#5 Main Yuk!: Play with Alika

I used to work, now enjoy being a stay at home mom with one little cheeky girl. Begitu Fenny menuliskan bio profilenya di akun Instagramnya: @fennymasudah. Melihat sekilas aktivitas Alika (2 tahun 6 bulan) yang disiapkan oleh Fenny, saya merasa rendah diri – sekaligus terinspirasi tentunya. Sebagai sesama Ibu yang tinggal di perantauan, saya bisa merasakan susahnya membagi waktu dan energi, agar: urusan anak, suami, rumah tangga, dan aktualisasi diri bisa berjalan beriringan dan tidak ada yang keteteran. Sehingga saya sangat kagum dengan kreatifitas dan energi Fenny yang bisa memfasilitasi Alika setiap harinya dalam mendukung fase tumbuh-kembangnya.

Hi Fenny..! Interview ini akan sangat panjang, hehe, sebelumnya bisa ceritakan tentang dirimu dan keluarga?

Nama saya Fenny Masudah, anak pertama dari 3 bersaudara, hobby saya masak makanan Indonesia, belanja, menggemari dunia fashion, menari dan suka anak kecil. Saya sendiri lulusan S1 jurusan Manajemen Pemasaran di Universitas Negeri Jakarta,  setelah lulus kuliah saya bekerja di salah satu perusahaan outsourcing di Melbourne, Australia sebagai staf marketing hingga menjadi Marketing Coordinator -posisi terakhir sebelum melahirkan. Selama di Melbourne, selain bekerja saya mengambil kuliah-kuliah pendek mungkin hitungannya setara diploma 2 atau 3 di Indonesia yang mendukung dengan pekerjaan saya.  Saat ini saya dan Ramanda (suami) sudah tinggal di Melbourne selama kurang lebih 9 tahun – yang bermula dari sponsor perusahaan untuk bekerja sampai akhirnya kami memutuskan untuk mengambil permanent resident. Kami berencana untuk berkeluarga dan membesarkan anak-anak kami di Melbourne.

Wah, senangnya..! Nah, pada beberapa postingan Main Yuk! terdahulu, kebanyakan permainan di rumah adalah untuk anak usia 18 bulan ke atas. Aku lihat Fenny sudah mulai posting aktivitas bermain dengan Alika dari dia masih 0 tahun, apakah Fenny bisa sharing untuk Ibu-ibu yang punya anak di bawah usia 1 tahun mengenai aktivitas bermain dengan bayi? 

Sosialisasi dengan Alika ketika dia masih bayi adalah dengan tummy time dan baby gym dengan menggunakan play mat warna warni, suara-suara, cahaya, cermin, mainan soft toys dari berbagai bahan untuk mengenalkan tekstur sejak dini,  mainan-mainan edukatif  seperti basic puzzle, learning alphabets, basic warna dan lain sebagainaya yang berbahan safe untuk bayi dimana saat itu saya belum sempat membuat jadi masih membeli, memperkenalkan buku-buku dimulai dari soft book, bath book sampai dengan yang hardcover.   Selain itu dia saya ikut sertakan dalam mom’s group, yakni kumpulan ibu-ibu yang mempunyai anak pertama yang tinggalnya berdekatan.  Di sana, alika belajar bersosialisasi dan bermain bersama sama dari bayi lain.

image1 (4)
Mengenalkan spring melalui kegiatan menempel cupcake casing sebagai flowers, daun2 dan ranting2 di contact paper. Selain itu mengenalkan warna, tekstur dari object natural serta mengembangkan imajinasi dan fine motor skill nya
image1 (3)
Finger painting using homemade paints

Untuk permainan sensory ketika dia sudah sudah belajar makan full yaitu sekitar 6 bulan.  Sekitar 7 bulan dia sudah saya berikan potongan-potangan makanan kukus, buah-buah yang lembut dari situ dia bisa merasakan sensasi dari buah dingin, es batu, ubi hangat, yogurt yang cair. Seperkembangannya, saya berikan potongan kukusan daging yang diiris tipis-tipis, toast jadi dia bisa merasakan tekstur yang kasar, solid dan agak keras. Terkadang saya bawa ke pantai dan taman sehingga dia bisa merasakan tekstur alami dari pasir dan rumput-rumputan.  Setelah usia 9 bulan saya masukan dia ke Minimaestro dimana dia belajar untuk bermain musik, selain bersosialisasi untuk mengembangkan otaknya melalui musik.  Mulai main dengan diy toys seperti homemade playdough sekitar umur 12 bulan dan saya juga sudah memasuki Montessori parent and toddler.

