#Azkhaltivity

Beberapa Ide bermain untuk anak usia 2-4 tahun – yang Azka dan Khalif mainkan dalam 3 bulan terakhir (dan terdokumentasikan) – saya baru sadar bahwa sebagian foto hanya saya upload di Facebook saja, atau di Instagram saja, tapi belum ada di blog. Sejujurnya semenjak interview Main Yuk! saya jadi agak minder setiap mau upload main di rumah #Azkhaltivity, hehe. Abisan ya, kok kayaknya keliatan banget kalau saya memang ga segitu niat bikin acara bermainnya x) WELL anywayy…. Captionnya menyusul ya ;)

IMG_9442 IMG_9444 Nocturnal IMG_9912 IMG_9256 IMG_9620 IMG_9635 IMG_9832 IMG_9842 IMG_9871 IMG_9876 IMG_9885 IMG_9894 IMG_9921 IMG_9984 IMG_6961 IMG_7007 IMG_7016 IMG_7050 IMG_7065 IMG_7081 IMG_7087 IMG_7136 IMG_7140 IMG_7143 Melon 2IMG_7591 IMG_7591 IMG_7937 IMG_7942 IMG_8087 IMG_8099 IMG_8219 IMG_8222 IMG_8472 Mail2 Whereiswal IMG_9466 IMG_9523 IMG_9593 IMG_9601 IMG_9611 IMG_9614 IMG_9658 IMG_9291 IMG_8330 IMG_9968 IMG_0049 IMG_0050 IMG_9774 IMG_9818 IMG_7011 IMG_7024 IMG_9329 IMG_9332 IMG_9340 IMG_6726 IMG_81361 IMG_9380 AaaaIMG_8330
IMG_6353

IMG_9409PirateKeliatannya seru ya? Tapi aslinya sih, kadang acara bermain ini berlangsung sangat heboh sehingga rumah sangat berantakan – ya beras bertebaran, beans di mana-mana, lantai lengket karena main dengan foam, bubble tumpah, cat belepotan, kertas berserakan, sampah daur-ulang (aka botol, kertas, tempat tissue dan kaleng bekas macem-macem) menumpuk, dll. Tapi begitulah adanya x) Kemudian, ada juga permainan yang ternyata hanya terlihat seru, padahal menurut saya jadinya buang-buang makanan: kayak spaghetti sensory play itu enggak banget menurut saya. Usahakan selalu pilih peralatan dan perlengkapan yang bisa dipakai berulang. Dan selalu ingat, hakikat dalam bermain: anak senang, ibu-papa senang, dan ide spontan jauh lebih menyenangkan dan seru…!

Some Memories – Not To Be Forgotten Along Summertime

Well, that’s the longest title I’ve ever posted in this blog! Autumn is here with rainy days in the past week and odd weather, talk about some days it was already 2 Celsius in the AM and some other days was like 23 Celsius. I wish I could stop complaining about the continuous odd weather that happen in this planet and focus to the memories we made every single days. Oh well, these are some of pictures that are too good to be kept in my cluttered folders.

We spent most of evenings at the playground or park – ride along and enjoyed the cool summer breeze:

IMG_9117 IMG_8925 IMG_8920 IMG_8911

IMG_9697 IMG_9637 IMG_9033IMG_9155IMG_9076Azka is now going to school for full days, as this is his second year of preschool – five days a week, from 8.10 AM to 2.10 PM, except Friday until 11.10 AM. This is one of the hardest decision for me to let him in the school for 6 hours (?!). He’s only 4.. I didn’t want to overwhelmed him with school. And this program is new at his school: they put together 7 role models students and 7 special needs students. My concern was mostly because during his first year of school, Azka seemed didn’t really enjoy it that much – even it was only for 2 days and only for 3 hours each days. But then, he surprised me every time I pick him after school with a big smile and non-stop chattering about what happened at school – seems that he had a great day playing with his best friends: Mason, Jayden and Rylee. Oh, Rylee is a beautiful girl and I think she’s Azka’s first love. Azka always says “I love Rylee”. Puppy love is cute, but actually I didn’t expect him to experience it at this age (heehhh).

laSTDAY

From last day of school – last June. And that blonde girl is Little Miss R :)

IMG_9167

First Day of School, Sept 8 2014. Always have to use his scooter.

