Ayo Bermain…!

“Children learn as they play. Most importantly, in play children learn how to learn.” ~ O. Fred Donaldson (martial arts master)

Sebagai Ibu Profesional (ciee) dengan 24/7 bersama anak-anak (I knowww… crazy right? Haha), saya merasa selalu butuh IDE setiap harinya: “Mau main apa besok?”, “Mau berkegiatan apa?”, “Mau belajar apa?”. Setelah seharian lelah (dan happy) bermain dengan anak-anak, melakukan pekerjaan rumah tangga, waktu malam pun terkadang menghabiskan satu-dua jam di depan komputer untuk mencari inspirasi aktifitas dengan anak: life-time skill, buku, permainan, prakarya,  kegiatan yang bisa dilakukan dalam dan luar rumah, resep yang bisa dimasak bareng, dll.

Terkadang yang saya cari dan idenya menarik, belum tentu saya lakukan, malah ujung-ujungnya mengandalkan kreatifitas diri sendiri saja (which always work), karena dalam berkegiatan dengan anak yang satu, tidak bisa disamakan dengan anak lainnya. Di blog Ibu lain, ada yang anaknya anteng banget mewarnai (rapih pula), anteng banget main lem dan tempel gambar, ada juga yang lebih senang bermain bola, sepeda, dll. Tapi nyatanya tidak semua anak suka melakukan kegiatan mewarnai, dan lebih memilih kegiatan baca dan bernyanyi, atau main petak umpet, misalnya. Hal seperti ini yang membuat saya tidak kunjung selesai bikin “Kurikulum” belajar di rumah, kadang yang sudah saya siapkan, mereka tak tertarik untuk melakukannya. Sehingga setiap hari, petualangannya berbeda, yang ingin di pelajari berbeda, singkat cerita: spontanitas sangat diperlukan dalam berkreasi dengan anak…!

The most effective kind of education is that a child should play amongst lovely things.” ~ Plato (Greek philosopher)

Dan seperti yang kita ketahui, anak-anak belajar dengan cara bermain. Dan bagi saya, anak-anak itu tidak butuh mainan super mahal dan megah bagi mereka untuk bahagia, ini yang saya pelajari setiap kali kami bermain playdough, meniup bubble, atau ketika Abang UPS datang membawa kiriman barang dari Amazon dengan boks yang cukup besar, wih… Azka dan Khalif bisa sejam anteng main dengan boks tersebut. Bagi mereka yang sedang rajin-rajinnya berimajinasi, boks itu adalah mobil balap, pesawat ulang alik, hot air balloon, mobil damkar, rumah, dll. Selain itu, bukan barang mahalnya yang membuat anak senang, melainkan: orang-orang yang disayangi mereka bermain bersama mereka: merakit track kereta api, merakit lego, membangun blok, membaca buku dan bernyanyi, dll.

“Go and play. Run around. Build something. Break something. Climb a tree. Get dirty. Get in some trouble. Have some fun.”  ― BromThe Child Thief

Saya akan berbagi beberapa jenis permainan dalam rumah yang akhir-akhir ini kami mainkan bersama. Permainan sederhana kok, tidak butuh skill menggambar dan alat-alat rumit, bisa dimainkan dengan barang yang sudah ada di rumah. Well, mainnya sih terkadang ga berlangsung dengan sukses dalam sekali kesempatan, perlu beberapa kali uji coba, dan diulang. Lalu, satu permainan bisa jadi ada anak usia 12 bulan sudah bisa main, ada juga yang sudah 18 bulan belum kooperatif diajak main, tak apa, setiap anak berbeda kebutuhan dan eksposur yang diberikan. Give them time to get the idea…! Anyhow,  ide-ide bermain ini banyak sekali bisa didapat di Internet, namun saya modifikasi berdasarkan material yang saya miliki di rumah, selamat bermain!