Acara perkenalan dengan makanan padat memang seru ya..! Sepertinya Alika juga menggunakan Baby Led Weaning kalo dari penjabaran Fenny di atas. Dan acara sosialisasi, sama seperti di kota-kota Amerika Serikat kebanyakan memang terasa lebih mudah aksesnya, karena bisa dipastikan di setiap perpustakaan, dan komunitas-komunitas Ibu lain terdapat acara playgroup serupa (dan gratis). 

Sesama ibu perantauan, aku kagum dengan kegiatan-kegiatan Alika di rumah (maupun di luar, seperti balet, renang dan Early Learning Montessori school) dan juga dirimu yang ada waktu untuk mempersiapkan (dan membereskan setelahnya, hehe). Apakah ada waktu khusus untuk mempersiapkan permainan untuk Alika?

Waktu khusus tidak ada, prinsipnya tidur lebih telat bangun lebih pagi😛  Di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah atau ketika dia sedang tidur siang saya memikirkan aktivitas-aktivitas apa saja untuk alika, saya catat lalu kumpulkan barang-barang karena saya berusaha untuk memberikan permainan baru setiap harinya.  Malam atau paginya sebelum dia bangun mainan tersebut sudah siap.  Sistem aktivitas saya kebetulan mengikuti sistem Montessori semua di display di meja satu persatu, dia memilih apa yang dia ingin mainkan dan ketika bermain harus dibalikan kembali ke tempat semula jadi lumayan terbantukan.   Terkecuali seperti permainan sensory yang mengunakan air atau tepung terkadang berceceran di lantai saya perlu membersihkan dan saya libatkan dia juga untuk membersihkan untuk sebagai part of practical life activity.

IMG_7916
Practical life activity: Snack time saya hanya kasih semangkuk strawberry di meja aktivitasnya plus pisau keju yg tumpul dan tong, Alika tinggal memotong buah strawberry sendiri dan memindahkan buah tersebut ke mangkuknya
Have a picnic in our backyard sambil makan kue belajar menggitung dan juga belajar tuang air as well as cutting wooden cake as part of bilateral fine motor skill development.
Have a picnic in our backyard sambil makan kue belajar menggitung dan juga belajar tuang air as well as cutting wooden cake as part of bilateral fine motor skill development.

Semua sensory bins Alika sangat menarik..! Dan sepertinya Fenny ada banyak kegiatan untuk melatih fine motor skill: Bisa ceritakan manfaat dari aktivitas bermain dengan sensory bins, tracing, gunting, peg exercise, dll.  

Saya coba memberikan sedikit informasi mengenai manfaat dari permainan sensory bins karena  dari 1-3 tahun merupakan masa dimana mereka menyerap ilmu melalui pengalaman-pengalaman sensory, dan 2.5 -6 tahun masa peneguhan sensori, jadi kalau kita berusaha terus memberikan permainan sensoris dimasa ini dapat mengembangkan intelektual dan kognitif pada anak serta merangsang motorik halus mereka dan manfaat lainnya seperti dibawah ini : 