IMG_9169

This year, we feel very lucky and grateful because Mr.Frank a.k.a Chico gave us weekly supply of fresh produces from Brix County Farm! He joined the Community Sharing Agriculture program, and seemed to get plenty of it – so he always gave some to his friends. Thank you Chico..! And of course, we spent lots of weekends by visiting some of the farms nearby for Pick Your Own and buy fresh eggs and fruits..!

IMG_9392

IMG_9430 IMG_9457IMG_9919IMG_9942IMG_9866

IMG_9384IMG_9415

Some of the foods I (we) cooked in Ramadhan – 17 hours fasting with two energetic kids and HOT summer days. Alhamdulillah ;)

IMG_9723 IMG_9422 hidanganberbuka food 
IMG_9518Yard sale are everywhere, and I love to find these vintage board games!
IMG_9255

IMG_9303This summer we hosted more than 20 guests from AirBnb, 1 from Couchsurfing , and 1 from Grass Root Summit from Japan. We had a wonderful time with our guests, the talks about histories and cultures especially – made me want to explore many places on earth even more..! I love that they are very open to us (knowing that we’re Muslim family with 2 kids) and comfortable with the very humble room we provide them. Oh, and our first Couchsurfing guest is a Muslim from Paris…! The very first minute I met her, we talked like we knew each others for ages. I really love this sharing economy and places idea – to connect people and be inspired.

IMG_9434

Some souvenirs from Lynda

IMG_9241

Origami session with Hiroko:IMG_9425 IMG_0071IMG_0078 Thank you for the fond memories, summer..! See you next year (I hope!)…!

#4 Main Yuk!: Dunia Katya

Finger Puppet Show

Ibu pertama di feed Instagram saya yang rajin posting aktifitas bermain dengan anak di rumah adalah: Reti; yang karena dia juga saya jadi nyobain beras warna-warni untuk sensory play dengan Azka dan Khalif. Perkenalan saya dengan Reti berawal di tahun 2009 ketika kami sama-sama nonton Coldplay “Viva La Vida Tour” di Singapore. Setelah konser tersebut, nampaknya kami belum pernah ketemuan lagi dan hanya saling update kehidupan keluarga kecil masing-masing via Fb dan Instagram. Minggu lalu, setelah melakukan riset mendalam (alias mengkepo akun Instagram Reti (@retioktania) dan blog suami). Jujur saja, saya sangat kagum dengan Reti dan Rifqi yang sebagai working parents yang selalu menyempatkan bikin dan mendokumentasikan aktifitas bermain di rumah untuk Katya. Kekagumannya tidak sebatas dalam mempersiapkan dan mengajak bermain Katya saja, tapi bagaimana Reti tetap bisa perform bagus di kantor (tahun lalu menerima Asia Pacific Recognition Award winner dari PT Ford Motor Indonesia -ini hasil kepo LinkedIn-nya Reti *sayah memang niat kalo interview orang, hehe*) dan juga aktif sebagai konselor laktasi bersama AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia).  Jadilah, saya semakin semangat ingin interview Reti untuk sharing di Main Yuk!:

Hai Reti..! Thank you udah bersedia sharing di Main Yuk! Bisa cerita tentang latar belakang dirimu? Hi Chica apa kabar? Ah senang sekaliii diwawancara sama Chica, aku pun suka sekali dengan keluarga kalian, selalu suka sama cerita dan foto foto Chica (maaci Reti..!). Baiklah, namaku Reti Oktania, anak pertama dari 2 bersaudara, usia (hampir) 28 tahun. Suamiku Rifqi Harimuji, lulusan Teknik Industri ITB dan anakku Katya Kirana Azalia usia 2 tahun 4 bulan. Aku sendiri lulusan Psikologi UI. Kebetulan saat kuliah aku suka sekali peminatan psikologi klinis dan perkembangan, termasuk keberbakatan pada anak (dan di sanalah aku bertemu dengan bundamuuu..! —> pasti killer ya beliau, eheheu). Saat ini aku bekerja full-time sebagai HR Manager di PT Ford Motor Indonesia.