Play is the highest form of research.” – Albert Einstein

Matching Games. Permainan ini bisa macam-macam jenisnya, cari warna yang sama, sortir bentuk yang sama, gambar yang sama, dll. Beberapa di antaranya: Piknik, yuk! Ambil beberapa piring kertas, ambil beberapa perlengkapan atau mainan masak-masakan, gambar di piringnya beberapa makanan yang akan “dimakan”, dan undang anak bermain “invite to play” piknik. Untuk anak yang lebih besar (3-4 tahun), bisa membantu tracing gambar pada piring, juga tanya ingin menu apa (let them choose atau bisa juga kita yang pilihkan), lalu gambar bentuk makanan yang ingin disajikan dalam satu piring.

pik

Tutupnya mana? Bermain dengan barang-barang yang dapat didaur-ulang sangat menyenangkan (walau kadang saya suka kesel juga, karena banyak banget kontainer kosong, karton, boks, kaleng, botol, dll yang saya sengaja simpan – karena sayang kalau dibuang, kali-kali bisa dipakai bermain). Sengaja saya pilihkan berbagai material, terbuat dari plastik, kaca, logam, kertas. Untuk anak preschooler, bicarakan, material mana yang keras (minta mereka remas kontainer), mana yang bunyinya lebih nyaring jika diketok dengan sendok (atau apa pun), beri tahu nama-nama material tersebut. Untuk yang lebih muda (dalam hal ini Khalif, 23 bulan), minta mereka pilihkan tutup mana untuk masing-masing kontainer. Mereka khan lagi senang-senangnya menguatkan otot tangan dengan memutar, menutup, menekan benda-benda. Saya juga minta Azka carikan angka dan simbol “recycle” dalam kemasan. Karena kami pernah beberapa kali mengunjungi tempat daur ulang dan mencocokan angka dengan tong sampah dengan angka yang sama, kegiatan ini “masuk akal” bagi Azka. Never too early to introduce them the important of reduce, reuse, recycle…!
RecycleBantu cacing masuk ke lubangnya…! Masih menggunakan kontainer kosong. Bolongin bagian tutupnya (saya asal saja bolonginnya), gunakan beberapa fuzzy sticks (apa ya dalam Bahasa Indonesia? Kayaknya ada di Gramedia gitu), dan main dengan anak. Bisa ceritakan, bahwa ini adalah cacing yang mau masuk ke lubang agar tidak dimakan oleh burung…! Awal bermain, Khalif bisa 35 menit anteng masuk-masukin, konsentrasi penuh doi (karena memang tidak mudah, secara si fuzzy sticknya meletat-meletot). Permainan yang mudah, meriah, bagus untuk koordinasi tangan-mata, gross motor skill, dan bermain dengan tekstur (si fuzzy ini terbuat dari beludru, jadi senang kali ya megangnya si bocah).

FuzzyCocokan warnanya…! Matching lainnya, bisa juga tentang warna. Saya pilih warna kuning, hijau dan biru, karena Azka dan Khalif suka sekali buku “Litte Blue and Little Yellow” oleh Leo Lionni, dan buku tentang truk, taksi, dan mobil derek yang warnanya kebetulan sama, hehe. Tentu saja, warna-warna lainnya bisa digunakan, mungkin untuk anak usia bawah 2 tahun, jangan terlalu banyak warna dulu, agar tidak bingung. Beri tahu nama benda dan bentuknya ketika bermain (tambah kosa kata baru).

IMG_4960 IMG_4934

IMG_4946

 

What’s missing? Permainan ini mirip-mirip dengan memory game yang pernah dimainkan sebelumnya. Tapi kali ini menggunakan berbagai jenis benda dan ditempatkan dalam boks. Cara bermainnya: bilang dulu di awal, benda-benda yang dimasukan: “Ada palu, hot dog bun, popcorn, otoskop, lumba-lumba dan kereta api”. Lalu sembunyikan satu (atau lebih barang), tanyakan “Apa yang hilang?”. Saya main ini dengan Azka, dia senang mainnya, dan tentunya bergantian. Yang bikin seru, kalau bendanya dibanyakin, saya pun jadi bingung “Hmmmmmm, apa yaaa yang hilang??”. Haha.

