May the Fourth Be With You

IMG_5517
Bukan, bukan nama acara Star Wars yang baru-baru ini berlangsung kok. Ini cerita tentang Azka dan tahun ke-empat dalam hidupnya. Hari ini, tanggal 7 Mei 2014, Azka berulangtahun yang ke-4. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Ibu mendadak galau dua minggu menjelang ulang tahunnya ini. Biasalah, Ibu mudah sekali terbawa perasaan, apalagi mengingat dua anak laki-laki Ibu ini kelak akan pergi dan mandiri berkelana, mungkin 15 tahun dari sekarang, waktu jumpa Ibu dengan Azka dan Khalif, bisa jadi hanya 2 jam per hari. Bisa juga, hanya setahun sekali, jika mereka merantau. Ahh… 
Sebagaimana permintaan Aa di hari ulang tahunnya ini, Aa gak mau dirayain, gak mau ke luar rumah (dan kemarin dua hari ga sekolah, kami biarkan tanpa perlawanan), gak mau goodie bags untuk teman-teman (tapi maunya ajak mereka camping, let’s have a plan about it!), gak mau kado (tadinya mau race tracks, tapi di detik-detik terakhir dia mengurungkan niatnya), hanya mau: Ice cream cake. Sehari sebelumnya, Aa bawa piggy bank Aa ke Stop and Shop untuk beli cake yang dimaksud, pas banget, harga ice cream cakenya $15, hasil piggy bank Aa $14.73. 
IMG_5689
IMG_5705
Aa sayang, Ibu sudah bikinkan Aa alamat email untuk Aa dari dua tahun yang lalu. Inginnya, setiap ulang tahun, Ibu kirim surat ke alamat email tersebut. Tapi Ibu takut sewaktu-waktu Ibu lupa passwordnya, jadi “suratnya” Ibu taro di blog Ibu aja yaa, jadi kalau Aa “search Google” nama Aa, akan muncul deh tulisan-tulisan yang Ibu buat untuk Aa. Ibu janji, setiap tahun akan bikin Aa surat serupa. Buat apa? Karena Ibu ini sangatlah pelupa (sadly). Ibu selalu butuh menulis (saat ini dalam bentuk blogging, karena memang tulisan tangan Ibu sangat buruk rupa, you know it well) dan selalu butuh mendokumentasikan momen dalam foto (yang membuat Aa kesal dalam banyak waktu: “Ibu, no photo-ing!”. Tapi percaya deh A, suatu hari Aa akan senang melihat cerita kita, foto-foto kita). Karena tanpa tulisan dan foto, Ibu hanya ingat beberapa momen sekelebat, sedih deh. Tapi kalau mau tanya yang lebih detail, bisa tanya ke Papa, karena daya ingat beliau luar biasa :) Dengan segala keterbatasan memori, Ibu berusaha mengingat-ingat perkembangan Aa dalam setahun terakhir ya.
IMG_5635
Surat ini surat biasa saja, tapi semoga bisa jadi cerita untuk Aa, apa yang terjadi, flashback dalam setahun terakhir. Azka anak sholeh dan santun, di tahun ke-empat ini (usia tiga ke empat tahun)  Azka banyak sekali mengalami perkembangan, yang paling menonjol adalah dalam perkembangan bahasa. Awal usia Azka 3 tahun, mungkin Aa baru bisa mengucapkan sekitar 50 kata, masing-masing dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Dan sekarang, Ibu bahkan sudah tidak bisa lagi menghitung berapa banyak kosakata yang Aa pelajari tiap harinya.  Dari kata-kata sederhana keseharian, hingga yang lebih “advanced”, seperti: oxygen, haberdashery, hibernate, medical hammer, carnivore (sempat tertukar dengan “carnivornia” haha), dll. Aa bisa menjelaskan “Kalau ga ada tulang, kita gak bisa jalan”, “Harus minum susu..!” (Ibu menjelaskan tentang tulang dan butuh akan kalsium). Aa juga bisa menjelaskan dengan cara sederhana, bagaimana madu dihasilkan oleh lebah. Untuk hal yang satu ini, sejujurnya Ibu butuh buka Wikipedia untuk tau prosesnya dengan pasti, haa. Kemudian, Aa suka sekali bertanya “Why?”. Yang paling sering, ‘Why race cars like to go fast?”, pertanyaan ini sering sekali Aa lontarkan, walau Ibu sudah jawab berulang kali. Hehe. Kadang Aa hanya ingin bertanya dan memastikan. Kalau usia 2-3 tahun Aa senang sekali fire trucks, usia 3-4 tahun ini Aa senang sekali dengan race cars; karena nonton film Cars. 
