Summer Ride

IMG_9169Last January, when Hendra was about to go back to Indonesia for good (or temporary, I hope) he gave me some sort of items that he was about to donate to GoodWill or throw away. Some of the things that he couldn’t bring back to Indonesia because the cargo was already too full and he’s desperately need to throw this stuffs away to a good hand/ someone that he knew will use this stuffs so it won’t be wasted. I, of course, love this kinda “lungsuran” things! Many stuffs that he gave are kitchenware, because Hendra loves cooking. But the one that out of my expectation was he gave me HIS bike! It’s Schwinn and even tough its for men, I love it to pieces. I wasn’t sure at first, so I told him “Let me pay for this”, and he told me “No, this is for you, because you’re being a good mom. It’s a gift for you”. I was almost in tears, haha. No, seriously, I rarely got a compliment like that from another man, so it means a lot for me. Thank you so much Hendra..!

IMG_7342 IMG_7345

But that bike stayed in Boston for about 5 months. Our bad – we kept on postponed to pick it up; because Jan- April the weather was still too cold for pedaling. But well, that’s only our excuse, the main reason is because we just lazy. Anyhow, I used the bike just for recreational purpose, every morning when it is possible, I would happily ride along in my neighborhood – and took some pictures or not. Or later in the evening, when Ara already at home, I would have my me time going around in the neighborhood. It’s never a long ride, mostly it’s 5 miles back and forth, and I took in slow pace for 1 hour ride.

IMG_7977

With this bike, we bought some additional equipment: bike trunk rack (which I need to sell now, because we bought only for 1 bike) and a child seat. I was actually plan to buy a bicycle trailer instead child seat, but I wasn’t so sure about pulling two kids behind me with that trailer. It must be really heavy. Hfff.

IMG_9925

Now, that I have my own bike… Ara wanted one for him too. And because the model of Hendra’s bike is for men, this time we’re looking for a women’s bike – for me. I’m a bit picky when it comes to type of bike, because I wanted it to have a vintage-look or even better a real vintage bike. Most of vintage bikes are expensive. My budget always under $50 for used bike (we’re cheap like that, I know). But one afternoon, Ara told me that he passed the Thrift Store in County St, and he saw a nice red bike that looked great. At first, I was hesitant, but let’s take a look…! By the time I got to the store, it was almost 7 pm and the store already about to closed. I looked that bike, and I fell in love right away. It’s just perfectly fit for me! Model wise, color wise, brand wise, and budget wise! I love to see her, she’s so pretty or what?IMG_9612 IMG_9606

In New Bedford, there is a community New Bedford Bicycle Community; they’re always have a public meeting, usually at City Hall New Bedford every third Wednesday each month. I ALWAYS wanted to come for the meeting – but since my subscription to the newsletter community two years ago, I haven’t got a chance to come for the meeting. This month I promised to come for the meeting and join the ride with the group! Though I wasn’t so sure about the distance (they ride about 13 miles), but I’ll give it a try! Anyhow, I got featured in the newsletter this month.. yeay!NBbike

Last Sunday me and Azka went for a picnic at Buttonwood Park. Were not feeling well, but need fresh air.. so a picnic would be nice;

IMG_6649

Hope to get more bike ride this summer-autumn! Stay healthy and positive all..!

IMG_9154

#2 Main Yuk: Kirana dan Banyu

Postingan “Main Yuk” kedua ini, saya mengajak Marizka atau yang akrab dipanggil Iqa. Iqa ini adalah istri dari sahabat saya dan Ara semasa jaman kuliah di Oseanografi ITB dulu, iya ini istrinya Subki yang mukanya mirip Ariel “Peter Pan” itu. Haha.  Cerita sedikit, sekitar akhir tahun 2008, saya dan Iqa pernah sempat bekerja di sebuah perusahaan multinasional yang sama berbasis di Jakarta, di posisi dan grup yang sama pula…! Tapi pada waktu itu, Iqa resign dari perusahaan tersebut, bertepatan dengan saya masuk – secara gak langsung saya mengisi posisi kosong karena Iqa keluar. Posisi kami di dept. “Marketing Intelligence” memang masih level “cungpret” sih, cuman berasa keren aja waktu itu setiap liat kartu nama dan pake baju “seragam” kantor, hehe. Namun empat bulan kerja di sana, saya ikutan resign juga. Bukan karena perusahaannya yang gak bikin betah, in fact itu salah satu tempat kerja impian dengan tim impian (karena lucu-lucu dan pinter-pinter banget semua orang di tim kami). Kami resign dengan alasan yang kurang lebih mirip: ingin fokus menjadi istri dan Ibu Profesional. Mulia sekali ya niatan kami? :D Dan ide itu cukup dianggap gila bagi semua teman dan keluarga yang tau saat itu.IMG_20140614_133340 (1) IMG_20140604_101650 (1)

Anyhow, back to Bunda Iqa: saya selalu suka Instagram Iqa (dan Subky tentunya): foto-fotonya konsisten diambil dari sudut yang minimalis – namun tetap tidak mengurangi inti cerita dari setiap foto. Karya yang dihasilkan Kirana dan Banyu juga membuat saya berdecak kagum; utamanya Kirana. Saya tidak heran, mengingat Subki dan Iqa memiliki jiwa seni yang tinggi – foto, gambar, dan design keduanya sangatlah apik.

IMG_20140625_223024Salah satu karya Iqa (*yang saya usulkan untuk diprint dan dijual!)

Bisa ceritakan sedikit tentang seorang Iqa? Saya anak kedua dari dua bersaudara (dengan kakak perempuan). Saat ini hidup bersama seorang suami (you know who..haha) dan dua orang anak; Kirana Jade Fakhira (4.5 tahun) dan Muhammad Banyu Kamil Mecca (2.5 tahun). Dari dulu, tanpa disadari memang suka krentil-krentilan (ngumpulin benda-benda aneh yang suka dianggap gak penting sama suami karena menuhin rumah, padahal ujung-ujungnya dipake juga sama dia buat objek foto :p dan mainan krentilan jaman dulu banyak yang bisa diwariskan ke Kirana).

Beberapa aktifitas Kirana dan Banyu selama Bulan Ramadhan kemarin:

IMG_20140707_125257 PhotoGrid_1406988037614 (1) PhotoGrid_1406987599089 (1)Belajar Rukun Islam – color and shapes recognition 

PhotoGrid_1406988444236Glue and colored rice activities – belajar kalimat “Laa Ilaha illallah”2014-08-03-214618_1600x900_scrotMengenalkan waktu sholat: dengan gambar Iqa sendiri- color recognition and pincer grasp

Kenapa ingin jadi SAHM? Dari sebelum menikah memang sudah bantu Subky ngejalanin clothing line-nya, sempet sih nyobain kantoran bentar tapi makin lama ngerasain makin ngerasa gak cocok kerja kantoran, hehe…Setelah menikah tetep bantuin suami, sampai akhirnya punya anak rawat sendiri dari lahir sampai punya dua anak sekarang ; dan ternyata baru tau dari ibu, bahwa dulu waktu masih kecil banget pernah ditanya cita-cita apa, dan jawabnya “Pengen jadi ibu! Soalnya enak bisa jalan-jalan!” hahaha. (*Chica: salah satu yang bikin saya kagum nih sama Iqa: gak punya ART by choice)2014-08-03-225047_1600x900_scrot IMG_20140706_111329

Lima hal yang paling menyenangkan menjadi seorang Ibu. Melihat tumbuh kembang anak dari mulai lahir. Ada teman dan sahabat baru. Ada hiburan yang bikin ketawa cekikikan. Ada yang ngomong “Masakan Bunda enak!” :p. Ada yang mengucapkan I love you selain suami (hahahaha).