Kegiatan bermain Katya selama bulan Ramadhan kemarin A-Z Islam: dibuat aktifitasnya oleh Mama Reti

Boleh cerita bagaimana pembagian waktu Reti dan Rifqi sehari-hari – Mungkin banyak juga para orang tua kantoran lainnya yang mengalami kendala dalam manajemen waktu bekerja dan membagi waktu beraktifitas dengan anak. Seneng sekali liat kalian yang sangat passionate ajak main Katya

Kunci dari pembagian waktu yang berjalan mulus selama ini ada 2: 1. Katya yang waktu tidurnya disiplin, sekitar jam 20.00-20.30 dia sudah tidur. 2. adalah waktu kerja yang flexible-working hour (thanks to kantor yang memberikan fleksibilitas untuk datang ke kantor jam berapapun asal kerjaan selesai). Pembagian waktunya kira-kira begini:

6-7.30 AM: Aktivitas bermain bersama Katya | 7.30-8.30 AM: Katya mandi dan dilanjutkan dengan bersama-sama sarapan di meja makan | 8.30-6 PM: Kerja | 6-8PM: Ngobrol sama Katya, bertanya aktivitas apa saja yang dia lakukan, dan ditutup dengan membaca bersama buku yang Katya pilih sendiri sebagai cerita pengantar tidur | 8 PM: Katya tidur | 8-10 PM: Membuat mainan untuk dimainkan bersama Katya besok pagi sambil quality chat bersama Rifqi. Kalau hari Jumat-Sabtu, jam 6-8 PM biasanya kita “open house” untuk anak-anak tetangga di Gang Raiman bermain di rumah Katya).

Dengan Teman Gang Raiman

Dengan Teman Gang Raiman

Selama Reti dan Rifqi bekerja, yang menjaga dan ajak main Katya siapa? Dan bisa share jadwal harian Katya sehari-hari bagaimana? Selama aku dan Rifqi bekerja, Katya di rumah bersama Asisten Rumah Tangga yang sudah ikut bersama kami sejak Katya baru lahir, bernama Mbak Endang. Tugas Mbak Endang memang mostly mendampingi Katya, karena untuk pekerjaan rumah tangga kami ada ART yang pulang hari. Disamping ini, mamaku seringkali datang ke rumah secara random, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain Mamaku dan Mba Endang, kami punya banyak sekali anak tetangga yang usianya tidak jauh dari Katya, mereka sering main bersama di garasi rumahku atau di depan rumah. Dan yang terakhir, untuk dapat memantau kegiatan Katya sehari-hari, aku pasang CCTV di rumah.

Miniatur Bawah Laut Katya

Miniatur Bawah Laut Katya yang bisa digerak-gerakin – dengan peralatan sederhana + imajiasi = mainan interaktif..!

Jadwal Katya: 6.00: Bangun Pagi | 6-7.30: Aktivitas bermain bersama Mama dan Papa | 7.30-8.30: Katya mandi dan dilanjutkan dengan bersama-sama sarapan di meja makan | 8.30-10.00:   Main outdoor bersama teman-teman, mostly di garasi rumah sambil makan snack siang seperti buah-buahan| 10.00-11.00:  Nonton DVD (Dora, Hi 5, Finding Nemo, Frozen – Katya nggak kami biasakan nonton TV bebas, semua ditonton melalui DVD dengan pilihan tontonan yang kami seleksi) | 11.00-12.00: Makan siang | 12.00-12.30: Mandi siang | 12.30-14.30: Tidur siang | 14.30-16.00: Aktivitas indoor didampingi mbak Endang (menggambar, baca buku, main masak-masakan, etc) | 16.00-16.30: Snack sore | 16.30-17.00:  Mandi sore | 17.00-17.30:  Makan malam | 17.30-18.00:      Nonton DVD sambil menunggu Mama dan Papa pulang. Kami tidak meninggalkan gadget di rumah, jadi sehari-hari saat kami kerja Katya tidak pernah bermain melalui gadget. However, Katya familiar dengan penggunaan gadget, karena kami kenalkan melalui aplikasi permainan puzzle dan dia suka sekali nonton video buatan papanya di hp kami. Bagi kami, kunci pengenalan gadget kepada anak ada 2: batasi dan dampingi

