Christmas window display di department store besar NY adalah salah satu kegiatan favorite saya, ini yang di Lord and Taylor:

IMG_9853 IMG_9850 IMG_9846 IMG_9845 Tapi jalan-jalannya beneran random, bahkan saking gak fokusnya (karena ngerasa “homesick”), saya jadi ga mengunjungi Rockefeller Center yang terkenal dengan dekorasi cantiknya untuk menyambut Christmas. Huhu. Kira-kira beginilah penampakannya:

Dan menutup perjalanan di Manhattan hari itu dengan pergi ke Brooklyn, untuk acara Thanksgiving dinner di apartemen Manda. Naik Subway pun ada hiburannya tersendiri, memandangi artworks, orang lalu lalang, street performer, dan poster-poster di Subway:

IMG_9788

IMG_0144 IMG_9857IMG_9861 IMG_9863 IMG_9858

Warm and Acknowledged. Setibanya di Apartemen Manda sudah ada beberapa teman dari kantornya. Sembari menunggu ayam (bukan kalkun – karena Manda sebagai host ingin memasak ayam halal) matang, kami bermain beberapa boardgames dan games yang hanya melibatkan tangan- sederhana tapi serunya keterlaluan, Saya males jelasin secara detail cara mainnya, cuman ini permainan recommended banget buat menggila bersama. I had so much fun with Manda’s friends – yang tidak ada satu pun di antara mereka yang main gadget selama kami berinteraksi – satu-satunya yang foto dokumentasi pun cuman saya. Ohya, Manda ini sesama alumni ITB, tapi dia 6 tahun lebih muda, hee, dan dari jurusan design. Di US dia meneruskan masternya di RISD (semacam ITB-nya untuk design gitu, sangat prestisius). Teman-teman kantor Manda adalah para expat muda arsitek berbakat dan kece, mereka berasal dari Mexico, Lithuania, China, Korea, dan sisanya ada dua teman Manda yang orang Indonesia. Singkatnya saya sempat merasa sedikit minder, karena ketika ditanya oleh mereka, “what do you do?”, saya menjawab seadanya: “I’m a stay at home mom”. Semuanya kaget, karena tebakan mereka, saya masih berusia 23 tahun dan ga ada tampang Ibu-ibu, dengan dua anak pula. Ahaha. Walau berkeluarga dan settle belum masuk dalam cita-cita mereka saat ini, tapi dari percakapan dengan mereka, saya merasa bersyukur: telah menjadi Ibu bagi Azka dan Khalif, dan istri bagi Ara. Saya tidak merasa tertinggal dengan karir saya dan menikmati kegiatan saya sebagai Ibu saat ini. Ya, mungkin akan berbeda kalau kumpul-kumpulnya dengan Ibu-ibu lain yang sudah sama-sama berkeluarga dan sukses secara profesi dan finansial.

IMG_9885 IMG_9905

Apartemen sublet Manda kece sekali – pemiliknya adalah seorang writer yang sedang berada di Dominican Republic untuk mencari inspirasi dalam menulis. Seru ya..! Apartemennya pun penuh karakter, saya suka sekali:

IMG_9913 IMG_9909 IMG_9907

Black Friday. Hari Jumat itu saya tidak punya agenda khusus apa-apa. Hanya ingin sight-seeing dan dengan mengunjungi pusat hipster di New York, yakni di Williamsburg, Brookyln. Kalau ke NY, saya tidak pernah lihat orang-orang kece Newyorkers seperti yang ditampilkan di kebanyakan media, kebanyakan mungkin hanya turis kali yaa yang saya temui. Nah, kalo di beberapa daerah di Brooklyn, memang pusatnya kaum hipster – yaaa, macam para Instagrammer itu lah, hehe. Tapi saya gak berani ambil fotonya, takutnya ada yang tak berkenan. Ini aja saya mau ambil foto si mas-mas berkacamata, rada gak enak, harus pake Manda sebagai bumper model, haha.

