Inside My Head

Semenjak menginjakan kaki di New Bedford, saya punya banyaaaaaaakk sekali ide yang ingin saya realiasikan. Seringnya sih ide tersebut menguap, dan hanya bertahan dalam hitungan hari saja – dan orang yang sering saya kemukakan ide-idenya siapa lagi kalau bukan Ara. Ara sendiri selalu berusaha memberikan pendapatnya sebijak mungkin terhadap gagasan saya dan saya yang selalu menggebu-gebu dalam menyampaikan gagasan-gagasan saya. Terkadang saya menerima feedbacknya dengan legowo, tapi tak bisa dipungkiri juga bahwa terkadang saya merasa seperti tidak didukung (biasanya yang bikin Ara ga mendukung saya, adalah sesuatu yang bakal ada potensi konfliknya besar dengan orang lain).

Ya, saya memang manusia dengan potensi konflik yang sangat sangat besar. Saya sadari betul itu… Dan ini bukan hal yang membuat saya bangga ya, justru seringnya jadi bikin saya refleksi terhadap sifat dan sikap saya yang kadang bikin orang-orang yang bersinggungan dengan saya menjadi tidak nyaman. Biasanya hanya ada dua kemungkinan, si orang yang sudah berkali-kali bersinggungan: akan menjadi sahabat baik saya atau.. jadi “musuh”. Gak musuh sih, cuman ya… you know, menghilang saja masing-masing dari peredaran. Dan sayangnya, yang seperti itu: “hilang dari peredaran” jumlahnya gak sedikit. Sedih juga. In my own defense, I couldn’t please anyone.. Ada yang mungkin terganggu dengan postingan saya di sosial media, tulisan saya di blog, foto-foto saya di Instagram, perkataan saya di Twitter, atau hubungan langsung dari suatu kejadian.

Balik lagi ke topik “banyak ide”, ide-ide saya seringnya tidak terealisasikan karena saya gak punya MOTOR penggerak. Saya ada ide, tapi untuk mewujudkannya saya butuh partner, yang kira-kira sevisi. Nyari partner itu ga gampang… Ditambah dengan faktor “potensi konflik” itu. Tapi Alhamdulillah, untuk beberapa project saya menemukan orang-orang yang saya nyaman (dan semoga mereka juga) untuk bekerjasama.

Dalam tiga tahun belakangan saya terlibat dalam beberapa project, walau progressnya tidak cepat, tapi setidaknya sudah dimulai dan saya menjalani ketiganya dengan bahagia. Bahagia sudah cukup, karena dari ketiga project ini sifatnya masih project sukarela: karena memang ketiganya saya jalani bukan dengan tujuan cari uang, hanya sebatas hobby, menyalurkan energi, ingin berbagi inspirasi, dan ingin berbuat sesuatu yang ada manfaatnya bagi orang lain. Saya merasa apa yang bisa saya kerjakan dengan bermodalkan laptop, saya kerjakan..! Saya selalu percaya quote ini: Bukankah sebaik-baiknya manusia, adalah yang berguna baik masyarakat sekitarnya? I don’t have money, but I have ideas and tools. I use what I have.

1. Books For Indonesia, idenya sudah muncul dari akhir tahun 2010 – dan tidak tahu harus memulai dari mana. Ternyata, sepupu dari kakak ipar saya tinggal di Chicago dan dia merintis gerakan ini bersama beberapa temannya di sekitaran Chicago, Illinois. Saya semangat sekali ngobrol dengan Mba Ira selaku President BFI dan beliau dengan senang hati menerima saya untuk menjadi hub BFI di Southcoast Massachusetts dan Rhode Island. Dalam 2 bulan saya berhasil mengumpulkan 500 buku – yang saya dapatkan dari individual di New Bedford dan sekitarnya. Tapi dari 2014 pertengahan hingga sekarang, dikarena beberapa pendirinya pada merantau ke negara lain – BFI vakum sementara (setidaknya saya belum aktif lagi mencari donatur). Namun buku-buku yang sudah didonasikan oleh perpustaakan, individu, dan organisasi sudah diterima dengan baik di perpustakaan-perpustakaan di berbagai wilayah di Indonesia.

"We’ve received books donation from Books for Indonesia. Thank you very much, we are really appreciate your effort to give good books for our students. We will distribute this books also to our students in Bangkalan, Madura. Attached is picture of our students with the books. Again, thank you very much" Regards, Femmi Tsanita Youth Program Coordinator CCE Indonesia ä Jl. RP Soeroso No. 41, Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, INDONESIA Tel/Fax: 62 21 31907958 ä Mobile: 62 816 1623968 ä PinBB: 261728F7 Website: cce-indonesia.org
“We’ve received books donation from Books for Indonesia. Thank you very much, we are really appreciate your effort to give good books for our students.We will distribute this books also to our students in Bangkalan, Madura. cce-indonesia.org