2014-08-03-225110_1600x900_scrot2014-08-03-230625_1600x900_scrot

Sejak kapan mulai DIY dan “main” dengan anak? Sejak anak pertama sebenernya. Tapi dulu lebih banyak worksheet-worksheet gitu, tapi terhenti sejak ngelahirin anak ke-2 (karena penyesuaian siklus hidup baru dengan 2 anak tanpa asisten…*u know lah ya cha….hahaha). Sampai akhirnya anak ke-2 cukup gede dan ditambah banyak liat  ibu-ibu kaya dirimu di Instagram, jadi memunculkan semangat lama lagi..!

Tema bulan Juni adalah tentang “Jungle”, semua kegiatan bulan itu adalah tentang hewan dan aktifitas safari lainnya:

IMG_20140613_112533 (1) “B” for Bear. B untuk Beruang. Letter of the day activity.

IMG_20140606_101407 (1) IMG_20140620_131735 IMG_20140628_115610 (1) IMG_20140611_195751 (1)

Biasanya dapat inspirasi dari mana? Inspirasi banyak dari Pinterest walau gak terlalu memperhatikan lagi link-linknya. *Chica: Pinterest Iqa ini rapih dan dibuat tematik, jadi kalau mau cari crafts atau DIY lebih mudah – ketimbang Pinterest saya yang scattered boardnya.

IMG_20140607_140433 Processed with VSCOcam with m5 preset

Ada tips supaya anak bisa engaged with the activities yang udah kita persiapkan? Ikut jadi kaya anak kecil, dibikin seneng, nyanyi, nari, biasanya sebelum mulai kegiatan kita ada tarian dulu; jadi sebelum mulai bermain, anak-anak sudah semangat dalam berkegiatan dan setelahnya nari-nari, keketawaan, jadi happy bawaannya selama berkegiatan.

2014-08-03-214644_1600x900_scrot

Ada perlengkapan wajib pendukung dalam bermain? Apa aja yang ada di rumah, berhubung diriku penyuka krentil dan nyimpen benda-benda yang gak penting, jadi banyak bahan untuk main dengan anak-anak :)

2014-08-03-230507_1600x900_scrot

Penasaran dengan #Kiranasownproject, kayaknya banyak banget ya.. Hehe, apa aja, dan apakah ide berasal dari Kirana, is she the one who initiate the projects? Iya, kalau yg Kirana’s own project itu emang pure ide dia dan kemauan dia sendiri. Sejak makin terjadwal kegiatan sama anak-anak dan makin banyak ATK yg tersedia, Kirana semakin banyak idenya untuk bikin-bikin project sendiri..(dan kalau lagi kebetulan lagi jam nonton, dia ada acara semacam art and craft, dia bakal pelototin dan nyimak banget sampai gak bisa diganggu). Ada beberapa yang masih butuh bantuan kalau memang harus ada yang dipotong pake cutter atau yang masih agak berbahaya buat dia.

2014-08-03-214652_1600x900_scrot 2014-08-03-230555_1600x900_scrot IMG_20140601_102722 (1)

Selain kegiatan-kegiatan di rumah, apakah keluarga kalian ada kegiatan bersama yang sering dilakukan? Sejauh ini yg baru terlaksana kegiatan bersama paling sebulan sekali ke toko buku buat beli kebutuhan selama sebulan, sekalian merasakan public transportation dan liat dunia luar :D
Thanks for your time Iqa…! Semoga semangat terus menjadi Bunda terbaik bagi Kirana dan Banyu ya…!
PS: Dear moms, if you do like this post and got inspired by Iqa or Stella:  would you mind to spread the positive “Main Yuk” spirit? Kenapa sih saya repot-repot bikin postingan Main Yuk? Jujur saja, ada sedikit kekhawatiran melihat banyak (tidak semua) dari teman dan kenalan yang saya perhatikan, tidak pagi, tidak siang, tidak malam kalau posting foto anaknya pastiii sedang melototin tablet atau gadget lainnya (Yah, walau mungkin sebetulnya main juga kali ya, cuman ga diposting x)). Khawatir kenapa? pertama dari sisi kesehatan mata (sering sambil tidur dan gelap-gelapan), kedua dari kemampuan anaknya dalam menggunakan fine dan large motor skillsnya, ketiga dalam berinteraksi sosial dan kecapakan berbahasa, keempat dalam mengamati benda-benda di sekelilingnya (using his or her senses), dll. Banyak kekhawatirannya, tapi yang utamanya itu. Baiklah, selamat bermain…! :)

#1 Main Yuk: Cerita Daffa

Dibanding social media lainnya, saat ini, bisa dibilang saya paling senang dengan Instagram. Awalnya sih, saya lebih senang follow Instagrammers dari berbagai belahan kota di dunia dan completely stranger ketimbang follow teman atau kenalan. Kenapa? Karena media untuk teman/ kenalan sudah saya khususkan di Facebook dan Path saja; sudah cukup memandangi selfie, track lari, foto anak, update location, dan berbagai masakan restoran kalian :P. Sedangkan Instagram, saya ingin yang sifatnya memang dapat menginspirasi saya berkarya, termotivasi untuk memotret lebih baik, explore tempat baru, memasak lebih variatif, hingga ide bermain dengan anak – makanya tidak semua teman saya follow di Instagram (maafkan ya). Nah, untuk ide bermain dengan anak ini sebetulnya baru 4 bulan terakhir ini saja saya dibuat semangat untuk ikutan berbagi kegiatan Azka dan Khalif (yang saya buat hashtag #Azkhaltivity), karena melihat Ibu-ibu lain memposting hal serupa. Beberapa dari mereka yang akhirnya menjadi teman baik di dunia maya, akan saya interview. Tujuannya agar teman-teman saya, sesama Ibu muda lainnya bisa ikutan semangat untuk ajak main anaknya :)

Screen Shot 2014-07-27 at 1.09.26 AM#CeritaDaffa

Saya sharing ini salah satunya karena mendapat cukup banyak tanggapan positif atas postingan Ayo Bermain! dan foto-foto #Azkhaltivity di Facebook dan Instagram. Beberapa Ibu muda lain yang anaknya masih di bawah 2 tahun juga banyak bertanya tentang kegiatan apa yang bisa dimainkan, perlengkapan bermain apa yang menunjang, beli di mana, dll. Berhubung saya juga suka mati gaya dalam mengajak anak-anak saya bermain, lebih baik saya minta ibu lain untuk berbagi cerita. Semoga bisa menginspirasi para Ibu yang juga mati gaya :D

Untuk postingan pertama ini saya mengundang Ibu Stella Sutjiadi untuk berbagi kisahnya dalam mengajak bermain putri manisnya yang saat ini berusia 26 bulan, bernama: Daffa. Saya sangat suka postingan Stella yang penuh imaginasi, rapih, orisinil, dan fun…fun..fun…!