Percobaan Minyak vs Air

Eksperimen sederhana: Minyak vs Air

Klasifikasi Habitat Hewan

Klasifikasi Habitat Hewan

Bikin Bubble

Meniup Bubble bikinan sendiri

Sejak kapan mulai “bermain” dengan Katya? Bisa cerita pertama kali bikin DIY apa, dapat motivasi atau inspirasi dari mana? Hmmm, awal bermain dengan Katya itu saat dia usia 1,5 tahun, saat itu dia mulai lancar berkomunikasi dan mulai bisa berkonsentrasi mengerjakan sesuatu. Permainan pertama yang aku dan Katya mainkan adalah menggambar bebas aja pakai crayon, sambil melatih otot tangannya dan membiasakan dia mengunakan kertas untuk tempat coret-coret (bukan di dinding atau di tempat lain). Motivasi pertama lebih dari Katya nya sendiri, kayaknya kok udah mulai bisa dikasih stimulus lucu-lucu untuk mengoptimalkan perkembangannya. Kalau inspirasi, tentu banyak terinspirasi dari orang tua kreatif lainnya, semacam dirimu, Mbak Stella, dan Iput ☺

Eksperimen sederhana:  Baking Soda dan Cuka

Eksperimen sederhana “Gunung Api”: Baking Soda dan Cuka

img_4025

Apakah ada Web favorite untuk playschool/ homeschool activitiesYang pasti Instagram! Banyak sekali di Instagram yang menginspirasi, mungkin saking banyaknya lebih baik lihat di following list aku yang kebanyakan memang ibu-ibu kreatif. Selain itu juga Pinterest orang-orang. Untuk websitenya ada beberapa yang suka aku jadikan referensi: Play Create Explore here, Learn with play at home here, Gift of curiosity here, The imagination tree here, dan untuk yang sifatnya eksperimen kecil-kecilan bisa lihat di Arvind Gupta Toys sini.

Shaving Foam Art

Shaving Foam Art

Running Colors: eksperimen sederhana

Running Colors: eksperimen sederhana

Apa saja perlengkapan dan peralatan yang menunjang dalam bermain? Aku punya “treasure box” yang isinya peralatan tempur untuk bikin mainan Katya. Isinya yang pasti ada: lem, gunting besar, gunting untuk anak, selotip, kertas origami, krayon/pinsil warna, manik-manik, pewarna makanan. Itu adalah perlengkapan penunjang yang paling utama. Sementara bahan-bahannya lebih banyak menggunakan kardus bekas, stik eskrim, tepung terigu, gelas dan botol plastic, dll. Intinya permainan yang aku buat adalah yang bahan dan alatnya ada di rumah, jadi nggak usah repot-repot cari bahan dan alat :D

img_3895

Karena kasus di “JIS” Katya belajar menutupi bagian tubuh “Malu ihh..” kalau sampai terlihat.

Katya's Closet 2

Space Numbers 1

Space Numbers 1 – Number recognition

Space Numbers 2

Space Numbers 2: counting

Aku liat Reti suka banget bikin homemade playdough atau paint, ada resep andalan kah? Aku pernah beberapa kali bikin, cuman suka sayang – karena ga kepake lama, baru 2 minggu trus jamuran -__-, mungkin salah penanganannya ya? Iya, Katya suka sekali main playdoh, termasuk proses membuatnya. Suka sekali lihat tangan tangan kecilnya mengaduk adonan dengan semangat tanpa risih kena kotor atau lengket-lengket. Resep andalanku lumayan simple: 1 cup tepung terigu + ½ cup garam + ¼ cup air hangat + aneka pewarna makanan tetes. Cara buatnya: Campur terigu dan garam sampai merata, masukkan air hangat perlahan-lahan. Uleni adonan pakai tangan sampai kalis alias sampai tidak terasa lengket. Setelah menjadi adonan besar, tinggal dibagi menjadi bagian yang lebih kecil dan beri aneka pewarna tetes sesuai keinginan. Supaya nggak mudah berjamur, setiap habis main simpan playdoh di tempat makan kedap udara. Kalau mulai keras, masukkan ke microwave selama 30 detik ☺ (Wah, ini resep playdough yang paling simpel – tanpa cream of tartar, minyak, dan air mendidih. Nanti dicoba..!)