IMG_9937IMG_0002 IMG_9994 IMG_0005IMG_9954 IMG_9956 IMG_9960 IMG_9976 IMG_9980 IMG_9981 IMG_9989IMG_9946

Setelah makan pagi dan berkunjung keluar-masuk cuci mata liat barang-barang yang sedang sale Black Friday, toko buku, dan toko vinyl di Williamsburg dan SOHO, kami makan siang di sebuah kedai Jepang yang kecil banget di daerah Greenwich Village. I think that was the best vegetable udon I’ve ever tasted -second to the one that I tried while in Tokyo. Nah, dan di resto ini mereka hanya menerima pembayaran secara cash. Saya mengintip sisa uang di dompet: masih ada $17 – setelah sebelumnya sempat terpakai untuk beli vinyl seharga $2 dan churros mbak-mbak Hispanic di subway $1. Sementara harga udon paling murah: $11, tambah tip $2. Okelah cocok. Saya ikutan pilih yang vegetable karena rekomendasi Manda yang ternyata sangat sholehah: dia hanya makan daging halal – hebat ya? Kadang-kadang malah saya dan Ara ga terlalu memperhatikan hal-hal demikian kalau makan di restoran. Cukup: daging ayam dan sapi anggapannya: halal. Manda juga mengingatkan saya untuk sholat zuhur dan ashar di subway (iya, di tempat duduk sambil nunggu kereta datang) – lagi-lagi membuat saya terkesan dari dia, karena selama ini saya kalau sholat ketika lagi traveling, seringnya dijama aja semua dari zuhur, ashar, maghrib, isya. Suka lupa bahwa Allah memberi keringanan bagi yang sedang dalam perjalanan, untuk bisa sholat di manapun (tentunya tempat yang bersih) dengan tayamum.  Setelah pertemuan dengan Manda, saya dan Ara setiap berpergian ke kota lain, saling mengingatkan untuk sholat di mobil atau di tempat lain yang memungkinkan. Thank you Manda, for the hospitality and reminder for being a better Muslim!

IMG_0137 IMG_0111 IMG_0077 IMG_0056 IMG_0036 IMG_9988IMG_0042IMG_0037IMG_0022IMG_0118IMG_0119IMG_0116

Tempat terakhir sebelum pulang adalah ke The Union Square Holiday Market, atas rekomendasinya Taza. Tidak seseru yang saya bayangkan siihh, walau tetap menyenangkan melihat produk, desain, dan jenis makanan yang dijajakan oleh small company. Yang membuat saya senang karena menemukan beberapa yang Indonesia banget: “Back from Bali” dan ada juga Nuts + Nuts – yang ternyata asli punya orang Indonesia – direct cashews from local farm in Java..! Tapi agak kemahalan buat saya, satu pouch kecil $4.5, hehe. Nanti dulu yaa belinya, foto-foto aja sebagai bagian dari promosi🙂

IMG_0167IMG_0161 IMG_0160 IMG_0153 IMG_0169 IMG_0152IMG_0158 IMG_0145Setelah dari Union Sq Market ini, saya dan Manda sempat mampir belanja ke H&M dan liat-liat di J.Crew dan Antrophologie. Saya berusaha tidak terlalu heboh belanja, walau sale menggila, nyatanya saya berhasil menahan diri hanya dengan membeli baju untuk Azka dan Khalif saja yang memang lagi muraaaaah banget di H&M. Oh well, kini rasa penasaran liat Macy’s parade dan belanja di NYC sudah tidak membuat saya penasaran lagi. Di perjalanan pulang, saya cek keadaan uang cash: masih nyisa $4. Selamat deh, Alhamdulillah. Bye NYC, until we meet again.

2 thoughts on “Lost in Manhattan

  1. Seruuuu sekali! semoga suatu saat bisa ke sana juga. Oya, kalau nanti kamu ke NYC lagi tampaknya seru kalau ketemu Mba Dita (@ditut) sekeluarga..kalian sama-sama ibu kreatif 💛

    1. Thank you Nikee…! InsyaAllah kalian sekeluarga bakal ke sana dan bisa mengeksplor sisi2x kreatif kota ini…! Iyaahh, aku pengen banget bisa ketemu Mamin, udah bilang “mau minta tandatangan kalo ketemu The Neverland family” hehhehe *semoga bisa jumpa beliau sekeluarga*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s