  • Perkembangan indera dari perasa sampai dengan penciuman, seperti dapat membedakan halus-kasar, lembut-keras dan sebagainya
  • Perkembangan bahasa, dimana dengan memberikan benda atau objek baru di dalam permainan ini dapat menambah kosa kata mereka, tidak hanya itu kita bisa juga menambahkan objek-objek yang mengarah kepada pembelajaran huruf-huruf
  • Pengetahuan akan dasar ilmiah – sebab akibat
  • Perkembangan dalam berhitung apabila kita memasukan media-media di dalam permainan sensory bins yang berkaitan dengan angka-angka maupun berhitung
  • Perkembangan sosio dan emosional anak seperti menumbuhkan rasa percaya diri, inisiatif, memecahkan masalah dan sebagainya
  • Meningkatkan kreativitas si anak, karena sensory bins merupakan permainan yang bebas, tidak terbatas dan tidak ada penyelesaiannya disini anak bebas bermain dengan daya imajinasi mereka tanpa harus menyelesaikan atau memberikan hasil akhir seperti permainan puzzle.
2014-10-27-191851_1600x900_scrot
Learns about monkey and apes
2014-10-27-192756_1600x900_scrot
Learn about polar animals – using ice cubes, food coloring based water

Selain itu Alika sangat menyukai permainan sensory bins makanya saya sering sekali memberikan kepada dia, karena metode ini anak akan lebih belajar dari apa yang mereka sukai🙂.  Sebelumnya, aktivitas menggunakan gunting dan tracing adalah salah satu favorite Alika; dia suka sekali tracing menggunakan benang wool dan jarum plastik dia membentuk jaring-jaring seperti sarang laba-laba, tracing sambil membuat roncean kalung dari pasta, sedotan atau cupcake casing. Selanjutnya, baru dia menyukai pegs dan gunting.  Manfaat dari aktivitas seperti tracing, bermain dengan gunting dan pegs yaitu mengembangkan motorik halus, mengkuatkan otot-otot jari dan tangan mereka,  melatih memegang gunting dengan posisi jari yang benar serta melatih jari dan tangan mereka memegang posisi pensil dan menulis dengan benar ketika mereka sudah mulai belajar menulis nantinya.

2014-10-27-191917_1600x900_scrot
Today’s about shapes – i made shape penguins and fishes. She should feed a penguin a fish and match them by a shape. For more interesting i combine this activity with sensory bin which i put some shredded paper, blue gems, cotton balls, gator tong, and her cartoon image as zookeeper
FullSizeRender (1)
Membedakan hewan berdasarkan tempat kehidupan melalui sensory bin activity
Shadow puppet show based on one of alika's favourite nursery rhymes "hey diddle diddle" i made the main 6 characters from diddle song (cat, dog, moon, spoon, violin and dish) and also the cardboard mini theatre
Shadow puppet show based on one of alika’s favourite nursery rhymes “hey diddle diddle” i made the main 6 characters from diddle song (cat, dog, moon, spoon, violin and dish) and also the cardboard mini theatre
image3
Belajar mengenal shape melalui sensory bin dan inserting activity

Well-explained..! Fenny sering merujuk pada aktivitas bermain ala Montessori, bisa ceritakan tentang metode ini? Dan apakah ada buku yang bisa dijadikan rujukan bagi Ibu lain untuk mempelajari tentang Montessori? Aku pernah baca buku The Discovery of the Child dan Maria Montessori – The Montessori Method – tapi mungkin Fenny ada buku rujukan lain.

Iya, saya memang suka sekali dengan metode dan konsep Montessori, jadi saya terapkan beberapa metode-metodenya untuk aktivitas alika (salah satunya aktivitas sensory di atas).  Saya sebenarnya bukan expert atau guru dari sekolah Montessori, jadi kalau ditanya manfaat saya hanya tahu bagian luarnya saja ☺ kebetulan saya sering membaca buku-buku, blog, teman yang berprofesi guru dan sekolah Montessori yang ada di Melbourne.  Walau demikian, saya tidak sepenuhnya memakai metode ini, saya selalu sesuaikan dengan keahlian dan kapasitas si anak. Selain Montessori saya juga suka metode dari  Reggio Emilia dan Waldorf Steiner.