Playdoh Animals Fossil

Playdoh Animals Fossil

Lalu, selain kegiatan-kegiatan selama weekdays, apakah keluarga kalian ada kegiatan bersama yang sering dilakukan? Aku selalu ingat pesan ibu mertuaku yang bilang “lebih sering mana, orang tua mengantar anaknya, atau anak mengantar orangtua nya?”. Sejak dengar kalimat itu, setiap ada waktu luang bersama keluarga atau saat weekend, aku dan Rifqi putar otak cari lokasi yang nyaman untuk Katya dan pastinya bermanfaat untuk perkembangannya. Aku dan Rifqi berkomitmen kita ambil 1 hari cuti bergantian setiap bulan untuk dihabiskan seharian full bersama Katya – tanpa ada orang ketiga. Itu sebenarnya untuk meningkatkan bonding antara kami dan Katya, untuk memahami tahap perkembangan dan kebutuhannya. Kebetulan memang kami tidak punya baby sitter, jadi kalau kemana-mana saat weekend pun selalu bertiga saja. Kebetulan Rifqi suka fotografi, jadi sebagai fotografer amatiran, Katya adalah objek foto yang paling sering diambil gambarnya. Hehehe. Lokasi favorit kita adalah:

Perpustakaan: so far ada 2 perpustakaan di Jakarta yang pernah kita kunjungi yang child-friendly, yaitu Rimba Baca dan The Open Book

Weekend at Rimba Baca

Weekend at Rimba Baca

Weekend at The Open Book

Wisata Satwa: Ragunan (karena dekat rumah), Taman Safari, Kuntum Farm Field (Tajur, Bogor), Jendela Alam (Bandung), Seaworld, Ocean Dream Samudera Ancol, Istana Reptil TMII. Sejauh ini yang dekat-dekat Jakarta hanya itu sih, selebihnya ada yang di luar kota seperti Batu Secret Zoo di Malang.

Weekend at Taman Tanjung

Weekend at Taman Tanjung

Olah Fisik: kolam renang (paling sering ke Citos karena dekat), playground yang outdoor semacam Playpark dan Playhouse.

Weekend at Swimming Pool

Weekend at Swimming Pool

Taman: Alhamdulillah sekarang ada Taman Tanjung yang ada di dekat rumah, jadi kita juga lagi suka main ke taman ☺

Yeay, tempatnya seru-seru. Nah, kemarin sempet liat tentang Kembang Gula, bisa ceritakan tentang kegiatan ini? Whaaaa, senangnya Chica tau tentang Teman Bermain Kembang Gula (aku terharuuu). Jadi Teman Bermain Kembang Gula ini adalah project social yang aku inisiasi untuk anak dan orang tua yang tujuannya meningkatkan kesadaran akan pentingnya quality time bersama keluarga. Idenya simple aja, karena namanya “Teman Bermain” (bukan taman bermain), kita fasilitasi sesi playdate di Kembang Gula, dimana di sesi ini akan ada kegiatan sederhana yang melibatkan anak dan orang tua. Kegiatan yang ada di Kembang Gula sangat simple, seperti melukis bersama, membuat playdoh, bermain mencocokkan warna, bermain air, etc. Yang pasti, orang tua terlibat aktif mendampingi anak-anaknya.

Kembang Gula Sessions

Sesi Kembang Gula

Sesi Teman Bermain Kembang Gula kita buka setiap Sabtu pagi jam 9-12 siang di Rumah Katya. Karena keterbatasan tempat parkir, sesi ini kita batasi hanya untuk 3 keluarga per pertemuan. Daan yang paling penting adalah, sesi ini gratis lhooo.. Orang tua cukup membawa makanan untuk potluck, karena kita nggak menyiapkan konsumsi ☺

Kembang Gula

Kembang Gula

Kembang Gula Sessions 2

Wah! Menarik banget acaranya…! Semoga sukses selalu ke depannya ya Kembang Gula..!

