Target Baca Harian

Akhir – akhir ini semenjak ada TV, VCR dan DVD serta berbagai macam rupa VHS film anak-anak; Disney, Barney, Baby Einsteins, dll aktivitas harian Azka lebih banyak terpusat kepada nonton di depan televisi! Sesuatu yang sangat saya hindari sekali selama ini. Sebelum ada TV, agar saya bisa beraktivitas tenang, Azka saya kasih video lagu-lagu anak di YouTube. Hampir dua bulan ini YouTube sudah ditinggalkan dan beralih ke video.

Hal yang saya kesalkan – tentunya selain dia jadi lebih fokus ke TV, saya takut kebiasaan ini akan mempengaruhi kepada kesehatan matanya; karena kadang kalo tidak saya temani tau-tau dia sudah nongkrong beberapa jengkal dari depan TV -____-. Kalo sudah begini saya pasti langsung “Azka!! Mundur…mundur! Duduk di sofa….!”; dan tentunya tidak ada jawaban dari sang oknum terkait karena dia begitu FOKUS terhadap sajian hiburan di depannya *ugh*.

Sebetulnya menonton TV tidak sepenuhnya buruk…Karena dari video-video yang Papa Ara dan saya pilihkan, sudah kami sortir mana yang sifatnya edukatif dan tidak. Yang tidak edukatif ya tidak kami beli. Menonton Barney misalnya, Azka tidak akan duduk tenang menonton, tapi dia akan jingkrak-jingkrak dan mempraktekkan apa yang sedang Barney & Friends lakukan di video. Misal: Barney & Friends bernyanyi (dan berjoget) lagu Mulberry Bush, Azka akan lari menghampiri saya, meraih tangan saya, dan mengajak saya untuk mengelilingi sofa atau meja sambil bernyanyi “Here we go round the mulberry bush, the mulberry bush, the mulberry bush….” (Azkanya ga nyanyi, tapi joget-joget berusaha berjingkat mengikuti gerakan anak-anak di video). Atau ketika lagu “I love you” nya Barney, sekarang Azka suka berdendang lagu itu sembari memeluk saya dan Papa Ara. Huee. Yang paling berkesan adalah ketika menonton Baby Mozart dengan lagu “Rondo Alla Turca”, Azka serta merta menggerakan jemari tangannya di meja seolah-olah sedang bermain piano! Wah! Dan banyak hal lain juga yang bagus-bagus dari hasil pembelajaran dia dengan nonton video-video tersebut. Cuman..tentunya ini bukan hal yang benar, dan kalau dibiarkan terus-menerus bisa menjadi habit yang kurang baik!

Saya perhatikan dengan waktu menontonnya itu, waktu untuk bermain dan membaca jadi berkurang. Yang biasanya saya bacakan 5 – 10 buku per hari, dalam beberapa minggu terakhir mungkin hanya 2 buku per hari😦 Juga aktivitas dia bermain, yang tadinya 15 menit x 3 kali sehari floor time dengan saya, mungkin akhir-akhir ini hanya 15 menit x 1 saja. Saya merasa bersalah sekali. Maka dari itu saya mencari cara agar saya tidak lupa untuk memenuhi “target” harian membaca untuk Azka dengan memasukkan 10 buku ke box-box yang sudah saya bagi untuk seminggu. Hanya ada 4 box sejauh ini, maka bacaan hari Senin akan sama dengan Jumat, Selasa dengan Sabtu, dan Rabu dengan Minggu. Sedangkan buku – buku yang tidak cukup untuk saya masukkan di dalam box adalah buku pilihan Azka…Terserah dia mau baca yang mana. Terkadang dia ada buku yang sudah menjadi favoritnya, seperti “Wheels on the Bus” karya Raffi, “Hug” karya Jez Alborough, atau pun buku-buku Flip Flap Book dari Baby Einstein dan beberapa buku lainnya dengan Touch & Feel, sehingga selain buku-buku favoritnya tersebut Azka menolak untuk saya bacakan sampai habis. Haduh.

Target 1 Box Per Hari = 10 Buku

Btw, buku-buku yang saya bagi per-harinya di tiap-tiap box adalah buku yang memang ditujukan untuk anak seusia Azka. Jadi tidak ada buku-buku dongeng panjang, kebanyakan adalah mengenai: bentuk dan warna (shapes and colors), textures (touch and feel book), mengenal angka dan huruf, opposites, serta buku vocabulary sederhana yang menjadi kata-kata awal dalam perkembangan kemampuan berbahasanya; kata-kata dalam bahasa Inggris seperti: Dog, Bus, Cat, Kite, Book, Baby, Apple, dll. Gunakan juga alat bantu dari mainan yang dipunyai, misalkan dari buku sedang berbicara mengenai bentuk: lingkaran – ambil benda terdekat yang berbentuk lingkaran (bisa bagian bawah gelasnya, atau tutup mainan teapotnya). Jika buku mengenai warna, ambil beberapa benda dengan warna yang sama: Yellow; tunjuk di buku gambar matahari, body mainan mobil-mobilannya, mainan keju-kejuannya, atau benda lainnya dengan warna serupa. Ini akan membuat dia aware terhadap barang disekelilingnya sekaligus engaged dengan kata yang baru dipelajari. Banyak lagi cara lain pastinya.

Buku Pilihan Azka

Dalam membacakan buku juga harus diiringi dengan Ibu atau Papa sambil bernyanyi dan berintonasi yang menarik sehingga Azka akan tertarik untuk melihat. Buku-buku bergambar dengan tune yang sudah akrab seperti “Down By the Bay”, “Itsy Bitsy Spider”, atau “Mother Goose Books of Rhymes” menjadi pilihan yang menarik. Buku-buku karya Eric Carle yang sarat repetisi seperti “Brown Bear, Brown Bear, What Do You See?” atau ” From Head to Toe” adalah buku-buku awal “standar” bacaan anak-anak di Amerika sini.

Sayang, saya tidak bawa buku anak Indonesia selain “Cerita Rakyat 33 Propinsi” dan “Kisah Nabi” untuk Azka. Keduanya terlalu panjang, jadi baru 2 paragraf….Azkanya sudah hilang. Dengan begini, buku bahasa Inggris saya gubah dengan berbahasa Indonesia atau kalau sama Papa Ara, digubah ke bahasa Sunda. Yuk….

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s