IMG_9667
Aa juga sudah bisa membuat kalimat panjang dalam dua bahasa tersebut dengan baik. Dalam keseharian, Ibu perhatikan, Aa lebih sering berbahasa Inggris, sehingga seringkali Ibu harus ingatkan “Aa, boleh jawab/tanya dengan Bahasa Indonesia saja?”. Bisa jadi Bahasa Inggris mungkin lebih mudah bagi Aa untuk berekspresi dan mungkin juga lebih nyaman, terlebih  semenjak Aa sekolah, ada banyak sekali ungkapan-ungkapan baru yang keluar dari mulut Aa. Kadang membuat Ibu terpingkal mendengarnya, seperti dengerin anak bule pada umumnya: “Oh maaaan….!”, “Oh my gosh…!”, “Watch and learn, Ibu…!”, “Listen to me, listen to me,….So….”, dan lainnya. Mohon maaf ya A, terkadang Ibu harus mengingatkan ke Aa, bahwa kalau berbincang dengan Ibu dan Papa, biasakan menggunakan Bahasa Indonesia (kenapa? baca di sini ya). Seringnya, Aa akan langsung switch dari Bahasa Inggris ke Indonesia tanpa ada kendala. Namun terkadang, ada waktu loading, seperti “Ibu, eee… Tadi, tadi, tadi, Aa main sama Khalif. Terus, Khalif pukul Aa, sakit!”. Itu wajar, dan Ibu yakin seiring berjalannya waktu, baik Bahasa Indonesia mau pun Inggris Aa akan sempurna. Oh ya, Bahasa Inggris Aa juga masih banyak grammatical error, dan that’s completely fine, since I did it too most of the time, hehe. Biasanya Papa yang akan mengoreksi kalimat dengan grammar atau pronunciation yang (dianggapnya) benar.
Oh! Sebagaimana Papa yang suka menciptakan kata-kata baru yang ajaib, Aa juga menciptakan kata baru: “Pakaspajam” . Kata tersebut sering banget Aa ucapkan, utamanya ketika Aa mengucapkan terima kasih ke Ibu: “Terima kasih, pakaspajam Ibu..!”. Ketika ditanya artinya apa, Aa menjawab: “Pakaspajam itu artinya X”. Heee.IMG_0804
 
Aa gak pernah suka cukur rambut. Pertama kali cukur rambut di luar (di barbershop), Aa meraung-raung selama 10 menit. Dan Ibu tidak puas, karena modelnya hanya botak saja, jadi merasa rugi bayar $15, hee. Akhirnya setiap potong selalu sama Ibu, dan Aa suka kegelian jika kena alat cukur: akibatnya potongan rambut Aa selalu ajaib dan kurang rapih seperti di foto-foto ini. Tak apa, you still look pretty cute with that haircut, kiddo…!
