“We all have our moments of brilliance and glory, and this was mine.”
― Roald Dahl, Boy: Tales of Childhood
I must admit that I hate any “Hallmark” occasions like this (yesterday was Mother’s Day), because even for any good reason it won’t make any difference from any other days for me; sad but true. Even occasions like birthdays and anniversary are not that special too, because the only thing that make it special is just me and my effort to make it special – loh kok curhat sih cyiin, heheu. As for Mother’s Day, I kinda hope it’s the time when I could get a permission to go having back massage, french manicure, or doing moms things – you got the idea. But well, every time I think about spending $40 only for 1 hr massage or $30 for making my nails looked beautiful for a couple of hours (trust me, as a stay at home mom with all the errands, the best way is to keep your nails short and not ‘fancy’) – I always negotiate with myself, let’s spend that money to something else that more long lasting (new baking trays, anyone?). Beginilah namanya juga keluarga mahasiswa beasiswaan, segala diirit-irit
Anyway, yesterday I wasn’t in the mood of just staying at home – hellooooo, 20 degree C?? Picnic please? But that’s not the only reason, I really need to go out because if I’m not doing anything at home I’d most likely burst into tears because I kept thinking about my lost of Uci and my regrets for not saying goodbye.… And also because Azka was having his 3rd birthday on last Tuesday! I promised him to go to Boston Children’s Museum – but we couldn’t make it this week. So by 2 PM when the kids refused to had their nap and keep nagging me to accompany them playing, I said: “Ok, we’re going to park! Come on!!” – Papa Ara was fast asleep, I didn’t want to bother him since he looked a bit overwhelmed with his (another) deadline for the upcoming week. And that’s the story of how I celebrate my Mother’s Day with my littles.
Made this Sugarless Banana Bread for breakfast, half with chocolate chips and half not (for Khalif)
“A, bentar Ibu mau foto dulu” – *Kemudian dicoel kuenya*
The loveliest tree near the Buttonwood Park pond
I want to do picnic in here! Indah banget apalagi pas ketiup angin dan berguguran..
I. Just. Can’t. Get. Enough. Of. You. (Baru menyadari kalau sama Khalif, gue mendadak dangdut, selalu menyapa dia dengan “Cintaku Khalif Arana”
The park was packed, we got cloudy and rainy on previous days
Carousel ride at the Zoo, it was free that day (the zoo, not the carousel)
Could stand on his own for 15 secs!
Azka’s way to wake Khalif up (he was sleepy that noon)
In the evening we went back to the park, this time with Papa Ara – so we could do the photo ‘season’ for spring. But the result is blur… heeeh.
I suppose in the end, the whole of life becomes an act of letting go, but what always hurts the most is not taking a moment to say goodbye
- Yann Martel in Life of Pi
Maafkan aku Uci…Maafkan aku kalau selama 2.5 tahun terakhir aku tinggal jauh di sini dan aku hanya pernah sekali saja mengontak uci. Maafkan aku kalau semua rasa kangen dan ingin sekedar mendengar suara dan kabar uci hanya menjadi sebuah niat tanpa aksi. Maafkan aku kalau sampai akhir hidup uci aku tidak bisa memberikan apa-apa untuk uci.. Maafkan aku tidak bisa ada disisi uci saat uci butuh bantuan untuk dirawat… Maafkan aku karena aku tidak tahu apa-apa mengenai kondisi terakhir uci… Maafkan aku Uci Angah..
….
Doaku setiap sholat selalu terucap untuk Uci.. Semoga itu yang didengar Allah SWT ya Uci.. Semoga sakit uci menjadi penggugur dosa-dosa uci..Dan sekarang uci tenang berada disisiNya.
Aku sayang uci. Sayang sekali. Peluk dan cium untuk Uci… Terima kasih sudah memberikan banyak kenangan masa kecil yang indah.. Aku selalu mengingat masa-masa tersebut dan kehadiran uci yang menjadikan segala sesuatunya lebih baik. Dari perjalanan kaki singkat ke Pulomas 3E dari 1F, atau sekedar beli es krim di toko mini, naik becak ke At-Taubah beli mie ayam, atau bajaj ke Arion untuk beli McD atau Dunkin Donut. Atau segala hal yang uci bawakan ke rumah dan membuat kami semua senang, walau pun keadaan uci sedang tidak baik, kadang dipaksakan hanya karena melihat kami senang – membuat uci bahagia. Dan banyak kenangan lain yang tertanam dalam bentuk potongan-potongan fotografis dalam otakku yang sangat minim memory card-nya ini. Satu hal yang pasti, aku (dan adik-adik) akan selalu mengingat jasa Uci Angah kepada kami dan kami sangat merasa kehilangan sekali ketika hari ini… tanggal 1 Rajab 1434 H, pukul 1 pagi dini hari kami diberi kabar bahwa uci telah meninggal dunia.
Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un – Semoga Allah memberikan tempat terbaik disisiNya untuk Uci Dahniar Iskandar ‘Angah’.
Kami semua sayang uci. Selalu.
Sebagai ibu menyusui, saya jarang atau hampir bisa dibilang tidak pernah menggunakan baju khusus untuk menyusui (selain tentunya tidak punya satu pun kalau dipikir-pikir). Awal-awal menyusui Azka sih, saya selalu menggunakan baju berkancing depan, yang kemudian saya anggap tidak terlalu praktis karena harus dilepas dulu kancingnya – repot urusannya kalau si bayi mulai lapar dan mencari-cari “makanannya”. Walhasil selama ini saya selalu pakai baju biasa saja/ kaos yang tinggal diangkat – walau keliatan sedikit bagian perut (tapi bisa tertutupi dengan apron). Huee.
Nah, bulan lalu saya dikirimi hadiah lahiran Khalif oleh sobat saya yang multitalenta (penulis, MC, dan konselor AIMI – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia ) my doll-mate Adenita, berupa dua buah baju menyusui dari Emeno Nursing Wear. Wah rasanya senang sekaliii…! Apalagi bajunya bermotif IKAT dengan kombinasi warna yang sangat harmonis dan wanita sekali; pink dan ungu. Baju yang satu lagi berwarna hitam dan putih, cantik juga dengan ruffle di bagian depannya. Atas request Ade yang ingin melihat saya memakainya, maka tadi sore saya sempatkan foto-foto, mumpung lagi Spring dan udara hangat, sudah cocok untuk pakai baju kain dan tidak berlapis-lapis jaket (walau tetep kudu pake cardigan nih difotonya, lupa dilepas, ehehe).
Terima kasih banyak ya atas perhatiannya Adenita sayang…! Bajunya nyaman dan cantik, pasti ibu-ibu bule pada banyak yang naksir nih due to the lovely Ikat pattern. Oh! And please, forgive me for the awkward pose ya… x)

Ps: I dunno why I had to hold that acorns? I’m sooooo not good at taking a selfie, definitely not a natural born swagger. Hahaha.
Pada weekdays biasanya saya sudah merancang kegiatan apa yang akan dilakukan ketika weekend: mengunjungi acara ini-itu, ke kota X atau Z, cobain makan jenis baru di restaurant yang direkomendasikan banyak orang dari situs-situs kuliner, ke museum A atau B yang sudah dicita-citakan dari lama untuk dikunjungi tapi tak sempat saja, dll. Kadang rencana berjalan mulus dan tentunya kadang tidak…. Ini semua dipengaruhi oleh waktu keberangkatan dari rumah (semakin siang bangunnya, semakin molor, semakin malas), mood anak-anak (as well as mood papa – mood Ibu mah selalu semangat yang namanya jalan-jalan ga akan ada capenya), kondisi kesehatan, dll.
Seperti yang sudah-sudah, rencana pada hari Sabtu ini sudah dirancang: tujuan utama pagi hari adalah ke Main Library New Bedford pukul 10 pagi untuk mengikuti acara musik dengan musisi dari Jerman. Pikir saya kayaknya Azka dan Khalif akan senang, karena keduanya suka sekali musik, dan terutama Azka sangat suka joget (“C’mon Bu! Dance! – ucapnya kalau denger lagu favorite beliau). Tetapi sesampainya di perpustakaan, Khalif tertidur (setelah nangis-nangis karena sepertinya dia bete pengen tidur di rumah saja) dan Azka tidak tertarik dengan acara tersebut. Yah…
Tapi ga menyesal juga, di depan perpustakaan/ city hall pohon-pohon lagi bermekaran sangat indah. Jadi foto-foto dulu lah di sana. Cantik ya?
