Ibu Bully

Post ini panjang dan tidak penting.

Sabtu kemarin kami memutuskan pergi ke acara halaqa (acara kumpul-kumpul di Masjid Al-Ehsan yang diadakan setiap hari Sabtu awal bulan), setelah sekitar 8 bulan absen datang. Alasan absen lebih karena di acara tersebut banyak anak-anak laki usia 4 – 6 tahun yang lagi aktif-aktifnya bergerak (baca: sambil pukul-pukulan, lari-larian, teriak-teriak dan akrobat). Kami agak kurang suka dengan mereka, karena menjadi contoh kurang baik untuk Azka. Sehingga aktifitas pergi ke Masjid untuk keluarga diganti setiap hari Jumat, yakni pas Jumatan saja (ga ada makan-makan tak apa, yang penting ada ritual tetap ke masjid untuk Azka dan Khalif).Selain menghindari anak-anak laki tersebut, saya juga agak males ke Masjid karena suka ketemu sama ibu-ibu nyinyir (hanya satu orang sih, cuman ganggu banget). Si Ibu ini typical ibu-ibu yang suka nge-bully gitu; entah saya yang sensi, tapi saya kurang suka dengan caranya berkata-kata. Cerita:

1. Ini rada lucu, tapi ngeselin: Si Ibu men-generalisasi semua Asia adalah orang China (sama kayak kita liat orang bertampang Timur Tengah, pasti mengira mereka dari Arab. Padahal ada yang dari Tunisia, Persia, Mesir, Pakistan – atau semua tampang India adalah orang India, padahal bisa jadi orang Bangladesh, Srilanka, dll).

“Assalammualaikum, How are you, Ni hao?”, kata si Ibu.
“Walaikumsalam, I’m fine. How are you? Btw, I’m not Chinese, I’m Indonesian”, merasa lucu karena dia me-Nihao-kan saya.
“I see. I learn some (Chinese) words from my kids’ cartoon” (jawabannya ga nyambung, kayaknya dia ga tau Indonesia itu nama negara?)

Beberapa saat kemudian, saya bantu dia mengambilkan mainan anaknya yang terjatuh.

“Xie xie. Did I say it correctly?” katanya. *kekeuh ya dia*
“Oh, yes, it means Thank You. But I’m not a Chinese” – saya kembali menekankan.

Si ibu manggut-manggut, kemudian melanjutkan: “Is Yeye means Grand Father?”

Saya mulai jengah, “I don’t know. I don’t speak Chinese. I’m Indonesian, we speak Indonesian”
“Oh, I thought you know”, jawabnya lempeng.

Saya pun melipir perlahan.

2.Nah ini part nyinyir dan ngeselinnya.

Pada beberapa waktu sebelumnya, si Ibu ini pernah bilang ke Azka:

“Why are you so little? Is your mom eat all of your foods?” – Dari tampangnya sih, kayaknya ga ada kesan bercanda ya. Saya rada keki pas si Ibu ngomong itu, apalagi ketika itu saya lagi hamil Khalif (jadi kesannya saya hamil terus gendut terus ambil jatah makan anak). Huuuu…

Nah, kemarin Si Ibu melakukan aksi yang kurang lebih mirip. Anak si Ibu 11 bulan panjaaaang dan gede sekali. Kedua anaknya yang lain 3 dan 5 tahun (semuanya laki-laki), juga gede banget. Memang turunannya gede-gede kali ya. Melihat Azka dan Khalif, dia nanya:

“How old is he?”
“He’s 8 months”
“So little!!” katanya. Padahal kalau ketemu orang Amerika, semua mengira Khalif berusia lebih dari setahun karena termasuk gede. Ihhh…
“Really?? I think he’s big”.

Trus dia nanya lagi,
“what about him?”, menunjuk Azka
“He will be 3 on May, he’s tiny. He looks like 2” – jawab saya sekenanya.
“No, he looks like 1!!” – kata si Ibu sambil ketawa-tawa menjengkelkan.

Grrrrrrrr….

Gak penting ya postnya? haha. Tapi serius deh, kalau nanti udah jadi Ibu dan tau betapa susahnya ngasih anak makan (biar semangat makan banyak dan makan sehat), rasanya kesel aja gitu kalau dibilang kecil, kurus, dan kayak ga diurus ibunya. Huhu.

Tak apalah, yang penting Azkanya sehat, bageur, santun, makan sehat, dan proporsi tinggi dan beratnya normal – dan berada di persentil yang bagus *menghibur diri*.

2 thoughts on “Ibu Bully

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s