Ada rekomendasi 2-5 buku yang wajib dibaca dan dimiliki untuk para Ortu atau buku favorite Katya saat ini? Aku akan bagi TOP 5 books jadi 2 bagian yaaa.. 2 buku favoritku, dan 3 buku favorit Katya.  Buku parenting favoritku: 1. The Optimistic Child by Martin Seligman Ph.D (Martin Seligman adalah psikolog yang terkenal dengan aliran positive psychology. 2. Raising Kids with Character That Lasts by John Yates & Susan Yates. Sementara buku favorit Katya saat ini: Dora The Explorer: Potty Time by Kathy Broderick. Brush Your Teeth Please by Leslie Mcguire, Jean Pidgeon dan Brain Quest for Threes Ages 3-4.

What is the most amazing thing about Katya (or what do you like most about her)? All of her. Hehe.

Aku suka karena dia menunjukkan cinta nya dengan sangat polos dan tulus, dia yang selalu kasih pelukan hangat pas aku pergi dan pulang kerja. Dia yang bisa tiba-tiba minta pulang ke rumah pas kita lagi jalan-jalan karena ingat anak ayamnya. Semua dilakukan dengan polos dan penuh ketulusan.

img_4212

Katya dan Ayam kesayangan

Aku suka bagaimana dia di setiap tahap perkembangannya, it never fails to amaze me, to surprise me. Dari dia mulai bisa berdiri, bicara, menyanyi, jalan, sampai sekarang bisa segala macam, rasanya bersyukur walaupun dengan waktu yang terbatas aku selalu bisa menyaksikan perkembangannya.

Katya Loves Animals

Aku suka Katya yang selalu memperlihatkan keceriaan. Saat bangun tidur, makan, mandi, main, dia selalu menunjukkan keceriaan, it brings positive energy to her surroundings.

Aku suka Katya yang generous. Kita tinggal di sebuah kawasan yang namanya Gang Raiman, dimana kebanyakan teman Katya berasal dari kelas ekonomi menengah-bawah. Saat dia punya sesuatu yang lebih, makanan misalnya, dia akan dengan senang bilang “ini untuk kakak kakak Raiman!”

Aku suka Katya yang selalu buang sampah di tempatnya, hehehe. Bahkan pernah di pasar tradisional, dia beli telur puyuh rebus dan langsung dibuka di tempat. Kulit telurnya dia pegang sepanjang jalan sampai ketemu tempat sampah XD

Dan di atas semua itu, aku suka bagaimana kehadiran seorang Katya bisa banyak merubah hidup aku dan Rifqi menjadi lebih baik. Bagaimana dia menjadi keajaiban di tengah-tengah kita karena sejak ada dia, kebahagiaan kita menjadi berlipat ganda ☺

—————————

That’s very lovely, Reti :) Thank you for sharing a glimpse of your life as a working and devoted mother to us…! Semoga Katya tumbuh jadi anak dan wanita cerdas, sehat, santun, kreatif, dan senang berbagi seperti Mamanya yaa…! Sukses selalu untuk Reti dalam menikmati peran menyenangkan sebagai Ibu dan wanita karir yang bersahaja. Kapan-kapan kita nonton konser Coldplay lagi sama Katya, Khalif, Azka, Atlas, dan Nara (Amiin…!).

Maine Road Trip

IMG_0591
Terakhir kami pergi road trip berempat adalah dua tahun yang lalu – bersama Akiya dan Eni ke Niagara Falls. Ketika itu Khalif masih berusia 1.5 bulan (!). Setelah dipikir-pikir nekat juga ya bawa bocah masih merah – pergi jalan darat yang memakan waktu tempuh sekitar 14 jam (akibat nyasar dan banyak berhenti). But we made it anyway without too much trouble (Alhamdulilah). Nah, tahun 2013 kami ga kemana-mana berempat, kecuali ke kota-kota terdekat saja. Setelah sedikit memaksa membujuk Papa, akhirnya beliau mau pergi road trip akhir summer ini dengan destinasi ke Maine.