Azka in action dengan Lomo Fisheye-nya
Hari ini 18 derajat! Wajib hukumnya leyeh-leyeh di rumput (walau ini bukan tempat yang pas untuk melakukan itu, hehe – secara depan City Hall)
Itu gedung abu-abu adalah New Bedford Main Library
Liat rumput tidak kalah indahnya, bunga-bunga dimana-mana (dengan nada Mama Lemon)
Setelahnya baru dilanjutkan ke beberapa tempat lagi. Melihat kondisi, kayaknya ga kondisif jalan jauh-jauh. Yasudah, akhirnya tempat yang dipilih adalah Dartmouth lagi dan lagi. Namun kota tetangga ini ternyata menyimpan banyak sekali tempat seru dan menarik yang belum pernah kami kunjungi! Kebanyakan adalah yang sifatnya lebih ke trail dan yang bersentuhan langsung dengan alam. Di kota ini banyak juga komunitas boating, canoeing dan kayaking. Berhubung males kalau nge-trail sendirian (papa Ara suka tidak bersemangat untuk hal yang satu ini), kali ini saya jalan-jalan sekitaran downtown di South Dartmouth saja. Hanya mampir ke tiga toko, tapi karena terlalu asyik window shopping dan foto sana-sini ternyata memakan waktu sejam…! Sementara Azka, Khalif dan Papa menunggu di mobil (karena pada tidur lagi…).
Sangat suka dengan rumah ini, posisinya persis di samping dermaga (penuh dengan ship boat)
Toko antik di Elm St, walau topi objek utamanya, tapi yang saya beli adalah Kodak Instamatic, tidak terlalu murah tapi gapapa $3.50
Lucu juga idenya, bisa buat ngaku-ngaku nenek moyang, haha
Tokonya biasa aja, tapi barang yang dijual memang sangat jadul, seru untuk hunting
Nah ini toko favorite saya. Interiornya apik sekali!
Jarang menemukan toko seperti ini di kisaran New Bedford
Barangnya bagus dan mahal. Baju nautical Made in France seperti ini harganya $92, bracelet $42. Ya wassalam….
Bagian depan tokonya biasa aja. Btw, ini mobil ownernya, apik juga
Dikasih homemade lemon cupcakes! Karena ga mau rugi, ambil dua (bahaha)
Ini toko personalized souvenir gitu untuk acara anak2; ulang tahun, baby shower, dll
Begitulah hasil jalan-jalan singkat kali ini…! Cukup menarik bukan? (apa sih ini gaya postnya kayak anak ABG, heee).
I always thought Churros is a Mexican snack (some recipes called it a Mexican Fritters) – until I posted my homemade churros last Friday on Instagram and Iria commented that churro is from Spain not Mexico! Haha – sorry for that my friend. It feels like someone said “How I love Malaysian Rendang” – maybe that kind of irritating x)
A churro, sometimes referred to a Spanish doughnut, is a fried-dough pastry—predominantly choux—based snack. Churros are popular in Spain, France, the Philippines, Portugal,Latin America (including Brazil and Spanish-speaking Caribbean islands) and the United States. There are two types of churros in Spain, one which is thin (and sometimes knotted) and the other which is long and thick (porra). They are both normally eaten for breakfast dipped in hot chocolate or café con leche (from Wikipedia)
About this recipe, I’m not complaining – since this is my first trial to make a churro. But just a little note, I made this churros by using a 2-quart sauce pan which made it kind of tangled and short. So if you want to make a straight and long churros (like the original ones), maybe try to use a large pan (> 3 quart) instead. Also for the hot cocoa it is a MUST to accompanty the churros. You won’t regret the effort of making the hot cocoa, since the result is a very deliciously naughty! *now I want to make one again. But if you lazy to make the hot cocoa, try to use Nutella as a dip. Everything tastes better with Nutella, right?
Recipes as follows and there’s a video here to give an idea to make churros (and eat it with thick hot cocoa!):
Ingredients
Churros:
8 cups vegetable for deep-frying
1 cup water
1/2 cup margarine or butter
1/4 teaspoon salt
1 cup all-purpose flour
3 eggs
1/4 cup sugar
1/4 teaspoon ground cinnamon, optional
Hot Cocoa:
4 ounces dark chocolate
2 cups milk
1 tablespoon cornstarch
4 tablespoons sugar
Directions:
Heat the oil in a deep frying pan to 360 degrees F. If you don’t have the thermometer, try using a skewer and see if it bubbles, then it’s ready to be used.