Dalam hal sekolah, terkadang Aa menunjukan kurang minat untuk berangkat sekolah. Aa selalu bilang ‘It’s terrible”. Sampai suatu waktu, Ibu menelpon Mrs.C untuk berkonsultasi mengenai bagaimana performa Aa di sekolah, dan bagaimana memotivasi Aa. Intinya: Ibu dan Papa harus konsisten: bangun pagi, menyiapkan segala sesuatu, memotivasi Aa untuk pergi ke sekolah setiap Senin dan Selasa pagi. Salah satu faktor sulit pergi ke sekolah, dari dugaan Ibu sih, karena faktor cuaca. Terutama ketika winter,  saljuan, dan suhu minus. Klop sudah. Maafkan, jika Ibu suka memaksa Aa untuk tetep masuk sekolah (hingga terjadi drama-drama pagi hari). Memang awalnya berat (bangun pagi, jalan kaki ke sekolah) tapi di sekolah Aa bisa belajar banyak hal, bermain dengan teman-teman sebaya, belajar menanti giliran, mengantre, dan melakukan games, crafts, serta hal-hal lain  yang mungkin Ibu gak kepikiran untuk melakukan itu bareng Aa. Jadi nikmati ya…! Tidak semua anak bisa diberi kesempatan sekolah, dan Aa sudah dapat sekolah bagus, dekat rumah, teman dan lingkungan yang baik, kalau hanya sebatas melawan rasa kantuk dan malas, pasti bisa…! Dan Ibu sangat senang, setiap menjemput Aa di sekolah, Aa pasti bahagia sekali wajahnya, matanya berbinar-binar, sambil menanyakan “Ibu tadi di rumah main apa sama Khalif?”.Selalu begitu. Aa selalu senang diijemput dengan scooter atau sepeda. Tapi hati-hati ya A, Ibu suka jantungan liat Aa melanglang sendiri, sehingga kadang Ibu suka lari-lari di belakang Aa… Bahaya pisan, kalo Aa gak ngerem dan ada mobil yang lewat gimana?! Safety is number one, in everything!
IMG_0278 IMG_0280
Sebagai seorang Aa, Aa menunjukan banyak sekali hal baik untuk dicontoh oleh Khalif. Utamanya dalam hal membaca, juga ketika bermain, Aa sering kali terpaksa harus mengalah, karena mengutamakan Khalif. Kadang Ibu juga tidak selalu mengutamakan Khalif, agar dia belajar untuk bergiliran dalam bermain, tapi pesan yang ingin disampaikan Papa dan Ibu, agar Aa paham… Sebagai anak tertua, Aa akan banyak mengalah. Mengalah tidak selalu kalah, justru Aa menunjukan sikap baik dalam bersabar dan itu akan dicontoh oleh Khalif dan adik-adik kelak (“No more Khalif…!” kata Aa, kalau Ibu tanyain, “mau nambah adik?” hehe). Membuat tracks untuk kereta api, firefighter, tea time party, piknik, hide and seek, play tag dan play pretend menjadi pirates dan dokter adalah beberapa aktivitas favorite Aa.  
dOKTER
Malik Azka anak cerdas Ibu, Ibu merasa sangat bersyukur diberi “titipan” berupa Azka (dan Khalif).  Dalam keseharian, Aa banyak sekali membantu Ibu. Untuk pekerjaan rumah tangga, misalnya,  Aa senang sekali membantu Ibu bikin kue, masak pancake, masukin pakaian ke mesin cuci, jemur pakaian, menyapu, siram tanaman, bersihin kaca, dll. Kadang-kadang Ibu merasa tidak perlu dibantu, karena Ibu pengen “cepet”. Tapi Ibu sadar, itu kesempatan Aa untuk belajar, bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tanggung jawab setiap orang di rumah. Bukan hanya Ibu. Semoga nanti, ketika Aa kuliah tinggi, baik di Indonesia mau pun di luar negeri dan merantau, Aa sudah terbiasa untuk mandiri ya.
Yang paling Ibu senangi dari Aa adalah: Aa anak yang ekspresif…! Aa sering kali bilang “I love you Ibu” atau ” I love you even more, Papa”, sambil mencium pipi atau memeluk Ibu dan Papa. Aa menunjukan empati dan simpati yang sangat baik. Sering, ketika Ibu panik ‘Aduh, hilang deh tas belanja Ibu…. huhu, sedih banget Ibu.. Itu tas kesayangan Ibu”, dan kasus-kasus serupa (Ibu sering lupa taruh barang di mana, barang rusak, dsb), Aa selalu menghibur “It’s okay Bu. don’t be sad, nanti bisa beli baru lagi”. Hehe, walau gak semua hal bisa diganti dengan barang baru ya Aa… Tapi kata-kata Aa selalu mengingatkan Ibu, bahwa barang akan bisa selalu hilang kapan pun, dan sebaiknya tidak terlalu fokus akan kesedihan berlarut-larut. Mungkin ada hal lain yang menanti dan lebih baik. 