Tebak, siapa aku? Selain itu, dari perlengkapan yang sama bisa juga, masukan benda-benda, tapi jangan dikasih tau apa saja. Berikan deskripsi benda: “Saya adalah alat pertukangan, saya digunakan untuk membantu memasang paku ke tembok, siapakah aku?”, “Saya adalah mamalia laut, saya baik hati, suka melompat-lompat ke permukaan, dan berenang bersama kelompok saya, siapakah aku?”, dll. Pemainan semacam ini membantu anak dalam “memilah” benda-benda berdasarkan entitasnya: hewan laut, alat kedokteran, alat pertukangan, makanan, dll. Benda apa pun, bisa dijadikan objek permainan…!

Memory

Dandani aku..! Matching games based on their costumes. Mainan ini saya dapatkan dari tutor ketika Azka ikutan “Parent-Child Home Program” (tapi kalau gak ada, bisa banget bikin sendiri, kalau yang gambarnya bagus, hehehe). Inget banget, pas Azka 2.5 tahun dia belum paham untuk taro bagian-bagian: topi, celana, baju di tempatnya masing-masing. Tapi pi Khalif, 22 bulan dari awal bermain sudah anteng mencocokan barang di bagian masing-masing, walau belum matching: topinya milih pemadam kebakaran, celananya milik construction worker, bajunya milik police officer. Tapi gapapa, bisa jadi baju atau style itu yang dia sukai, makanya didandani begitu kali yaa…😀 Ketika bermain, bisa tanyakan juga atau ceritakan: “Pemadam kebakaran kenapa ya harus pakai masker? Bajunya harus terbuat dari bahan khusus agar tidak terbakar, pekerjaannya adalah memadamkan api, menolong orang, kucing nyangkut di pohon, dll”. Bisa juga sambil bermain, sambil bacain buku yang terkait dengan salah satu atau lebih profesi.

IMG_5028
Khalifpuzle

 

Letter of the day. Azka lagi giat-giatnya belajar mencocokan suara dengan huruf. Jadi ada waktu-waktunya kami melakukan “scavenger hunt” benda apa yang ada di ruangan dengan bunyi “Beh” (sementara ini sih, dalam Bahasa Inggris), bisa bacakan buku dengan “letter of the day”, atau menggunakan kamus bergambar dengan sticker – dan di emphasize suara dari huruf tersebut dengan benda. “B…beh…brown…”, “Be….be….bear”, dll. Untuk latihan tulis, bisa bantu bikinkan garis putus-putus dan minta bantu preschooler untuk tracing. Kegiatan serupa untuk Khalif hanya untuk menambah kosakata saja, saya belum terlalu giat ber-ABC dengan Khalif.

IMG_4963

Have some marshmallows and toothpicks? Mungkin bisa melakukan kegiatan membangun rangka seperti ini. Ini masih biasa saja, kalau Googling, wah, canggih-canggih sekali rangka bangunannya…! Hati-hati dalam bermain ini, harus selalu diawasi, karena tusuk gigi bisa jadi menusuk anak yang lebih kecil (dan siap-siap setelah bermain, mereka akan minta makan marshmallownya).

IMG_4875 IMG_4877

 

Ohya, di foto bawah ini, di dekat jendela ada: bawang putih, lemon, dan jeruk. Itu untuk sensory activity: playing with your smell. Bisa apa saja sih, yang ada di rumah saja. Minta anak deskripsikan baunya. Bisa juga menggunakan ice tray, taruh beberapa sendok: gula, kopi, coklat bubuk, garam, cinnamon, dll untuk indra pengecap. Azka otomatis ketika merasakan coklat bubuk pahit, langsung mencelupkan jarinya ke tray gula, hee.IMG_4874