Tell us about your self: Namaku Stella Sutjiadi. Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara.  Dari kecil aku memang suka sama seni, engga terlalu mendalami sampai gimana gimana sih hehehe..cuma inget sekali kalo dari kecil hobi banget nyanyi nyanyi sendiri, nari, gambar, mewarnai, jait jait sederhana, dan prakarya. Semakin besar, semakin suka sama hal hal yang berbau handmade :) Sampai akhirnya waktu kuliah memutuskan buat ambil jurusan desain (*Chica: Stella kuliah di ITB – tapi gak pernah ketemu yah, hehe)

Screen Shot 2014-07-27 at 1.24.11 AM Screen Shot 2014-07-27 at 1.10.25 AM
Why you decided to be a SAHM, for now, at least Kenapa memutuskan jadi SAHM..hmm..dari mana jawabnya ya..hehehe..Yang pasti dari dulu aku suka sekali sama anak anak. Jauh sebelum menikah, aku selalu bayangin kalau punya anak, aku mau turun langsung ngurus semuanya sendiri, engga pernah sekali pun terlintas buat punya suster untuk khusus mengasuh anak, karena memang aku senang berinteraksi sama anak-anak :). Dulu, sampai sering sekali terlintas pikiran naif buat jadi guru TK hehehehe. Ditambah, waktu magang saat kuliah, ternyata aku menemukan: kerja kantoran bukan passion-ku. Kalo ditanya kenapa? Engga suka aja. Engga suka terikat dengan jam, engga suka terikat dengan ruangan, dan ternyata aku engga menikmati preasure deadline. Jadi, bulat sudah : SAHM! :)) Kebetulan juga tipe profesiku bisa dijalankan dari rumah :)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.20.17 AM
She sorted the rice and the stones. Feeding each stone to every character with the same color. Motorfine exercise while picking those small stones and put the stones into those small holes. And of course learning to be patient with the whole process
Screen Shot 2014-07-27 at 1.07.09 AM
The dancing skeleton: Salt painting (garam + tempel dengan lem + tetes air).  Simple science, fine motor strength (pinch), belajar percampuran warna (merah + kuning = orange) 
Screen Shot 2014-07-27 at 1.18.22 AM Screen Shot 2014-07-27 at 1.19.21 AM Screen Shot 2014-07-27 at 1.09.48 AM
Five most joyous things for being a mother:
1. Buat aku, jadi Ibu bikin aku merasa jadi wanita seutuhnya (lagi lagi terlalu naif ya? hehehe..tapi beneran itu yg aku rasain :)). Dari mulai pengalaman hamil, melahirkan, sampe pengalaman membesarkan Daffa sampai hari ini.
2. Jadi Ibu itu selalu merasa dibutuhkan dan disayang. Buat aku itu super spesial :)
3. Jadi ibu itu selalu merasa bangga. Bangga akan perkembangan anaknya sekecil apapun itu :) Apalagi saat anak dipuji orang lain. Buat aku itu prestasi.
4. Jadi ibu itu, bikin aku belajar banyak hal baik. Terutama belajar untuk jadi lebih sabar lagi setiap harinya.
5. Jadi ibu itu, seperti punya temen baru, sahabat baru. Selalu ada yang siap menemani. semoga begitu seterusnya sampai besar nanti ya Daffa, amin :)
2014-07-30-011146_1600x900_scrot
Sejak kapan mulai “bermain” dengan Daffa? Nah ini pertanyaan yang selalu paling bingung aku jawabnya. Karna menurutku aku main sama Daffa sejak Daffa bayi. Tapi kalau main mainan yg crafty atau DIY, seingetku sekitar Daffa usia 14 atau 15 bulanan itu pertama kali aku borong perlatan craft di salah 1 toko buku deket rumah hehehe. Waktu itu kegiatan pertama kami : Bikin orang-orangan dari telur plastik :D

Screen Shot 2014-07-27 at 1.17.12 AMBermain “Kedai Es” Daffa. Memperkenalkan bentuk, fine motor exercise, follow instruction, play pretend.

Screen Shot 2014-07-27 at 1.17.43 AMUntuk permainan ini, Stella terinspirasi dari App. LEGO favorite Daffa  