To make the churro dough, heat the water, margarine, and salt to a rolling boil in a 3-quart saucepan. Add the flour and stir vigorously over low heat until mixture forms a ball, approximately 1 minute and remove from heat. Beat eggs until smooth and add to the saucepan while stirring the mixture. Spoon the mixture into a piping bag with a star tip. Squeeze 4-inch strips of dough into the hot oil. Fry 3 or 4 strips at a time until golden brown, turning once, about 2 minutes on each side. Drain on paper towels. Mix the sugar and cinnamon in a bowl and roll the churros in the sugar mixture. Set aside until ready to serve.
To prepare the hot chocolate for dipping, place the chocolate and half the milk in a saucepan over very low heat and cook, stirring, until the chocolate has melted. Dissolve the cornstarch in the remaining milk and whisk into the chocolate with the sugar. Cook on low heat, whisking constantly until the chocolate thickens, approximately 5 minutes. Remove and whisk until smooth. Pour chocolate into cups and serve with churros. Original recipe from here.
Enjoy!
Azka loves playdough! But I don’t. Simply because it is sticky and harmful for Khalif ; Azka tend to left small pieces of the dough on the carpet where Khalif loves to pick it up voluntarily and put in his mouth. Not good. Maybe when Khalif is old enough to learn that playdough is NOT food (also sandals, pen, crayons, and any possible objects that scattered on the floor) I would be glad to buy some for them. Pinky promise, kids.
So, at this time being, why don’t we make something like playdough but edible instead? This super fun activity not only good for kids’ fine motor skill but also they learn about colors (mix two colors for the icing) and texture. Recipes as follows:
Ingredients:
For the Cookies :
1 cup butter, softened (I used margarine)
1/2 cup sugar
2 medium eggs
1/2 teaspoon vanilla extract
3 1/4 cups all-purpose flour
1/2 teaspoon baking soda
1/2 teaspoon baking powder
1/2 teaspoon salt
For the Icing:
2 cups sifted confectioners’ sugar (the sugar must be sifted)
1 tablespoon milk (adding in more if needed for proper spreading consistency)
1/2 teaspoon vanilla in place of the almond
Food coloring (use your choice of colours)
Directions:
For cookies; In a large bowl combine WET ingredients; butter with sugar, eggs, vanilla and almond extract; beat using an electric mixer on high speed until light and fluffy. In another bowl combine the DRY ingredients: flour with baking powder, baking soda and salt; gradually stir into the butter mixture until well blended. Cover bowl with plastic wrap and chill for 2 hours (or until 24 hour). Don’t skip the chill process, it’s important to work with a chill dough as it is easier to cut it out.
After chilling. Set oven to 400°F. Line cookie sheets with parchment paper (do not grease cookie sheets use parchment paper only). On a very lightly floured surface roll out the dough into about 1/4-inch thickness. Cut into desired shapes using cookie cutters, I used shaped animals cookie cutters from IKEA. Place cookies 2-inches apart on cookie sheet. Bake around 4 to 6 minutes. Remove cookies to wire racks to cool completely before icing.
For the frosting; in a small bowl mix the confectioners sugar with milk (start with 1-2 tablespoons, you will likely need more milk for the perfect spreading consistency). Beat in vanilla extract until the icing is smooth and glossy. Divide into as many separate bowls as you wish for different colours. Add in food colouring until desired intensity is achieved. Paint the icing over the cookies using a brush, or dip edges of cookies into icing. Allow to set on waxed paper. Original recipes from here.
Enjoy!
Sudah dua bulan belakangan, Azka mengikuti program Early Intervention (EI) dari Kenedy Donovan Center (KDC) New Bedford. Adapun tujuan program ini adalah untuk membantu anak-anak yang memiliki developmental delays; Early Intervention is a specialized program, certified by the Department of Public Health, that provides services to young children who have or are at risk for developmental delays.
Wait….! Apakah Azka memiliki keterlambatan dalam perkembangan/ pertumbuhan dirinya? Nah, dari hasil test Batelle Developmetal Inventory yang dilakukan oleh KDC, Azka termasuk ke dalam kriteria yang “sedikit” mengalami delay pada domain communication. Nilai yang Azka peroleh adalah 75 dari batas 77 – sementara pada bagian test lain seperti cognitive, personal-social, motor, dll nilainya bagus dan termasuk tinggi. Testnya sendiri dilakukan oleh 4 orang dari KDC, 2 diantaranya mencatat, 1 membacakan instruksi dan 1 melakukan test kepada Azka dengan cara bermain.