Beside montessori I also inspire Steiner's philosophy so today i made an activity using a few things from his concept. I provided alika with wooden chips and sticks, some australian's native plants, shells, pines and dried seeds. I also made people and a kookaburra (australian native bird) from those materials. She can do whatever she wants, she can build a house from wooden chips and sticks, leaves etc. This activity is not only encourages her creating, exploring, imagining something but also teaching her about the Creator who made all of those and appreciate people and natures.
Beside montessori I also inspire Steiner’s philosophy so today i made an activity using a few things from his concept. I provided alika with wooden chips and sticks, some australian’s native plants, shells, pines and dried seeds.
She was making flowers from rounded chips, and starting with the story that butterfly was eating the flowers and leaves, and the ballerina is dancing around the garden. She was also doing gardening and mentioning each name of flowers and leaves. Reggio Emillia-inspired activity.
She was making flowers from rounded chips, and starting with the story that butterfly was eating the flowers and leaves, and the ballerina is dancing around the garden. She was also doing gardening and mentioning each name of flowers and leaves. Reggio Emillia-inspired activity.

Lagi-lagi saya bukan expert nih, saya cuma memberikan informasi yang saya tahu saja yah😛;  Montessori diciptakan oleh Dr. Maria Montessori.  Sistem ini mempunyai prinsip dasar yaitu memandang anak apa adanya dan menciptakan lingkungan yang memberikan penyaluran potensial tertinggi anak (fisik, spiritual, emotional dan intelektual). Tujuan model pendidikan Montessori yaitu ada di dalam diri anak tersebut dan rancangan bangunan individu setiap manusia harus dibiarkan berkembang (ini yang saya suka dari konsep mereka membebaskan memberikan kebebasan tetapi tetap pada jalurnya). Ada 2 pendekatan yang digunakan dalam metode Montessori untuk membantu perkembangan anak dalam lingkungan yaitu : Sensitive periods dan Absorbent mind (bisa dibaca dibuku-buku Montessori, menarik lho setiap detailnya mengenai 2 pendekatan ini). Sistem pembelajaran metode Montessori menekankan 5 area yang menjadi pusat pelatihan di sekolah-sekolah Montessori yaitu practical life, sensorial life, cultural activities, language art dan mathematics.

2014-10-27-194343_1600x900_scrot
Run alika run! Today she made some flowers from cupcake casings and wooden sticks, and i utilised those for playing outdoor activity with gardening theme. The story is alika the gardener who loves running. first she should put soil using scissor scoop then continue to insert the number of flowers according to number listed on the plastic cup, but she should run and pick the flower first before inserting it one by one to to each pot.
2014-10-27-192824_1600x900_scrot
Our sensory activity before she goes to nap. She has to sort which item is soft and hard, i explained her first about soft and hard and sorting trays. she tried by squishing each item, she put the dino in hard tray then continue picking other one. This activity encourages skills like making decision, solving problem, language, observation, practical life, gross motor skills.
2014-10-27-192907_1600x900_scrot
Gardening time! She was putting the seed, soil and putting the alphabet flowers in order (her name) into pots as well as saying the letter. She was spraying the flower as per my instruction eg spray A flower she would do. At the end she was spraying all flowers

Beberapa praktis yang di terapkan di kelas Montessori (berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya melalui sekolah alika)

  • Menekankan pada kemandirian, kebebasan dengan batasan tertentu, dan menghargai perkembangan anak sebagai individu yang unik.
  • Mixed ages group dimana mencampur usia anak 3 tahun sampai 6 tahun dalam satu kelas.  Mereka menerapkan metode dimana anak-anak yang usia lebih muda akan belajar dari anak yang usianya lebih tua, karena mereka percaya  ada hubungan kerja sama dan saling mengisi antara anak-anak yang lebih muda dengan yang lebih tua.
  • Murid boleh memilih kegiatannya sendiri, yang sudah dirancang untuk rentang usianya.
  • Guru tidak memberi instruksi, tidak seperti pada umumnya sekolah, mereka hanya sebagai fasilitator ketika si anak muridnya bertanya
  • Memberikan fasilitas ruang lingkup belajar dengan mengikuti gerak fisik yang dibutuhkan si anak dimulai dari peletakan bahan-bahan pelajaran atau aktivitas diletakan di rak dimulai dari bagian bawah sampai atas, membuat fasilitas sesuai dengan ukuran badan anak-anak pada umumnya seperti toilet, dapur, rak piring, meja makan, tombol lampu, wastafel dan lain sebagainya.  Metode ini untuk menerapkan kedisplinan dan kemandirian pada diri anak sejak dini.
  • Tidak ada sistem nilai atau rangking