Biasanya Stella dapat inspirasi dari mana? Kalau untuk inspirasi, aku banyak sekali dipengaruhi postingan ibu-ibu hebat di instagram :) beberapa diantaranya : @mamapapabubba, @teacherellaa, @creativesitters, @wilburmama, @zakiahrizky, @dianilien, dan Chica sendiri! ;D (*Chica: masih jauh ilmunya, tapi makasih ya Stell! Haha). Selain dari sana, biasanya inspirasinya dateng sendiri saat main sama Daffa, saat baca buku, ataupun saat nonton sama Daffa. Plus Pinterest dan Google tentunya! Aku belum punya Website khusus yang selalu kukunjungi. Aku biasa men-Google kegiatan yang aku cari trus dari sana pilih pilih beberapa yang menarik dan dikembangin sesuai minat dan kebutuhan Daffa saat itu :D
Screen Shot 2014-07-27 at 1.05.38 AM
Let’s help Barney & Bj filled their basket with their fave food! 
Kegiatan bermain #CeritaDaffa sangat seru, karena hampir semuanya DIY… Apa ada waktu khusus untuk mengerjakan permainan-permainannya? Wah..makasi Cha..mudah-mudahan Daffa juga merasa begitu ya! Hehehe..Untuk waktu mengerjakannya, biasanya aku sempetin di saat Daffa tidur. Terutama tidur malam. :)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.10.49 AM
DIY “Mr and Mrs Potato Head” magnet for more fun during bath time
Screen Shot 2014-07-27 at 1.14.12 AM
Tracing exercise
Ada tips bermain dengan anak agar bisa engaged with the activities, especially toddlers seusia Daffa yang masih terbatas attention spannya? Tipsnya cuma: bikin kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan anak saat itu.
Screen Shot 2014-07-27 at 1.15.14 AM
Belajar emotional expressions
Screen Shot 2014-07-27 at 1.13.39 AM
 “Apa sih itu manusia?” atau “apa sih itu hewan?” kata Daffa. Mari coba main pengelompokan ini..!
Selain kegiatan bermain di rumah, apakah keluarga kalian ada kegiatan khusus bersama yang sering dilakukan? Pastinya ada ya :) Cuma so far belum ada yang rutin atau spesial banget. Aku selalu berusaha sekali buat bisa ajak Daffa coba kegiatan baru ataupun tempat baru. Tapi karena keterbatasan waktu Bapaknya, dan Ibunya yang engga bisa nyetir ini (heeuuu…). jadi baru beberapa yang tercapai. Padahal cita-citanya pingin bisa ajak Daffa rutin ke berbagai museum, workshop untuk anak-anak, perpustakaan dan tempat tempat yang ‘berbau’ alam seperti misalnya Kandang Jurank minimal seminggu sekali.
Screen Shot 2014-07-27 at 1.12.39 AM
Go! 😄 pancing telurnya – bawa pake sendok – cemplungin ke gelas sesuai huruf di telurnya
Jadwal harian Daffa (26 bulan) sehari-hari bagaimana (waktu floor time/ nonton/ gadget – dll). Kegiatan Daffa sehari hari aku usahakan selalu ada outdoor-nya. Jadwalnya kurang lebih seperti ini :
- Biasanya pagi hari setelah sarapan kegiatan Daffa outdoor di halaman belakang.
- Setelah mandi pagi (yang selalu kesiangan hehehe) jadwalnya main di dalam rumah sampai jam 11.
- Jam 11 sampai kurang lebih jam 1 : screen time siangnya daffa.
- Jam 1 – 4 jam istirahat siang. Daffa harus ada di dalam kamar, either dia tidur ataupun engga tidur.
- Setelah jam isitrahat siang, Daffa main di dalam rumah, kecuali lagi mau diajak keliling kompleks. Biasanya aku selalu ajak Daffa untuk jalan ke lapangan di deket rumah, cuma entah kenapa sejak 2 tahun Daffa jadi lebih betah beraktifitas di dalam rumah. Beda sekali sama waktu sebelum 2 tahun yang hampir setiap saat minta keluar rumah.
- Jam 8-9 malam screen time lagi
- Jam 9 masuk kamar, persiapan tidur malam.
Kurang lebih jadwalnya seperti itu, tapi dari semua yg ketat cuma jadwal screen time nya, sisanya ngikutin mood daffa aja :)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.07.37 AM
Lets help those dinosaurs from that green slimey ooey goey! 😄 – i’m going to ask her to pick the dinosaurs with the tong, and clean up with the brush + water. At the end, i’ll let her play with the soapy slime.
Screen Shot 2014-07-27 at 1.15.58 AM
Button Exercise
Screen Shot 2014-07-27 at 1.05.15 AM
Five Little Monkeys jumping on the bed…!
Screen Shot 2014-07-27 at 1.04.36 AM
Create something with cardboard is always fun…!
Screen Shot 2014-07-27 at 1.04.17 AM
Rumah rumahan kardus yg terkadang jadi mobil2an raksasa, jadi panggung boneka dadakan, jadi gawang bola kecil, dst. – “Imagination is the beginning of creation. You imagine what you desire, you will what you imagine, and at last, you create what you will” – George Bernard Shaw
Screen Shot 2014-07-27 at 1.03.26 AM
Rocket launcher: ini buat ditiup dan terinspirasi dari buku Barney favorite Daffa…! (Awesomeness!)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.06.45 AM
Messy is fun…!
Screen Shot 2014-07-27 at 1.11.39 AM
 The messier the better :) It means that your child is having a tremendous lots of fun while playing.  Here, with ice cubes paint!
Seru banget khan aktifitasnya…! Dan setiap hari selalu ada ide baru, karena setiap hari ada hal baru yang anak kita ingin pelajari. So, keep this in mind: Play is the highest form of research, kata Einstein. And it is your job, as a parent, to create the conducive and safety place where your kids could play, learn, and use their imagination…! Terima kasih banyak Stella sudah menyempatkan diri untuk di-interview di tengah kesibukan menghadapi anak dua tahun (woohoo!)  dan berbagi beberapa kegiatan dengan Daffa..!  Buat yang punya akun Instagram, bisa langsung follow Stella yaa..!

Best Playgrounds in Greater New Bedford

Summertime means playground-hopping with these two…! It’s relatively easy to find playgrounds around New Bedford, in fact, every 1 miles or so, there will be playground – in housing area, school, library, park, or near beach. I want to update our current favorite playground area lately. It’s scattered between New Bedford, Fairhaven, and Dartmouth. Here they are:

LCpl. Matthew Rodriguez Playground

IMG_8906

The playground is aviation-themed and located at the New Bedford Regional Airport was named after Matthew Rodriguez, a marine who died during combat operations in Afghanistan. It’s open to public on May 10 2014, and we went there last week… We had a blast! I always wanted to see the sunset in New Bedford Regional Airport, to see the airplanes takeoff and landing with beautiful summer sky has been one of my “things to do for free list in New Bedford”. So when I read about the launching of this playground, I can’t wait to bring the kids there. It was one perfect evening and best ngabuburit (waiting for Ifthar time during Ramadhan) ever. Papa Ara exclaimed: “Let’s come here again, soon! This is our favorite playground!”.

IMG_8897 IMG_8903

What I love most about this playground: location, of course, it makes it very unique and additional value is how it could impact one child’s dream of becoming a pilot (or any profession related with aviation-themed. An engineer of aircraft, etc). Also, the features of the playground, cleanliness, and relatively not too crowd compare to other playgrounds. Oh, it would be even greater if it has swings though..!
IMG_8931 IMG_8937
IMG_8934IMG_8935IMG_8965
IMG_8971 IMG_8996 IMG_8999LeRoy L. Wood Elementary School

This is located in a new school in Fairhaven. With pirated-themed playground, this one suits Azka very well..! Azka loves to do a dramatic play as a Captain Hook, so it feels like a dream come true to him to keep running and play tag with other kids, pretended to be pirates..!

IMG_8748 IMG_8744 IMG_8732 IMG_8726 IMG_8700 IMG_8693 IMG_8692 IMG_8689 IMG_8685IMG_8771 IMG_8772

Other playgrounds that are our favorite too:

Hazelwood Park, New Bedford

IMG_8299 IMG_8295 IMG_8292 IMG_8290 IMG_8286 IMG_8277And: Southworth Library, Dartmouth  & Wilks Library, New Bedford playground. At some point I couldn’t find the pictures of these places. Have a great summer….!

 

Chocolate Chip Scones with Yogurt

IMG_7712

This is a late post for Father’s Day last June 15th. I gotta say, although sometimes I could be rough to Papa Ara.. And keep on pushing him to do his papa-like duties to the boys (like, do sports, cleaning the car, teach them new dua, surah, Hijaiyah alphabets or anything about Islam, really).. But Papa, in his own way, has been the kids favorite person compare to me. Papa is the one who makes them laugh by playing tag, the one who always sing his heart out with his guitar and piano, the one who’s happily do his morning duty to help preparing breakfast, potty, reading and storytelling before bedtime, and so on. Thank you Papa, we love you and always miss you while you’re in the office…! (hehe).