IMG_0340Yeah! Kenapa Maine? Karena si Papa bercita-cita tinggal di sana in the near future, jika ada kesempatannya – karena di sana cocok banget dengan kajian riset yang sedang dia kerjakan saat ini dan cocok secara way of life (sepi, syahdu, dan kondusif – gitu lah suasananya). Kalau buat saya pribadi, saya pun senang ingin ke Maine, karena dari tahun lalu ingin mengajak anak-anak ke Acadia National Park dan mengenal kegiatan yang sifatnya lebih dekat dengan alam: camping, light hiking, trekking, fishing, kayaking, atau canoeing. Tentu saja terlalu ambisius dan ga tercapai semua “cita-cita”nya ;)

IMG_0273Azka kepingin sekali belajar mancing. Summer depan ya nak…!

Beberapa fakta tentang Maine: Maine merupakan state dengan luas wilayah terbesar di New England region, tapi jumlah penduduknya hanya 1.8 juta jiwa (bandingkan dengan Massachusetts dengan luas 1/4 Maine memiliki penduduk 6.8 juta jiwa). Kenapa? Karena sebagian besar wilayahnya masih berupa highlands, hutan dan pegunungan; bahkan saking ga ada yang menempatinya, daerah-daerah di Maine tidak memiliki nama jalan “unidentified road or something like that.

k3newengland

Walau demikian, Maine dijuluki sebagai “The Vacation State”, karena kota-kota di pesisir (coastal towns) Maine yang berbatasan dengan Samudera Atlantik sangatlah cantik dan selalu padat pengunjung – utamanya di musim panas. Kota-kota tersebut bisa dilewati dengan jalur US 1 North yang cukup tersohor untuk scenic drive-nya. Ada 3 L yang terkenal di Maine, yakni: Lobster (penghasil Lobster terbesar di US), Lighthouses (ada sekitar 71 mercusuar di sepanjang pesisir), dan L.L Bean. Yang terakhir adalah nama merek outdoor gear buat para pecinta alam – asli dari Freeport, Maine.

IMG_0007Satu lobster roll harganya $18 belum termasuk TAX. Buat saya ini kemahalan, cuman memang kerasa fresh banget lobsternya!

IMG_0605Red’s Eats di Wiscasset – kalau liat dari panjang antriannya dan review di Yelp, mungkin bisa jadi ini “The Best Lobster Roll in the world”

Dengan mempertimbangkan waktu yang ada, maka saya gak mau terlalu ambisius menghabiskan waktu di satu tempat, tapi juga gak mau hanya mampir for the sake of taking pictures. Jadi bisa dibilang jadwal perjalanan kemarin cukup santai, dinikmati, dan pas dengan pace papa Ara dan anak-anak. Lighthouse yang kami kunjungi ada 3 dari 5 target awal, yakni ke:

Nubble Lighthouse, Cape Neddick, York – yang dibangun pada tahun 1879:

IMG_9986IMG_0005

Kemudian Portland Lighthouse, Cape Elizabeth, South Portland- tertua di Amerika, dibangun pada tahun 1791:

IMG_0070IMG_0061IMG_0090Dan Owl’s Head Lighthouse dibangun pada tahun 1826:
IMG_0513

Inginnya sih, dari New Bedford ke Acadia National Park sebagai tujuan utama – melalui US1 saja. Tapi berhubung ketika kami ke sana masih dalam masa akhir liburan sekolah, dan menghindari macet, maka kami selang-seling: US1 dan US 195 N. Kami sempat singgah ke beberapa kota yang dilewati:

OgunquitAlways love small library: Ogunquit Free Library

IMG_0014 Downtown York. Love this town, the ambiance near the beach is amazing – too bad I didn’t take any pictures

IMG_0332Somewhere in Mount Desert Island. Lots of antiques stores. I heart.

IMG_0500These colorful buoys in Owls Head are everywhere outside people’s house, on the road, shops. They’re really cute!