Buku buku Montessori yang patut dibaca kalau memang suka dengan konsep ini: The Absorbent Mind – Maria Montessori, How to Rise the Amazing Child the Montessori Way, Understanding the Human Being, Teach Me to Do it Myself , The Secret of Childhood by Maria Montessori, Montessori from the Start -Paula Lillard. So far ini yang sudah dibaca sebenarnya masih banyak lagi🙂

Menarik sekali ya metode Montessori. Aku sendiri sekarang jadi penasaran dengan metode Waldorf dan Reggio Emilia – setelah seorang sahabat sempat kuliah di Aussie dan mempelajari tentang kedua metode ini. Baiklah, next question, apakah ada Web khusus atau blog yang Fenny rekomendasikan untuk Ibu lain -dalam mempersiapkan akttifitas untuk Alika?

Ada banyak sekali yang blog – blog yang menjadi inspirasi aktivitas Alika: The Imagination Tree, 1+1+1 =1, Living Montessori, How We Montessori, Daily Montessori, SAHM Survival Guide, dan blog teman saya Busy Little Bunnies. Kebetulan saya mengisi beberapa artikel di media online Australia http://samara.kopitoebruk.com/ dan di Media Online Indonesia http://theurbanmama.com/. Alternatif lain, adalah Pinterest dan Instagram is my favourite source, selain mencari aktivitas,  juga dapat “bertemu” dengan teman-teman yang mempunyai hobby yang sama. Saya kagum sama ibu-ibu di Instagram, mereka sangat kreatif banget – masing-masing aktivitas mempunyai karakter yang berbeda. Jempol besar buat ibu-ibu yang aku follow (dan yang belum di follow)…! 

IMG_7822

Alika membuat aliens yang sudah dibuat patternya oleh suami, alika tinggal menempel mata2 sesuai dgn jumlah angka tertera di badan aliens lalu sematkan badan monster dgn paper clips ke wooden stick dengan mencocokan warna yg sama juga. Belajar berhitung dan pengingat warna sambil bermain 😄
Alika membuat aliens yang sudah dibuat patternya oleh suami, alika tinggal menempel mata2 sesuai dgn jumlah angka tertera di badan aliens lalu sematkan badan monster dgn paper clips ke wooden stick dengan mencocokan warna yg sama juga. Belajar berhitung dan pengingat warna sambil bermain 😄
IMG_7585
Alika memilih order cupcake sendiri spt digambar memilih order no2 Pengenalan bentuk bangunan dan belajar counting one to one correspondence, color recognition

Fenny dulu sempat bekerja, what things do you miss from your job? What things do you love – right now, for being stay at home mom? And what’s the hardest thing to be a mama in abroad?

Yang saya kangen dari pekerjaan adalah masa-masa sibuk seperti bikin produk baru diburu dengan date line yang ketat harus lembur, momen bekerjasama dengan team yang membuat saya kangen, selain itu yang paling kangen mengkoordinasi event kantor, kemudian ikut seminar-seminar atau event dari relasi atau supplier, senangnya karena saya bisa bertemu dengan orang-orang baru dan mendapat ilmu baru, pada dasarnya saya suka mingle kali yah😛.