IMG_2488
Ohya, pastilah Aa tau Ibu sangat suka dipijet, dan sering kali ada waktu-waktu di mana Ibu udah capeeekk banget. Aa suka menawarkan “Mau dipijet Bu?” atau “Mau diinjek Bu?”. Kalau ada Papa, Ibu gak boleh diinjek, karena tidak baik menurutnya. Jadi Aa selalu pijet tangan Ibu, pijetan Aa enak sekali, Ibu suka sensasi tangan kecil memijat lengan Ibu🙂 dan setiap 10 detik mijet, Aa suka nanya “Enak, Yang?”, hehe. For me, it is really cute…! Dan kalau Ibu sedih, atau batuk, Aa selalu  sigap datang bawain Ibu air putih. Selalu begitu. Terima kasih ya Nak..!
Apalagi ya… Ohya, Aa anak yang tertib:  pulang ke rumah harus selalu langsung cuci tangan, kemudian tangannya dikasih ke Ibu untuk dibaui x)  Selain itu sebelum tidur, harus selalu baca buku, mau sudah capek segimanapun, tetap harus baca. Kemudian, sejak tambal gigi bulan Desember 2013 (dua gigi initial incisor Aa mengalami cavity), Aa semakin pintar dan rajin sikat gigi. Tanpa perlu dipaksa, Aa selalu semangat gosok gigi dan setelahnya mendatangi Ibu sambil nyengir lebar, memperlihatkan deretan gigi-gigi Aa. Anak pintar..! Ini foto sesaat setelah dari dokter gigi, dan kata Papa (Ibu dan Khalif pergi ke dokter lain), selama proses tambal, Aa sangat kooperatif – sehingga dokter dan hygienist sampai terpukau. Good job…! 
IMG_0022
Dalam pehamanan tentang Agama, nampaknya kita perlu lebih sering belajar praktek wudhu dan sholat ya Aa. Aa sudah bisa menyebutkan nama-nama sholat, tapi tidak urut. Belum tau masing-masing rokaat dan gerakan sholat belum benar, tak apa, seiring waktu kita belajar bareng. Ibu juga masih banyak salah kayaknya, heheu. Aa sering menyeletuk: “What? Sholat again? Oh nooo…..!”, haha, karena Ibu sholatnya suka mepet-mepet, jadi sehabis sholat Zuhur gak lama langsung sholat Ashar. Ke depannya kita sholat tepat waktu ya, tidak ditunda-tunda. Lalu, Aa tau Islam adalah agama Aa, belum paham siapa itu Allah, kenapa kita doa ke Allah? Aa tau sebagai pemeluk agama Islam, kita disebut Muslim; dan kita tidak merayakan Christmas, Thanksgiving, Easter tapi merayakan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.  Aa sudah hafal doa sebelum makan, sebelum tidur, dan doa sebelum belajar, walau masih sering harus diingatkan untuk berdoa. Aa sudah belajar buku Iqra hingga mentok di huruf “Do”. Pelan-pelan yaa, dan bulan Mei ini kita mulai Sunday School kita di Masjid, ok?
Menjelang usia ke-4, karakter dari film favorite Aa adalah si Jake dan Captain Hook dari “Jake and The Pirate Neverland”, sebelumnya Aa suka sekali Lightning McQueen, Frank dan Mater dari film Cars. Sebelumnya lagi, bervariasi dari mulai Bob the Builder, Arthur, Lion King, dan Aristocats. Aa suka mendengarkan musik, kalau ada lagu “Yellow”-nya Coldplay Aa akan bilang “Bu, Yellow…!”, juga “Paradise”, “Magic”, lagu “Happy” Pharrell yang versi Minion, Real Gone – OST Cars, dan sempat lagu Bondan & Fade to Black serta Padi dan Pidi Baiq. Sampai kadang Ibu bosan banget, karena di mobil harus dengerin lagu-lagu itu terus menerus dari MP3-nya Papa. Untuk lagu anak-anak, Aa masih suka lagu: Over in the meadow, Five little ducks, Pete The Cat, Five little monkeys, “who’s afraid of the big bad wolf”, dan little bunny foo foo.