IMG_7701

That Sunday morning I made a Chocolate Chip Scones – and never had any buttermilk in our fridge, so I substitute with 1/4 cup water mixed with 1/2 cup vanilla bean yogurt (or any yogurt). It tasted great and the texture is what I expect from a scones.

IMG_7682 IMG_7685

 

Recipes from Joy of Baking

Ingredients:

2 cups (260 grams) all purpose flour

1/4 cup (50 grams) granulated white sugar

1 1/4 teaspoonbaking powder

1/4 teaspoonbaking soda

1/4 teaspoon salt

1/2 cup (113 grams) (1 stick) unsalted butter, cold and cut into pieces

1/2 cup (90 grams) milk or semi sweet chocolate chips or chunks

1 teaspoon pure vanilla extract

2/3 – 3/4 cup (160 – 180 ml) buttermilk ( I substitute)

Methods:

Preheat oven to 400 degrees F (200 degrees C) and place rack in middle of oven. Line a baking sheet with parchment paper.

In a large bowl, whisk together the flour, sugar, baking powder, baking soda and salt. Cut the butter into small pieces and blend into the flour mixture with a pastry blender or two knives. (The mixture should look like coarse crumbs.)  Stir in the chocolate chunks (or chips) and dried cherries. In a small measuring cup whisk together the buttermilk and vanilla extract and then add to the flour mixture. Stir just until the dough comes together (add more buttermilk or flour as necessary). Do not over mix the dough.

Transfer to a lightly floured surface and knead dough gently four or five times and then pat the dough into a circle that is about 7 inches (18 cm) round and about 11/2 inches (3.75 cm) thick. Cut this circle in half, then cut each half into 4 pie-shaped wedges (triangles). Place the scones on the baking sheet. Brush the tops of the scones with a little milk.

Bake for about 15 to 20 minutes or until golden brown and a toothpick inserted in the middle comes out clean. Remove from oven and place on a wire rack to cool.

Makes 8 scones.

First Week of Summer

IMG_7734

Summer initially started on the 21st day of June in the northern hemisphere – the summer solstice and it’s the longest day of the year. I was a little bit nervous to welcoming summer this year, because on the June 29th we started the first day of Ramadhan and this is my first Ramadhan after 4 years…! And it just happens that I have to get through 17 hours of fasting , on the early summer days, with two littles (which one of it is a TWO years old, along with some tantrums and crankiness), I was hopeless. As I started two days of fasting and being stay at home all day long (as I chose to, that I’m very scared just get in touch with the summer sun), I’m gonna say it’s not that hard if we talk about being hungry or thirsty, the hardest part is to control my emotion toward the kids. Fufufufu. I’m easily becoming irritated by their little small mistakes. I hope in the next days I could be more patient and calm with these two… Maafkan Ibu ya, Azka dan Khalif nak..!

Well anyhow, talk about the first  days of summer.. It went pretty well! We spent some weekends barefoot in the sand, got ourselves sunkissed, and lots of laundry piles up -some of it are full of sands . We always go to the beach after 4 pm, at that hour, the sun isn’t really as strong as in the morning-noon, and the temperature went down a bit, the wind breeze just what we could handle (not the one that can caused “masuk angin” kinda thing). We explore some new beaches within 40 minutes from New Bedford. If you live nearby, you probably want to check these places. Some of it aren’t free, it’s about $10-$15 per visit, but always free after 4 pm. And that exactly what we do (and save the money to but local ice cream..!) :)

1. South Shore, Little Compton, Rhode Island. I like this beach..! Some might not being comfortable with the seaweeds just hanging on the shore, and some pebbles along the way.. But we’re okay and the pebbles make a great souvenirs too (sorry, just can’t help to pick some of it). If you go there from New Bedford, use the Russel Mill Rd instead going from Interstate, that way you will be able to see the scenic view of the farm and greens along Dartmouth and Westport. It’s so lovely – especially we’re accompanied by The Stone Roses album (1989). Just a perfect soundtrack…! Review about this place is in here.

IMG_7801 IMG_7860 IMG_7873 IMG_7828 IMG_7869 IMG_7904 IMG_7757

IMG_7769

2. Gooseberry Island, Westport, MA

The small island of Gooseberry Island is the Town of Westport’s most southern point and is located off the shores of Westport, between Horseneck Beach and East Beach. We went there by “an accident”. We supposed to go to the Demarest Lloyd State Park, but we went there close to its closing hour at 6 pm. And we played at the wrong side of the beach, which is very rocky (chunks of it!). If we’re on the right side, people say that it’s beautiful and you could find the white sand along – see some sights of Blue Heron. So, we asked the lifeguard, which beach still open, free, and has a good view and he recommend us to visit Gooseberry Island – located just 15 minutes from Demarest Lloyd and near to Horseneck Beach.  I like Gooseberry, aside from the beach you can also do a recreational fishing, and use the walking path to see the southern part of this island.

Demarest Lloyd rockiest part:

IMG_8264 IMG_8274

Gooseberry Island:

IMG_8294IMG_8286 IMG_8293
IMG_8322IMG_8326 IMG_8342 IMG_8335 IMG_8339

3. Round Hill Beach, Dartmouth, MA

Mba Lia asked us to go out for a beach day, and I how could I resist..! The boys would be very happy to go with their dear Kak Jaffa, and I’ve been wanting to go to this beach after my friend told me that this place is her favorite beach because of the white sand and beautiful view. Not to mention, it feels like a private and hidden beach as well..! The only downside is the wind could be very harsh during afternoon (we went around 4.30 pm), but the kids and moms were happy and go back home with huge appetite. Thanks Mba Lia to served a very yummy Mie Goreng Ayam..!

IMG_8077 IMG_8079 IMG_8089
IMG_8096 IMG_8098 IMG_8102

4. Myles Standish, Carver/ Plymouth, MA

This one is a freshwater pond. We never been to this wide camping ground before, some of moms recommend this place. Too bad we couldn’t get to another pond, because it’s closed for public and only for those who do camping. So the only pond that open for picnic and swimming is College Pond. We went there at the wrong hour, it is at 1 pm. HOT, very hot. And I decided to swam with the boys, and Ara stayed in the shades because he hates hot. I hate hot too, but I always wanted to swim in the freshwater…so this might the only chance! The place is nice, I like it and maybe next time we could do camping in there, they got a very good reviews for the camp ground. The parking fee is only $5/car. The only sad thing that day was… When we’re about to go back home, we discovered that our car had a flat tire… And we don’t have any spare..! It took AAA 2 hours to come, the place has no service for cellphone, the payphone sucks, and the only thing we could do was using the office phone. The lifeguards are very helpful though..!

IMG_8362 IMG_8376 IMG_8379 IMG_8378 IMG_8375 IMG_8365Alhamdulillah for the beautiful June…!