What I love today rasanya klise tapi yang membuat saya bahagia yaitu become a full time mom dimana hari-hari saya ditemani dia (Alika), selain suami lebih beragam warnanya, apalagi setiap saat Alika selalu bilang I love you mama, I miss you mama, dihujanin ciuman, kalau saya masak “hmm yummy mama”, ini anugerah dari Tuhan yang indah sekali, rasa bersyukur dan bahagia tidak bisa bisa melalui kata-kata.  Apalagi kalau melihat perkembangan dia membuat saya tambah takjub dan selalu bersyukur  diberi kesempatan untuk merawat dan mendidik dia setiap harinya.

IMG_5876

Hardest thing to live far from family Paling susah kalau saya sakit, terus Alika sakit juga. Di mana mengharuskan badan saya yang lemas lunglai harus tetap siaga menjaga Alika, belum urusan pekerjaan rumah yang tidak bisa ditinggal, semetara badan saya sudah tidak kuat, walaupun ada suami yang membantu dimasa seperti ini, tetap terkadang saat seperti ini terlintas di pikiran saya rasa sedih pingin adanya orang tua atau pulang dulu sebentar ke Indonesia (coba ada pintu Doremon yah ☺).

image1 (5)
Playing with Light table- matching games with transparent paper
, I wrote an initial letter into each coin, so she need to put the right initial letter belong to each animal. She loves it and asking more animals
I wrote an initial letter into each coin, so she need to put the right initial letter belong to each animal. She loves it and asking more animals

Huhuhu… I feel you Fenny. Aku pernah ada waktu-waktu seperti itu juga (sakit dan saat setelah melahirkan, dan tidak ada keluarga), tapi saat seperti itu menjadikan keluarga kita makin kompak dan mental kita semakin kuat ya.. ! Nantinya, akan ada rencana kembali bekerja kah? 

Untuk saat ini saya belum memikirkan untuk balik kerja, saya lagi menikmati profesi menjadi ibu rumah tangga, ternyata rasanya nano nano penuh dengan kejutan yang indah dan berbeda setiap harinya😛 Kalau untuk balik kerja mungkin kalau Alika sudah sekolah tingkat pertama (SMP), saya mulai memikirkan mencari pekerjaan hanya untuk mengisi waktu luang ketika dia bersekolah. Mungkin saya bekerja part time atau casual atau bisa juga saya usaha online (tapi kalau ada adiknya yang kedua dan ketiga mungkin ditunda lagi :P).

_________________________________

Hahaha.. Amin, amin, semoga ada rezeki untuk tambah anak, energi dan usia panjang untuk merealisasikan mimpi-mimpi ya Fen. Meanwhile, keep posting Alika’s activities, she’s so lucky to have a very caring, creative, and thoughtful Mom and Dad like you both…! Terima kasih atas penjabarannya tentang metoda dan manfaat bermain, juga tentang Montessori. Semoga postingan ini bermanfaat bagi para ortu dan calon ortu, bahwa dalam acara bermain dengan anak bukan hanya sekedar membentuk dengan playdough, menggunting – tempel prakarya, acak-acak tray makanan, tuang beras warna-warni – tapi manfaat besar dari semua itu: bahwa dalam tahapan awal kehidupan seorang anak, mereka belajar, berimajinasi, menambah kosakata dari kegiatan floor time, meningkatkan curiosity dengan mengajak bermain eksperimen sederhana, meningkatkan kemampuan motorik halus yang dapat membantu mereka menjadi pembelajar ( mengembangkan skill menulis, membaca, fokus, disiplin, dll) lebih baik di kemudian hari, kemampuan motorik kasar yang membuat mereka lebih aktif bergerak: dari mulai terstimulus merangkak, berjalan, lari lempar-tangkap, keseimbangan, dan bergerak…! Jangan sampai anak-anak kita disebut sebagai “Generasi nunduk” karena kebanyakan nunduk bermain gadget – Main Yuuuuuk..!

2 thoughts on “#5 Main Yuk!: Play with Alika

  1. Like this! IG @fennymasudah bener2 menginspirasi dari sisi ide, kreatifitas, kedisiplinan dan ketelatenannya nerapin metode montessori untuk Alika. Two thumbs up to Fenny and to you too Chica….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s