To Walt Disney World We Go!

IMG_9666

Pergi ke Walt Disney World di Orlando adalah impian saya sejak kecil (bagi pecinta film Disney, rasanya hampir semua orang pasti memiliki mimpi yang sama). Tapi semenjak pindah dan tinggal di Amerika, lambat laun saya melupakan mimpi saya itu; rasa-rasanya enggak mungkin bisa kesampaian bisa berlibur ke sana, at least dalam waktu dekat. Pertama, gak ada budget (alasan standar, keluarga mahasiswa getoh), kedua kayaknya cuman saya yang punya angan-angan itu, sementara Papa Ara yang memang gak pernah nonton satu pun film kartun Disney di masa kecilnya dan gak pernah sekali pun ke amusement park (termasuk Dufan!) sama sekali tidak tertarik mendengar kesohoran Disneyland. Jadi saya lupakan impian masa kecil saya itu sementara waktu sembari menunggu anak-anak gedean dan ‘ngerti’ untuk bisa diajak.

Tapi memang rezeki gak kemana; awal November 2013 lalu, Tante Wina (adik kandung Bunda) yang sudah menetap lama di Amerika menghubungi saya. Beliau bilang bahwa suaminya, Om George, punya satu resort ‘time-share’ di Orlando. Artinya setiap tahun, di waktu yang sama (yakni, 7 hari di minggu ke-2 pada bulan Desember), resort tersebut bisa dipakai secara gratis oleh siapa pun dari keluarga maupun teman mereka. Yang sudah-sudah, resort tersebut disewakan secara cuma-cuma ke asisten rumah tangga mereka, tapi tahun ini Tante Wina menawarkan kepada kami untuk dapat menggunakan resort di Orang Lake County tersebut. Si resort hanya membutuhkan 10 menit naik mobil untuk sampai ke WDW dan 25 menit ke Universal Studios. Ketika beliau tawarkan, saya antara semangat dan ragu-ragu. Semangat karena: WOW! ini kesempatan bagus buat merealisasikan mimpi masa kecil dan ragu-ragu karena saya yakin Papa gak bisa ikut menemani karena akhir tahun adalah masa-masa paling sibuk untuk tenggat waktu proposal risetnya.

Singkat cerita, karena Tante Wina melihat saya ragu-ragu dengan alasan “Ga mungkin aku pergi sendiri, nanti di sana gimana urusan sewa mobil, nyetir, siapin makan, dll… “, sembari membayangkan pergi sendiri dengan dua anak balita saja rasanya saya sudah capek duluan. Melihat gelagat saya yang penuh keraguan tersebut, Tante Wina memutuskan untuk ikut menemani…! Horeee….! Dengan pembagian tugas: beliau menyiapkan urusan makan dan transportasi selama di sana dan membantu saya selama di Disney, tapi hari terakhir di Orlando, yakni di Universal Studio Islands of Adventure, itu adalah hari untuknya dan kami akan berpisah selama di sana. Saya setuju…!

Persiapan ke WDW sudah saya pikirkan sejak tiga minggu sebelum keberangkatan, karena pergi ke WDW memang butuh perencanaan matang – dan mengingat saya hanya pergi bertiga dengan dua krucil dari New Bedford, semua skenario baik dan buruk harus dipikirkan secara masak, kalau tidak – alih-alih liburan, malah menjadi leburan (apa seeehh).

1. Pinjam (atau beli) buku tentang WDW dan Universal Studios di perpustakaan. Saya menggunakan “The Unofficial Guide to Walt Disney World” 2013 dan Birnbaum’s Walt Disney World 2013 yang sangat membantu sekali dalam merencanakan day trip selama di WDW. Yaa… berhubung kedua kompleks theme parks ini sangat besar sekali pisan dan masing-masing tempat memiliki banyak wahana yang menarik untuk dilihat dan dinaiki, sementara waktu kami hanya terbatas 3 hari full days, maka prioritas memilih theme parks dan wahana adalah penting untuk meminimalisir kekecewaan di kemudian hari.

IMG_9643

2. Pilih flight dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang realistis (dengan harga semurah-murahnya dan nonstop flight). Saya memilih keberangkatan jam 10.20 AM dan pulang jam 11.45 AM. Dari New Bedford – Boston – Orlando, kesannya memang sederhana. Tapi begitu dijabarkan, kami harus tiba minimal 2 jam sebelum boarding: NB terminal to South Station Boston – Boston Logan Airport – Orlando MCO Airport – Orange Lake Resort itu berarti saya dan anak-anak pergi non-stop dari jam 6.30 AM hingga 3.30 PM; berganti-gantian naik bus, T train, pesawat, monorail, dan mobil. Plus lagi ternyata pesawatnya delay 45 menit saja. Syukurnya, di pesawat anak-anak tidur dengan pulasnya selama 2 jam 30 menit perjalanan – dan JetBlue cukup nyaman serta lega ruang antar kursinya plus ada TV di setiap seatnya serta unlimited snacks and beverages. Cocok!