IMG_8307

Weaning

IMG_7808After 744 days, we decided to end our special time together.. As much as I love breastfeeding you, Khalif, but I believe by weaning at this age, would be the best decision for you and me. You’ll be more independent, eating more various taste of solid foods, and sound asleep through the night. Sehat selalu ya, Nak..!

 

Damon Albarn and The Heavy Seas

IMG_6844

Finally, I had a chance to see my lifelong idol, live in concert, standing 1 meter in front of me, even slightly touched his arm, had an eye contact (or maybe just my imagination, haha), ..It was a dream come true. I know it is different, it wasn’t Blur. There were no Graham Coxon, no Alex James, and no Dave Rowntree… but still, it is the mastermind of Blur and Gorillaz, also some others collaborative projects of African Music, The Good, the Bad and the Queen, Rocket Juice and the moon, Dr. Dee, etc.

It is Mr. Damon Albarn….(*scream*) and his new band “The Heavy Seas” live in concert in Boston. To be honest, at first I wasn’t so sure that I want to watch him live as a “solo” musician, because I don’t want to ruin “how I feel about him”.  I’m afraid that I would ended up hating him for being old and boring. I’m talking about his new solo album “Everyday Robots” which sounds rather too mellow to me. I couldn’t imagine how the concert would be, as this is not Blur. The only upbeat song in “Everyday Robots” is “Mr.Tembo”, that’s it. And how about the rest? Apparently I was wrong…! I really heart these songs in the album: “Heavy Seas of Love”, “Lonely Press Play”, “Photographs (you are taking now)”, and “You and Me”. In a nutshell, I enjoyed the album.

Also, why I changed my mind to sell the ticket 3 days before the D-Day, was because I read an article in TIME magazine, coincidentally had Albarn featured in one column. “The Hardest-Working Man in Rock” as the title. I was ecstatic, HOW I possibly wanted to cancel to watch him LIVE? He’s DAMON ALBARN for god sake…! I. Must. Watch. Him. Live. The living legend.

IMG_7513

On that fine June 9th afternoon, I went to Boston. Papa Ara and the kids was happily dropped off me at the Bus Terminal. The concert started at 8 PM (in the ticket), I departed from New Bedford at 5 PM. When I arrived at the venue, Royale Boston, there were already a line in front of the entrance door. Not too long, maybe 20 people. I joined the line, in the hope that my 1.5 hour waiting before the concert would paid off by standing in the front row. And.. I did. There, exactly in the middle of the stage, a single spot, destined for me x) Along with the VIPs, I was standing there (with regular ticket, of course).
IMG_6739Fortunately, people surround me was Albarn’s finest fan. They came from New Jersey, New Hampshire, New York, etc. Some of them were already watched the day before in NY and another one in “Governors Ball” music festival. Basically they watched Damon for 3 days in a row. Wheww. Talking about being fortunate, sometimes I just got bad luck in concert, this one everything is (almost) perfect. I said almost, because there was a possibility for me to see him and took picture after the concert, but I had to catch the last bus to New Bedford at 11.30 PM. The young lady half-Colombian and half-Peruvian was one luckly lady, Damon held her hand for like 1 minutes in “You and Me” song and after that got to meet him in person for signature and picture. Envy. Errr.

Anyhow, the concert started at 9.30 PM – which was driving me crazy to wait that long. Tapi semua terbayar dengan penampilan Damon and The Heavy Seas yang sangat maksimal, even only for a small intimate gig like this.  The set list is a mix songs from any of Damon’s projects, and of course I WAS REALLY happy when he sang “Out of Time”, “All your life”, and… “Song 2″..! I scream my heart out when he sang those songs.. *happy tears*. I am allowed to be lebay on this very special night. Hee.

damon

Some souvenirs, taken by me with my super lame pocket camera and some from this blog.

IMG_6863 IMG_6792 IMG_6935 IMG_6899
IMG_6844 tumblr_inline_n6xyd2VEWX1qzntq3

tumblr_inline_n6xxgooHMr1qzntq3 tumblr_inline_n6xxb1BwSJ1qzntq3Did you spot me? ;))

Thank you for the finest evening, Damon Albarn (and The Heavy Seas). Still hoping, that one day I could watch you with Blur…!

 

The Greatest Gift

IMG_6667

Tanggal 1 Juni kemarin, Khalif berulang tahun yang ke-2. Tidak ada rasa galau dan gamang yang saya rasakan seperti ketika Khalif berulang tahun yang pertama, walau pastinya pikiran “I can’t believe he’s two already”  terus bergema di kepala setiap kali saya melihat si anak mungil ini. Dan setelah beratus-ratus kali menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”, saya baru sadar mengapa lirik lagu Selamat Ulang Tahun berisi ucapan “Selamat panjang umur! Kita ‘kan doakan. Selamat Sejahtera, sehat sentosa!! Selamat panjang umur dan bahagia!”. Dulu-dulu saya menyanyikan lagu itu sebatas hafalan saja, namun beberapa tahun terakhir ucapan saya setiap kali ada yang berulang tahun, kurang lebih sama: “Semoga sehat, sejahtera dan bahagia”, because actually, that’s what really matter in our life. Isn’t? 

Apa hubungannya lirik Selamat Ulang Tahun dengan Khalif?

Sehat. Sesuatu yang kadang kita abaikan sebagai satu bentuk rasa syukur. Dititipi karuna berupa anak aktif, sehat, dan lengkap adalah berkah yang tidak semua orang tua diberikan. Alhamdulillah selama ini Azka dan Khalif selalu dalam kondisi sehat jasmani (dan rohani). Namun sebuah kejadian di awal usia Khalif ke-22 bulan, membuat saya down luar biasa: Khalif mengalami serangkaian episode kejang (seizure). Patut diketahui, saya tidak pernah punya pengalaman anak kecil kejang, walau pernah sekali melihat orang kejang ketika saya sedang hamil besar Khalif. Saat itu saya pun panik luar biasa. Tapi tak pernah terpikir satu kali pun kalau itu bisa “menjangkit” anak sendiri.

IMG_6806

Selama ini Khalif adalah anak yang sehat aktif, ceria, dan suka “menggoda” kami semua (baca: menomplok dan mencakar Azka, Ibu dan Papa), namun tiba-tiba saja hari Sabtu pagi di akhir bulan Maret 2014, Khalif tak sadarkan diri sekitar 1 menit. Ya, 1 menit melihat anak tercekat, dengan bola mata rolling back, dan badan terjuntai kaku, bukanlah waktu yang singkat. Satu menit yang membuat saya histeris sejadi-jadinya dan takut luar biasa. Melihatnya dalam kondisi itu yang ada dalam benak saya hanyalah mengutuk diri, mengapa ini bisa terjadi? Bagaimana bisa?? Kalau ada apa-apa dengan Khalif lebih baik saya lenyap dari dunia ini. Dalam kondisi panik saya menghubungi 911, dan tak sampai 4 menit dari saya telepon dengan menceritakan secara singkat apa yang terjadi, mobil pemadam kebakaran dan paramedics datang tergopoh melihat kondisi Khalif yang tertidur pulas. Dari penjelasan Ara yang melihat proses hilang kesadaran Khalif, paramedics menyimpulkan bahwa Khalif terkena “febrile seizure”, artinya adalah kejang yang akan diikuti dengan demam tinggi.