Mari membuat madu…! Terinspirasi dari karya bunga dan lebahnya Azka yang dia bikin di sekolah, hari Kamis lalu kami bermain menjadi lebah. Kenapa lebah? Karena Azka suka sekali madu, dan kerap bertanya bagaimana lebah membuat madu. Menjelaskan yang paling “mudah” adalah dengan cara bermain…! Belum terlalu komprehensif sih penjelasannya… Tapi hari itu kami menjadi lebah pekerja, mengumpulkan nektar dari bunga-bunga (nektarnya di sebar di ruangan saja, dalam bentuk “pom-pom”), kemudian kita koleksi nektar tersebut sambil mengepak-ngepakan sayap (lebah mengubah nektar menjadi madu dengan bantuan enzim dalam dirinya dan kepakan sayap membuat nektar menjadi lebih padat, sehingga akhirnya menjadi madu), memasukan nektar/ madu ke dalam sarang lebah yang berbentuk heksagonal.

IMG_6305

Sarang lebahnya bisa dikasih warna yang serupa dengan pompom untuk matching, atau bisa juga dikasih angka, dan berapa pom-pom yang bisa masuk, atau bisa apa saja, anak batita akan senang membantu menempel pom-pom (nektar) pada setiap heksagonal.

IMG_6302

I Spy…. With my little eye… Sebetulnya ya, bermain dengan box beras ini bukan aktifitas favorit saya…! Memang sih, menggemaskan ya lihat beras berwarna-warni… Tapi nyatanya, kalau dibiarkan, anak bisa berantakin beras ke seluruh ruangan. HUAH. Pas kejadian, rasanya tarik napas dalam-dalam dan hembuskan sajalah. Tapi ya sudah, kalau rumah tidak berantakan, artinya mereka tidak bermain, lebih baik rumah berantakan (dan ruang makan harus disapu 3 kali sehari plus baju ganti 3x) tapi anak makan sendiri, dan sedikit berantakan karena beras gak papalah, karena anak senang main tekstur dan cari-cari benda. Gampang aja mainnya, masukan beberapa benda dalam box beras, minta anak cari benda tersebut.

IMG_5177

Mengenal marka jalan. Kemarin, Azka sedang ingin jadi police officer. Jadilah dia minta dibikinkan beberapa marka jalan… Marka jalan sebetulnya menarik banget yah, dan sangat relevan kalau mau belajar warna dan bentuk. Ini yang ada di Amerika:

signshapes fig2041Jadi kemarin saya minta Azka melakukan semuanya: pilih road sign yang diinginkan, pilih warna, tracing, gunting dan tempel. Hasilnya tidak buruk, walau tentu terlihat dia masih harus belajar bamyak untuk menggunting yang rapih, hehe:

IMG_6386 IMG_6392

Sementara ini dulu kegiatan yang di-share. Semoga bermanfaat🙂

 

7 thoughts on “Ayo Bermain…!

  1. Mbak, saya stumbled ke blog ini saat bener-bener lagi kebingungan ttg aktivitas apa aja yang bisa kami lakukan bersama dirumah. Blog ini mejiik! seneng betul saya baca posting ini. Makasih ya mbak sudah menuliskan ini. Bener-bener menginspirasi saya untuk mencontek permainan-permainan diatas. Sekali lagi, thanks mbak

    1. Aduuu Mba Popi…! Aku jadi terharu baca komennyaa…! Pake mejik segala…! hihi, thank you yah, aku jadi makin semangat main dan nulis🙂 Nantikan postingan main selanjutnya…!

  2. Mbakkkk..itu knapa tmpat mainnya rapi bangettt..
    Blog ini keren banget..baru nemu dan serasa dpt pencerahan soal aktivitasnya anak2..mati gaya aku kdg2..
    Tengkyu mbak uda berbagiii

    1. Hi Astri..! Senangnya kamu menemukan pencerahan, hehe. Baca juga “main yuk” dgn ibu2 lain yaaa, dan IG mereka lengkap banget. Mainan aku berasa cupu deh dibanding kreativitas mereka😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s