The Hardest Part

I suppose in the end, the whole of life becomes an act of letting go, but what always hurts the most is not taking a moment to say goodbye

– Yann Martel in Life of Pi

Maafkan aku Uci…Maafkan aku kalau selama 2.5 tahun terakhir aku tinggal jauh di sini dan aku hanya pernah sekali saja mengontak uci. Maafkan aku kalau semua rasa kangen dan ingin sekedar mendengar suara dan kabar uci hanya menjadi sebuah niat tanpa aksi. Maafkan aku kalau sampai akhir hidup uci aku tidak bisa memberikan apa-apa untuk uci.. Maafkan aku tidak bisa ada disisi uci saat uci butuh bantuan untuk dirawat… Maafkan aku karena aku tidak tahu apa-apa mengenai kondisi terakhir uci… Maafkan aku Uci Angah..

….

Doaku setiap sholat selalu terucap untuk Uci.. Semoga itu yang didengar Allah SWT ya Uci.. Semoga sakit uci menjadi penggugur dosa-dosa uci..Dan sekarang uci tenang berada disisiNya.

Aku sayang uci. Sayang sekali. Peluk dan cium untuk Uci… Terima kasih sudah memberikan banyak kenangan masa kecil yang indah.. Aku selalu mengingat masa-masa tersebut dan kehadiran uci yang menjadikan segala sesuatunya lebih baik. Dari perjalanan kaki singkat ke Pulomas 3E dari 1F, atau sekedar beli es krim di toko mini, naik becak ke At-Taubah beli mie ayam, atau bajaj ke Arion untuk beli McD atau Dunkin Donut. Atau segala hal yang uci bawakan ke rumah dan membuat kami semua senang, walau pun keadaan uci sedang tidak baik, kadang dipaksakan hanya karena melihat kami senang – membuat uci bahagia. Dan banyak kenangan lain yang tertanam dalam bentuk potongan-potongan fotografis dalam otakku yang sangat minim memory card-nya ini. Satu hal yang pasti, aku (dan adik-adik) akan selalu mengingat jasa Uci Angah kepada kami dan kami sangat merasa kehilangan sekali ketika hari ini… tanggal 1 Rajab 1434 H, pukul 1 pagi dini hari kami diberi kabar bahwa uci telah meninggal dunia.

Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un – Semoga Allah memberikan tempat terbaik disisiNya untuk Uci Dahniar Iskandar ‘Angah’.

1. HawadiSaya dipangkuan Uci Angah (Circa 1986)

Kami semua sayang uci. Selalu.

*Uci adalah bahasa Minang untuk nenek. Uci Angah adalah adik dari Nenek kandung dari pihak Bunda (tante-nya Bunda). 

2 thoughts on “The Hardest Part

    1. Ditt.. Iya, yang membuatnya berat di gue adalah karena gw merasa bersikap ‘acuh’, karena ga pernah nelpon – walau padahal selaluuuu memikirkan beliau😦 Gw cuman pengen beliau tau gw sayang sekali sama dirinya…. Pengen bilang itu😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s