Pagi itu Ibu dan Khalif pergi ke UGD dengan ambulans. Sesiangan kami cukup lega dengan penjelasan dokter di UGD, bahwa kejang ini akan bersifat sementara. Nyatanya malam itu, dan dua kali pada keesokan paginya, Khalif mengalami total 4 kali kejang dalam kurun 30 jam, yang anehnya tidak diikuti dengan demam tinggi. Apakah demam tingginya teredam karena diberi obat? Tidak jelas.IMG_1629

Lusanya, hari Selasa siang, kami pergi ke Boston Medical Center. Di sana Khalif diperlakukan selayaknya orang sakit. Sebagai Ibu hati saya begitu hancur, it was a very heartbreaking moment for me and Ara. Dan bagi Khalif sendiri, semoga saja bukan proses yang traumatik untuknya. Kepala Khalif dibalut perban dan puluhan kabel-kabel untuk test EEG (Electroencephalography), untuk memonitor fluktuasi gelombang otaknya. Oleh Neurologist yang menangani Khalif, kami disarankan untuk bermalam di RS agar proses monitor EEG bisa lebih komprehensif. Ara dan Azka (terpaksa) harus pulang ke New Bedford karena tidak diperbolehkan bermalam di RS. Baru kali itu, selama saya tinggal merantau, saya merasakan betul betapa saya butuh keluarga besar saya. Setidaknya, ada yang bisa menenangkan saya dan atau memberikan second opinion mengenai perawatan yang harus Khalif jalani. Para suster yang datang dan kebetulan melihat saya menangis membantu menenangkan dan membesarkan hati: It can be happened to everyone. Sementara Khalif, begitu pasrah, sabar dan “dewasa” dalam menghadapi perubahan mendadak yang harus ia lalui. Pemasangan kabel-kabel di kepalanya pastilah bukan hal yang nyaman, anak seusianya akan meronta-ronta. Khalif hanya diam, melihat saya dengan kebingungan dan dengan pandangan getir yang semakin menyayat hati saya; dosa apa yang saya lakukan sehingga anak saya harus melalui semua ini. Kenapa bukan saya yang sakit. Ya Rabb. Tak henti-hentinya saya menyalahkan diri saya, mencoba mengingat, apakah Khalif terbentur sesuatu? Bagaimana jika ada sesuatu pada otaknya, bagaimana kalau ini, itu, … segala kemungkinan terburuk berkecamuk.

IMG_6530

Hingga saya tersadarkan: dalam kondisi sulit atau genting, yang dibutuhkan adalah segurat optimisme dan sikap positif. Dan kondisi seperti inilah yang dinamakan ikhlas dan “serahkan semua kepadaNya”. Dia Yang Maha Tahu sebaik-baiknya perkara. Mendengarkan Al-Qur’an di tablet dan sholat membuat saya lebih legowo. Pagi harinya, saya merasa lebih tenang dan pasrah. Apa pun yang terjadi, Allah memiliki skenario yang terbaik.

Singkat cerita, Selain EEG, Khalif juga menjalani MRI (Magnetic resonance imaging) untuk scan otaknya. Berat bagi saya, untuk mengikuti semua prosedur yang diberikan RS. Setiap dokter jaga yang bergantian hadir, saya tanyai, setiap suntikan dan obat yang mau diberikan, saya interogasi terlebih dahulu. Maklumlah, Azka dan Khalif tidak pernah saya berikan obat sama sekali. Dan di RS, “seenaknya” mereka bolak-balik kasih obat x, suntik y, prosedur z. HEY, ini anak usia 22 bulan…!! Bagi para suster dan dokter, saya itu ajaib dan langka, mereka cenderung tidak siap dengan pertanyaan: “Why he has to consume that?” dan menghadapi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Saya bukan mencecar, saya hanya ingin setiap obat yang diberikan itu memang perlu dan tidak diada-adakan. Hingga waktu tengah malam, karena jengah berargumen, saya relakan si suster dan dokter melakukan apa yang memang dianggap perlu. Selain capek berdebat, saya berusaha mengikuti saran Bunda dan Mamah, “Ikuti saja yang dikatakan dokter, mereka sekolah lama dan panjang, pasti kompeten dalam bidangnya”.

IMG_3968

Alhamdulillah, dari hasil tes EEG dan MRI normal dan tidak ada indikasi epilepsi. Walau demikian ada sedikit aktifitas abnormal pada otak kiri Khalif pada waktu-waktu tertentu yang tidak mengindikasikan penyakit apa pun. Agar aman jika harus menghadapi kejang di kemudian hari, dokter memberikan resep pereda kejang, kami disarankan untuk memberikan obat oral setiap harinya kepada Khalif. Tentu saja, obat tersebut tidak pernah kami berikan kepada Khalif atas pertimbangan bahwa ini adalah unresolved conclusion.

Khalif Arana, Ibu tidak tahu apa yang terjadi dua hari sebelum Khalif berusia 22 bulan itu. Yang Ibu yakini, aktifitas otak Khalif sedang sangat aktif, dan kejang hari itu mungkin menandakan bahwa Khalif akan banyak keahlian baru. Mungkin konyol bagi yang membacanya, saya ambil positifnya dari pesan para tetua dulu: kalau anak sakit, demam, kejang: dia akan menambah kepintaran. Ibu aminkan, dan doa Ibu selalu agar Khalif diberikan usia panjang, sehat sentosa, sejahtera dan bahagia. Amin YRA.

IMG_6881

Khalif sayang, Ibu cerita sedikit tentang perjalanan Khalif di tahun kedua ini ya. Sifat yang paling menonjol dari Khalif adalah persistent luar biasa serta mandiri dalam banyak hal. Khalif bisa  pakai baju, celana panjang, kaos kaki, dan sepatu sendiri. Sesekali butuh bantuan, tapi jika diberikan cukup waktu, Khalif sudah bisa melakukannya sendiri. Lalu, Khalif suka sekali pakai baju lengan panjang, celana panjang yang harus menutupi mata kaki, dan kemana-mana senangnya pakai topi, hehe, sungguh menjaga aurat. Mungkin karena kelamaan musim dingin ya Khal.. tapi gapapa dong sesekali pakai baju lengan pendek dan celana pendek x)