Sejujurnya saya sangat berharap Azka bisa masuk ke kriteria yang mengalami delay agar bisa mendapatkan service gratis ini, hehe. Gratis tentunya karena Azka ada asuransi dari MassHealth. Saya sendiri tidak khawatir sama sekali pada perkembangan speech Azka, karena sejauh ini Azka memperlihatkan progress yang sangat baik pada kemampuannya berbahasa baik Indonesia maupun Inggris. Memang sih, belum lancar sebagaiman anak-anak lain pada usianya, tapi saya yakin pada waktunya dia akan bisa berkomunikasi sama baiknya dengan teman-teman seusianya. Ohya, selain test oleh KDC, Azka juga dites oleh pihak New Bedford Public School, karena jika nantinya Azka masuk preschool pada bulan September mendatang, jika memang dia masuk pada kriteria delay, maka Azka akan mendapatkan service lain yang menguntungkan, seperti bus sekolah gratis dan akan lebih mudah masuk ke sekolah mana pun karena diutamakan. Nyatanya, setelah dites oleh pihak speech specialist dari public school, si Ibu *yang saya lupa siapa namanya* memuji-muji Azka. Dia bilang vocab-nya Azka sangat banyak dan clear, dan dia menambahkan bahwa Azka akan jadi role model yang baik di kelasnya nanti. Akhirnya, Azka ga dapet deh layanan bus sekolah gratis, huhu x)
Singkat cerita, mulai awal Maret – seminggu sekali Azka dikunjungi oleh development specialist dari KDC, namanya Miss Becky. Azka suka sekali dengan Miss Becky….! Walau awalnya saya agak ragu dengan waktu yang dijadwalkan, yakni 1 jam home visit. Wah, 30 menit dengan tutor dari PCHP (Parents-Child Home Program) yang sudah kenal baik dengan Azka saja, rasanya sulit membuat Azka fokus terus menerus duduk bermain, apalagi sejam??
Ternyata dugaan saya salah. Azka bisa bermain dan duduk manis di “mat” yang disediakan oleh Miss Becky. Permainannya macam-macam, dari mulai Playdough, puzzles, blocks, bubbles, dll. Permainanya sih biasa saja, tapi cara bermainnya memang berbeda. Azka sangat dituntut untuk ngomong (yaiyalah ya). Misalnya untuk puzzle, Azka harus minta satu demi satu gambar puzzle yang diinginkan – lengkap dengan sign language dan ucapan: “I want the sheep, please” – bukan dengan cara menebar puzzlenya di lantai dan membiarkan Azka menyelesaikan puzzlenya sendiri. Begitu juga untuk semua permainan. Seringnya sih, Azka males ngomong, biasalah anak-anak, semakin diberi tekanan dia akan semakin melakukan kebalikan dari yang diminta. Walau begitu dalam sehari-hari saya perhatikan kosa katanya Azka semakin banyak dan sudah bisa menyambung membuat kalimat panjang.
Pada suatu kesempatan, Miss Becky membawa cookie untuk diberi dekorasi
Sayangnya program ini akan berakhir tepat ketika Azka menginjak usia 3 tahun, yang mana 2 minggu dari sekarang. Saya rada sedikit menyesal sih karena melakukan late referral, kenapa tidak dari dulu mendaftarkan Azka ikut EI ini, karena dalam benak saya – saya tidak ingin menganggap Azka mengalami ‘delay’, kalau saya daftarkan dia berarti saya anggap dia “bermasalah”…! Tapi khan tidak begitu sebetulnya, program ini memberi banyak manfaat, yang utamanya saya senang karena kegiatan home visit seperti ini bagus untuk membiasakan Azka dalam situasi yang terstruktur yang akan bermanfaat bagi dia ketika masuk preschool nanti. Ya sudahlah tak apa, ini juga sudah dapet banyak manfaat dalam 2 bulan terakhir juga memudahkan Azka mendapatkan sekolah di public school. Semoga yang terbaik ya Azka….! Semangat, nak :*
Been waiting to see the bright colors of the trees… It is official now, welcome Spring! How I wish I’m in DC right now to see the Cherry Blossoms fulfilling the heart of the capital. But oh well, let’s enjoy spring in New Bedford and around. Hopefully for the next couple of weeks I could capture more colors of yellow, white, and pink – the spirit of spring!
Aren’t they the most beautiful thing? I mean, after all the dark wintery nights…
The most beautiful tree right now is probably Magnolia – with its vibrant pink!
Ah, and Happy Earth Day! I love you more and more each day, Mother Earth. Forgive me that sometimes I still do some actions that not too environmentally friendly ya…?