Puasa dan Menyusui

Sebelum masuk bulan Ramadhan, sudah empat tahun terakhir pertanyaan dan kegamangan saya selalu sama: puasa atau tidak? Saya khan lagi hamil, saya khan lagi menyusui eksklusif, saya khan masih menyusui walau sudah tidak eksklusif. Si Ibu X sanggup tuh tetap puasa walau lagi hamil, si Ibu Y lebih hebat lagi – punya dua anak, tidak ada ART, menyusui, dan tetap berpuasa tanpa hambatan…! Aduh, ini lagi si Ibu Z… Ibu bekerja, masih bisa memompa ASI-nya, dan berpuasa. Kyaaa…. *kemudian stress sendiri*. Ara sudah mahfum betul dengan saya yang sering kali ‘termakan’ dengan peer pressure semacam ini. Dan Ramadhan tahun ini, ketika melihat/ ditanyai saya bolak-balik “Pa, aku puasa gak yaaa? Ini kayaknya ga sanggup, dan aku takut ASInya makin berkurang”  – Ara menanggapi dengan bijak seperti biasa, ” Khan sudah diberi kemudahan sama Allah, bahwa dalam kondisi-kondisi tertentu memang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan. Kenapa ga diambil kemudahannya, sih?”. Saya pun terdiam sekaligus meyakini, bahwa saya tidak berpuasa karena memang saya (rasa) tidak akan sanggup untuk melewati bulan Ramadhan di tengah musim panas panjang (18 jam) ini dalam kondisi menyusui. Apalagi sudah dua bulan terakhir, air susu dari payudara kiri sudah tidak lagi saya fungsikan (sekarat berat dan sedang dalam proses relaktasi), jadi hanya mengandalkan payudara kanan saja untuk menyusui. Sementara Khalif usianya baru 13 bulan, masih 11 bulan lagi saya ingin bisa menyusui dia dan baru menyapihnya. Saya tidak ingin ‘kecolongan’ seperti ketika Azka yang hanya saya susui hingga 18 bulan (ketika itu saya sudah tidak sanggup meneruskan menyusui Azka dengan lagi hamil ‘Nako 2’).

Siang ini saya mengaji – dan kemudian membaca beberapa surat mengenai menyusui. Membaca surat Al-Baqarah, Ayat 233 ini, hati saya terasa lebih ringan:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233).

IMG_6440Tidak rela kalau harus berhenti menyusui anak ini terlalu cepat

Dan saya meyakini bahwa menyusui anak itu adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT, sebagaimana Amru bin Abdullah pernah berkata kepada isteri yang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahuwata’ala”. Walau seringnya saya lupa untuk ‘mengharapkan’ pahala, saya menyusui lebih karena dilandasi rasa kasih sayang dan kewajiban sebagai ibu untuk memberikan yang terbaik kepada anak saja, dan tentu karena manfaat-manfaat menyusui lainnya. Namun perkataan Sahabat di atas mengingatkan saya bahwa menyusui bukan sekedar proses mengalirkan air susu untuk membuat anak kenyang dan tenang saja, bukan juga semata-mata insting keibuan. Menyusui adalah bentuk investasi dunia dan akhirat.

Kembali ke Ramadhan, walau tidak berpuasa, ibadah Ramadhan yang lain bukan berarti tidak dikerjakan. Sebisa mungkin saya usahakan untuk ikut menemani Ara sahur, menyiapkan makan dan minuman sahur dan berbuka, sholat Subuh dan sholat wajib lainnya berjam’ah jika memungkinkan, dan sholat sunnat Dhuha, Taraweh dan Witir harus diusahakan untuk dikerjakan (tahun-tahun yang lalu saya keteteran berat). Juga sebisa mungkin saya perbanyak dzikir, tadarus dan mengaji. Dan sesungguhnya tantangan terbesar ‘puasa’ saya bukan dalam bentuk tidak makan dan minum, yakni adalah menahan amarah dan emosi ke anak-anak yang sungguh sedang sangat menantang perilakunya. Tidak kok, mereka tidak ‘nakal’ atau ‘bandel’, mereka hanya melakukan apa yang anak seusia mereka lakukan, dan itu adalah ‘cobaan’ dan tantangan untuk orangtua mereka.

aZKHALBecandaan semacam ini, tidak nakal khan?😉

Selamat menjalani ibadah di bulan Ramadhan dan mendapat esensi dari Ramadhan sesungguhnya….! Amin.

5 thoughts on “Puasa dan Menyusui

  1. jawaban Ara tuh persis banget ama jawaban laki gw cha hehehehe..thn ini krn Jene udh 19bln gw nyoba puasa..tp itu jg krn gw lg di rmh nyokap, which is gw ga perlu susah payah beresih/nyiapin makan semua sendiri x) banyak santainya..tp bener deh tantangannya bukan di kehausan stlh nyusuin tp ngadepin Jene yg kadang ajaibbbb bgt (gw lbh milih kata ajaib drpd nakal heheehe)
    sebagai seorg busui yg pernah mengalami kegalauan yg sama gw kirim peluk dari sini hihihihihihihi.. smangat ya bucha! keep inspiring me s’il vous plait! x)

    1. Diaaann..! Iya gue juga ga suka loh dengan kata nakal dan bandel, biasanya gue dan ARa mengggunakan kata “Tidak kooperatif”, hehe. Ini gue tulis karena kebanyakan orang kalo nanyain gue: “Azka nakal ga, Cha?” x) Semoga puasamu lancar ya boo, dan bisa menghadapi keajaiban Jene dengan pasrah dan semangat! hihhi. Mwah!

      Gheeeeaa!! I miss youu, mana update foto ponakanku…🙂 Kala apa kabar? kecian lagi bapil, get well soon yah sayboo. Khalif emang giginya banyak banget deh, cepet gitu tumbuhnya, sekarang aja udah mau 12…! Btw, si payudara kiri gue itu gara2 jarang gue gunakan, sukanya yang kanan (nyamannya gue), lama2 dia ga keluar lagi huhuhu. Tapi ini lagi gue usahakan kembali! Wish me luck!

  2. cheechh.. havent heard from you in a long time.. gue ga tau cerita ada apa kenapa dengan payudara kiri lo… eh khalif udah 13 bulan? masa siiiiihhh… perasaan kemaren baru lahir.. giginya banyak yaaa.. kala baru 4, mau numbuh 1 atau 2 lagi…

    gue belum puasa nih, udah semingguan batuk pilek bareng kala.. dia ga mau makan sama sekali jadi kasian kalo gue puasa..

    eniwei, seneng baca tulisan lo ^^ miss you darl :* :*

  3. Chaa.. uiepun baru tahun ini berniat puasa penuh lg.. soalnya andra udah sapih. 3 tahun belakangan, 2 th ngga sama sekali karena lagi hamil dan ngasi eksklusif, 1 th karena masi asi jg. Sama kita ya cha.. (cari temen hahhaa). Tetap semangat ya cha, kiss untuk azka dan khalif🙂

    1. Uieee, makasih semangatnya (dan inspirasinya) selaluu…! Kisses balik dr Azka dan Khalif, titip cium juga untuk Andra si kasep bageur🙂 Selamat puasa, semoga berkah dan ga terlalu berat yahh (kebayang cape juga sambil mengurus toddler aktif positif, hihi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s