IMG_0280

Khalif tidak suka disuapi, hampir setiap makan, sejak Khalif 6 bulan, lebih suka makan sendiri. Makanan kesukaan Khalif adalah oatmeal, cereal, dan hot wheat cereal (Farina). Bener-bener hambar rasanya. Heheu. Ibu bingung juga kenapa kamu suka bubur ya, padahal pas bayi jarang banget Ibu kasih bubur, karena pake ala Baby Led Weaning. Tapi bagus juga makan oat dan wheat karena kaya zat besi atau enriched with iron. Khalif sempat ada masalah dengan kadar zat besi yang rendah dalam darah, sehingga diharuskan mengkonsumsi supplement zat besi dua kali sehari dengan kadar yang sudah ditentukan dokter. Tapi tidak selalu Ibu kasih, mungkin malah hanya seminggu atau dua minggu sekali, seringnya ibu bikinkan Khalif green smoothies dengan bayam sebagai asupan zat besi. Khalif juga suka sekali yogurt vanilla dengan chia seeds. Suka banget pancake dan banana muffins yang kita buat bersama. Lalu untuk makan malam, Khalif (seringnya) hanya mau makan nasi dan kerupuk (atau chips, jika ada). Kalau ada sedikit saja rasa ayam atau ikan atau telur, langsung dilepeh -___-. Atuhlah, Khal.  Selain itu, Khalif suka banget dengan campuran alpukat dan pisang. Buah favorit Khalif adalah: pir (yang baru terungkap sebulan lalu oleh Papa).

IMG_6763

Khalif paling tidak betah berlama-lama nonton TV, bagi Khalif 20 menit sudah terlalu lama. Khalif lebih memilih pindah dari ruang tengah ke ruang bermain, di sana bisa dipastikan Khalif sedang bolak-balik satu – dua buku sendiri. Atau mengambil beberapa balok dan menyusunnya. Khalif amat suka buku The Dark oleh Lemony Snicket, Creepy Carrots oleh Aaron Reynolds, The Very Hungry Catterpilar dan seri Pete the Cat. Lagu terfavorite yang sangat Khalif nikmati ada dari Barefoot Books: Up Up Up. Animal Boogie, dan juga lagu yang kita nyanyikan bersama Five Little Ducks, Over in the meadow, dan Balonku, di luar itu Khalif suka sekali lagu Bob the Builder theme song dan Pooh Up Down Touch the Ground. Basically, hampir semua yang Aa suka, Khalif juga jadi ikut suka :)

IMG_6533

Ohya, Khalif mungkin kalau sudah besar ingin jadi petualang ya, karena Khalif suka sekali manjat dan sengaja menjatuhkan diri dari belakang sofa dan menjungkalkan diri ke kasur di bawah sofa. Pada kesempatan-keempatan tertentu, hal itu membuat Ibu “menggila”. Sampai pada suatu titik, Ibu bisa lebih santai melihat aksi akrobat Khalif. Ck ck ck.

Khalif suka sekali mencakar dan mengambil, melempar kacamata Ibu dan Papa. Perihal cakar, ketika Khalif di RS, sebagai salah satu bentuk rasa bersalah Ibu dan Papa, kami berdua pasrah dicakar Khalif yang mengamuk pada pagi hari menjelang MRI; Khalif ngamuk karena tidak diperbolehkan minum sama sekali 6 jam sebelum tes berlangsung. Pastilah Khalif marah besar, luka cakar di kedua pipi Papa cukup panjang dan dalam. Semua yang melihatnya pasti tidak tega, semacam abis dicakar kucing berkali-kali, hehehu. Mohon jangan diulangi lagi ya, Khal…

IMG_5249

Khalif hingga dua minggu sebelum usia kedua, baru bisa mengucapkan beberapa kata: “Baba” untuk Papa, “The Dark” untuk buku, “It did” satu kata dalam buku The Dark, “Pete, “Pooh” dan “Bob” . Tapi dalam dua minggu terakhir, Khalif bisa mengucapkan “duck, sun, tree, bee, owl, moon, door, turtle, nose, ears, eyes, lips, head, hands, hat, poke, squeeze, Aa, Ibu, kaya (square), kel (circle), gon (octagon), dll”. Kebanyakan dalam Bahasa Inggris, tapi tak apa, Ibu yakin kamu akan sama pandainya berbicara kedua Bahasa tersebut. Khalif juga selalu menggunakan “more” dalam ucapan serta sign language jika ingin tambah sesuatu. Penambahan vocab dan sign language ini tak luput dari peran serta Raquel dan Becky selaku speech therapist Khalif yang sudah 2 bulan terakhir datang, sejam sekali dalam seminggu untuk mengajak Khalif main dan memberi masukan ke Ibu, bagaimana cara yang efektif agar membantu Khalif mengucapkan lebih banyak kata.

IMG_6554

Kesenangan Khalif adalah main di luar, di playground tepatnya. Saat ini Khalif suka sekali naik dan turun tangga tanpa mau dibantu. Khusus untuk turun harus selalu dibantu pegang ya, Ibu belum berani melepas kamu. Di playground, kesenangan Khalif adalah main di ayunan dan perosotan. Khalif senang meniup bubble, mandi bubble-bath berlama-lama, main lempar tangkap bola, main masak-masakan dengan Aa. Khalif baru menguasai bermain clothes pins, dan senang berkonsentrasi menjepitkannya ke karton atau kontainer.

IMG_7081

Khalif kesayangan Ibu, maafkan Ibu atas segala kekurangan Ibu ya. Ibu juga masih (dan akan terus) belajar untuk menjadi Ibu yang baik, dan terbaik untuk Khalif dan Aa. Sementara ini dulu yang Ibu ingat, InsyaAllah Ibu tambahkan jika ingat ya, Nak. Sayang Ibu selalu, untuk si mungil kesayangan Ibu, Papa dan Aa.

ArIMG_6672Peluk sayang,

Ibu

DIY Lipstick Art

IMG_6480

Just had a spontaneous idea to make this lipstick stamped piece of “art”: because I got bored doing hand, feet, and potato stamped, why not lips-stamped?  Also, I just got several new cheap lipsticks from yard sale during the Memorial Day weekend and I felt like to give it for Papa Ara because he’s been so supportive and helpful with the kids and home chores. At first I wanted to wait until Father’s Day to give it to him, but it’s still two weeks from now, and we can’t wait. The process only need around 7 minutes, and that’s it! All you need is a blank paper and some lipsticks.

IMG_6450

IMG_6460 IMG_6487

 

I did this with Azka and Khalif, but they felt giddy as I applied the lipstick on their lips and they had to smack it on the paper, haha. So they did only two kisses, and the rest is mine. I know this is corny, but I think this is a very easy, personal, kinda statement card that even Hallmark couldn’t make it. Right? Right? ;) This one is Azka and Khalif’s doodles and little lips some where there, haa.

IMG_6462

 

Inspirations came from here and here. I love the “You are loved” statement, and the “You and Me, Always” is from Cardigan’s song. Maybe if you have any favorite quotes or lyrics, why not trying to write it in a piece of paper with (cheap) lipstick too, I bet your beloved ones going to be feel so special (somewhat) – and if you have a daughter (instead of sons), I think they would love to do it as a present to their Father. Just an idea ^^