IMG_9653

IMG_9656

3. The day you think you don’t need an extra cloth, is the day you need one. Artinya, think about the worst scenario when you’re traveling with the little ones. Siap-siap dengan skenario lapar, muntah, gak enak badan, ingin buang air, panas, bosan, dll – siapkan banyak hiburan, suguhan dan kejutan menarik untuk mereka. Tentunya setiap orangtua udah biasa pergi dengan gembolan diaper bag berisi segala perabotan perang. Kadang cuman pergi sejam-dua jam aja bawaanya banyak banget, apalagi ini mau seharian pergi dengan dua anak pula: segala macam snack, gadget, baju ganti (terutama dengan kondisi cuaca yang beda banget antara NB dan Orlando). Dan bener aja, setiap hari ada kejadian muntah (karena kepanasan, karena ketawa selagi makan, karena minum milkshake dan sebagian isinya tumpah, wah… seru deh! Hehe). Bawaan pasti banyak, yang perlu dipastikan semua tas dan koper harus shoulder-friendly dan dorong-friendly. Ini dia bawaan saya; jangan membayangkan bagaimana saya bisa bawa semuanya dengan dua tangan yaa… haha, pokoknya cukup bikin orang yang liat saya antara terkesima dan kasihan x)

IMG_0593

4. Whatever you give your child, people will criticize you; screw them, their comfort is your main priority. Artinya, selama perjalanan mungkin kita ga bisa idealis: no gadget, no chocolates, no chips, too much biscuit, etc etc – tapi jika memberikan mereka tablet bisa bikin mereka tenang, memberi iPod dan dengerin lagu “Can You Fix It”-nya Bob the Builder yang di-repeat sebanyak 50x bisa bikin anak bahagia (walau telinga kita jadi pengang), dan makan Marie Regal cukup membuat perut kecilnya terpuaskan sementara waktu, sudahlah.. Tak usah dipikirkan tanggapan orang-orang yang mungkin mikir “Ah,,, what a poor little creatures, their mom doesn’t read them books to comfort. Oh, kids nowadays… the iPad generation”. Ingat: Ibu tenang, anak tenang, semua tenang🙂

IMG_0599Lollipop and tablet (Oh, kids nowadays :p)

5. Choose the parks wisely. WDW memiliki empat theme parks, yakni: Magic Kingdom Park (the so called “happiest place on earth”), Disney’s Animal Kingdom (semacam taman safari tapi dengan tema Disney), Disney’s Hollywood Studio (sebelumnya dikenal dengan MGM studio) dan EPCOT – yang merupakan akronim dari Experimental Prototype Community of Tomorrow; a Utopian city of the future planned by Walt Disney. Dengan mempertimbangkan faktor ketertarikan anak-anak, rasanya yang paling sesuai dengan minat Azka dan Khalif adalah: Magic Kingdom dan Hollywood Studio. Harga tiket masing-masing park tersebut adalah $95 dan $90. Tersedia juga pilihan 1-day ticket hingga >5 -day ticket (yang mana jatuhnya jadi jauh lebih murah, misal untuk 4-day ticket ke Magic Kingdom harganya drop menjadi $69.75) dan park hopper (bisa pindah-pindah dari satu park ke lainnya). Pengen sih, pakai yang park hopper (+$118…!!), tapi dipikir-pikir, itu Animal Kingdom dan EPCOT luasnya 2x Magic Kingdom…! Wah, yang ada malah cuman dapet cape aja kalo terlalu ambisius. Mending dua park tapi maksimal.

IMG_9803

Postingan mengenai WDW akan dibagi dalam beberapa post: Orlando Part I: Disney’s Art of Animation Resort and Downtown Disney. Orlando Part II: Magic Kingdom Park. Orlando Part III: Disney’s Hollywood Studio, dan Orlando Part Final: Universal Studio’s Islands of Adventure. Sebetulnya males sih menuliskan panjang-panjang tentang perjalanan kemarin, tapi berhubung bulan ini saya ikutan tantangan #30TulisanJanuari bersama kawan-kawan dari Siaware, jadi yaa… Banyak-banyakin aja yang mau di-posting😀

3 thoughts on “To Walt Disney World We Go!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s