BFI Team

2. Tweedehands. Ini penyaluran hobby thrifting saya dan adik saya: Ozu. Walau menggarap idenya bareng, yang paling banyak kerja pastinya Ozu ya… Dari styling, pricing, fotografer, editing, tumblr, packaging dan shipping. Tugas saya cuman kebagian upload foto di Instagram aja saat ini. Hiks. Cita-cita besarnya pengen punya toko yang menjual barang-barang vintage di salah satu kota di Indonesia – bisa vintage store, atau thrift store. Either way, selain toko yang profit, kami berdua juga kepengen nantinya bikin suatu badan charity yang menampung barang-barang preloved dari peroangan yang bisa kami distribusikan untuk anak-anak atau keluarga yang membutuhkan di Indonesia. Karena di Indonesia (atau di Jakarta dan Bandung deh, biar ga “Indonesia” banget) seringnya, kalau barang-barang disumbangkan langsung ke Panti Asuhan, walau di luar itu banyak anak dan keluarga yang juga membutuhkan pakaian, mainan, dan yang sifatnya kebutuhan sandang. Yah itu cita-citanya masih agak kejauhan x)

SONY DSC

3. Mamarantau.  Saat ini saya sedang memusatkan fokus saya ke mamarantau – makanya jarang saya sentuh blog pribadi ini, heheu. Yang membuat saya senang dari mamarantau, saya jadi banyak mengenal sosok Ibu-ibu hebat yang sedang merantau. Kebanyakan juga sambil sekolah dan bekerja – sambil urus rumahtangga. So far saya jalani dengan happy, karena ga ada beban apa pun. Ada juga sih yang bikin sedihnya, terutama kalau merasa si Ibu yang diinterview seolah tak tertarik untuk berbagi di mamarantau. Saya pahami betul itu.. Karena gak semua Ibu senang terekspos, gak semuanya juga ada waktu luang untuk nulis panjang-panjang disela waktu sibuk sekolah, mengurus keluarga, dan kesibukan lainnya. Maka dari itu, saya suka terharu sama Ibu-ibu yang bales email saya secara cepat :’) Dan hal lain yang membuat saya terharu, dua hari yang lalu saya baru saja publikasi mamarantau di Path dan Instagram saya.. Sungguh saya tidak mengira, antusiasme terhadap mamarantau ini cukup tinggi. Di Instagram saya, yah.. walau cuman di-like 50 orang siiih, cuman seneng aja dengan komen-komen yang saya terima dari beberapa teman SMA saya, yang saya idolakan😀 Lalu di Path, saya berterimakasih kepada Bikka yang me-repath postingan saya dan di-repath oleh banyak teman (dan circle of friends mereka). Hatur nuhun buat teman-teman yang mendukung, mamarantau masih banyak harus berbenah – karena baru dimulai, dan semangat yang kalian berikan kepada saya, sangat berarti. Terima kasih..!

mamadef6

4. PACE The Family Center. Tahun 2014 saya ditawari menjadi tutor di 2 playgroup di New Bedford. Walau saya pengen banget, tapi rasanya kalau kerja illegal ga tenang – mengurus visa F2 ke visa kerja butuh effort cukup tinggi, dan harus ada biaya sponsor dll. Saya putuskan, saya mau volunteer aja saja sebelum mikir kerja dll. Tugas saya mendampingi fasilitator pada acara playgroup Family Center setiap hari Selasa dan Rabu, serta membenahi penataan dan mengumpulkan pakaian-pakaian bagi anak-anak dan keluarga yang kurang mampu di New Bedford melalui program Clothes Clothing dari PACE Family Center. Selain itu saya juga bertindak sebagai admin sosial media untuk Family Center. FC3

STAYANDLEARN

Well, ada dua project yang saya ingin sekali realisasikan. Udah sempet ketemu partnernya juga, yang mana teman baik saya semasa TK dan di Pulomas dulu. Sayangnya demi kebaikan bersama, project ini ditunda dulu – sampai waktu yang belum ditentukan. Tapi moga-moga kalau waktunya pas, saya bisa mewujudkannya, ada yang bisa menebak, apakah “milk and kisses” itu? hehe.

MK1

10 thoughts on “Inside My Head

    1. Hi Erina…! Thank you apresiasinya..! Dan udah follow mamarantau juga🙂 Nanti mau ya diinterview buat sharing ttg kehidupan di kotamu! (SF ya?). Aku suka deh bahasan tentang visa L-1 dll itu, lengkap banget..!

      1. Sure, my pleasure ! Feel free to contact me. Aku tinggal di CA, tepatnya di Irvine, Orange County. Aku seneng akhirnya ada tempat yang bisa jadi source informasi🙂 Keep up the good work

    1. Arnintaaa…Thank you, walau masih berjalan seadanya, dinikmati saja yang bisa dikerjakan lah yaa x) Asikk ada yang nunggu postingan, nantikan yaa..! *tunggu mood tea, ahaha*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s