IMG_2118
Beberapa kali Ibu ajak Aa traveling atau berpergian berdua, seringnya, Aa sangat kooperatif, walau Aa capek sekali, tapi Aa tidak mengeluh atau menangis. Hanya diam, tergeletak lesu, Hee. Dam ternyata, trip ke Disney World bulan Desember 2013 lalu sangat membekas capeknya di Aa, sehingga ketika Ibu tanya, ‘Mau ke Disneyland lagi ga A?”, Aa selalu jawab: “Oh, no no no, gak mau ke Disneyland lagi!”.  Kapok berat…!
Makanan favorite Aa adalah macaroni and cheese dan tortilla, telur, keju. Kalau makan, Aa terus mengulang “Hmmm, yummy! Tasty!”, haha. Aa juga suka sekali banana chocolate chip muffins bikinan Ibu, dan setiap minggu kita pasti bikin muffins itu yaa. Aa masih belum suka sayur, tapi suka green smoothies: alpukat, bayam, pisang, soymilk dan chia seeds. Suka juga dengan jus wortel, tapi ga suka wortel. Aa suka sekali makan apel, itu buah favorite Aa. Kadang dicocol dengan peanut butter.
IMG_5532
Dalam menata emosi, terkadang Aa menunjukan sikap yang sangat “challenging” untuk Ibu dan Papa. Ibu tau, untuk usia anak tiga tahun, menangis, meraung, marah-marah adalah hal yang normal ketika pernintaan anak tidak dituruti. Ibu tidak menyalahkan Aa untuk itu.. Untuk 15 menit “tantrum” di Southwick’s zoo, di pumpkin field, di Disneyland: semuanya karena Ibu tidak menuruti permintaan Aa. Kalau mau jujur, Ibu tidak malu dilihatin orang-orang, bagi Ibu adalah penting untuk Aa memahami: tidak semua permintaan kamu bisa dituruti. Aa harus ikut aturan, dalam hal ini aturan Papa dan Ibu. Dan ini demi kebaikan Aa untuk ke depannya.. Semoga Aa bisa maklum dan paham di kemudian hari ya, Nak.
IMG_7415
Aa sangat sayang dengan Khalif. Tidak bisa dipungkiri, terkadang Ibu dan Papa harus bertindak tegas juga ke Khalif kalau dia melakukan tindakan yang kurang baik: seperti mencakar muka Aa/Ibu/Papa, membanting barang-barang, dll.. Kadang Ibu biarkan dia menangis, dan Aa selalu mengingatkan ke Ibu: “Ibu, jangan marah sama Khalif, kasihan..”. Aa sering memeluk Khalif, mengusap kepalanya, dan mengambilkan minum untuk Khalif. Terima kasih Aa, sudah jadi Aa yang baik untuk Khalif. Semoga ke depannya Aa dan Khalif akur selalu ya, Nak.a
 
Apa lagi ya.. Rasanya itu dulu yang ada di kepala Ibu saat ini. Nanti jika ada yang ingin Ibu tambahkan, akan ibu edit ya🙂 Ibu sayang sekali dengan Aa, semoga Aa selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT, dan Ibu dan Papa diberikan kekuatan dan kemampuan untuk dapat mendidik Aa menjadi anak yang tumbuh sehat jiwa dan raga, bahagia lahir dan batin, cerdas, santun, sholeh, kreatif, dan rupawan. Amin Ya Rabb.
 IMG_8099
Sayang Ibu selalu untuk anak pertama kesayangan Ibu dan Papa. We love you so much, Azka…! Can’t wait to have more exciting adventures with you…! 
 
New Bedford, 7 Mei 2014, 23.52 PM
 

8 thoughts on “May the Fourth Be With You

  1. Baca postingan ini kok rasanya ada yang mengambang di mata ya :’) Selamat ulang tahun untuk Azka, ikut mengamini semua doa Ibu untuk Azka🙂 pelukcium for the birthday boy :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s