IMG_0606It can be turned into a birdhouse too

IMG_0608 IMG_0611 IMG_0328

IMG_0130LL Bean Store in Freeport.

IMG_0574Owls Head Transportation Museum – one of the highlight of our last day trip. Yes, thats Hudson Hornet “Doc” at Cars movie

IMG_0612One of Wiscasset’s antique store. That flamingos..

IMG_0613Portland

IMG_0164There are many charming towns that we pass: Augusta (the capital), Camden, and Bath – but I  didn’t take any pictures :I

At Acadia National Park:

IMG_0201Cadillac Mountain. The view was spectacular – these pictures don’t do it justice

IMG_0215 IMG_0211

IMG_0351Sand Beach, Acadia IMG_0386I turned 30 years old that day..! August 31, 2014. Officially OLD but always 22 at heart x)

IMG_0374

IMG_0233Jordan Pond House

IMG_0368

IMG_0282Light trekking to Schoodic Head

IMG_0299Schoodic Peninsula

IMG_0263Frazer Point

Bar Harbor, kota di Mount Desert Island, tempat di mana sebagian besar Acadia National Park berada:

IMG_0461 IMG_0464

Sebetulnya yang paling berkesan dari trip – selain perjalanannya itu sendiri yang sarat drama dan tangisan (talk about traveling with a 2 year old boy), adalah tempat kami tinggal selama di Maine. Kami tinggal di tiga tempat AirBnb: Freeport, Sullivan, dan Rockland. Awalnya saya pengen ajak nginep di yurt  dan farm (beneran farm) – cuman ternyata ga dapet karena suda dibooking orang dna yang satu lagi minimum 3 malam. Tapi kami senang, di ketiga tempat tersebut ada karakteristiknya masing-masing: host pertama (Lyra dan Peter) adalah musisi yang sudah malang melintang keliling panggung eropa, jadi banyak alat musik cukup ajaib di rumah mereka – selain solar panel, fire place, dan hot tub.

LyraHost kedua (Chris dan Tora) adalah pasangan yang menurut saya dan Ara sangat keren. Chris adalah boatmaker, fisherman, dan firefighter, sedangkan Tora merupakan profesor di Teknik Lingkungan di universitas setempat. Rumah mereka dibangun by hand from scratch. Kami bahkan bisa melihat perahu bikinan Chris lagi parkir di sebuah garasi besar.

suli

Sedangkan host ketiga adalah Bridget dan Ralph – yang memiliki 20 ayam dan mengambil fresh eggs dari sana setiap harinya, garden dengan sayuran macam-macam, serta rumahnya sendiri cukup unik – berusia 100 tahun dan penuh perkakas vintage. BridgetSingkat cerita, segala interaksi kami dengan para host telah memberikan banyak inspirasi untuk rencana-rencana kami untuk beberapa tahun mendatang. Semoga ada kesempatan dan keberuntungan untuk merealisasikannya…! Amin. And I very much looking forward for the next road trip – hopefully soon..!

#3 Main Yuk!: Made by Raka

Beberapa hasil karya Raka yang dipajang di tembok kamarSemakin hari semakin banyak Ibu yang memposting (di Instagram) kegiatan bermain di rumah dengan anaknya, seneng deh lihat aktifitas yang dipersiapkan Ibu-ibu berdedikasi itu. Kadang bikin terperangah saking “WOW kok kepikiran ya bermain itu!” atau WOW! kok sempet aja bikin DIY game serapih itu!”, dan komen-komen dengan nada serupa, hehe. Sebelum follow Ibu lain di Instagram, saya suka intip dulu gallery fotonya (yaiyalah), memastikan bahwa saya akan cocok atau tidak dengan postingan kegiatan bermain dengan si anak. Loh? Memang ada ya kegiatan bermain yang tidak cocok? Hehe. Iya, ada. Saya, pada dasarnya senang jika kegiatan bermain dengan anak adalah sesuatu yang tidak melulu angka dan huruf (tetap perlu, tapi tidak selalu),  tapi juga yang eksplorasi dengan alam, kegiatan dengan komunitas, kegiatan eksperimen atau science, dll. Intinya sih…  dalam beberapa kali kesempatan, akhirnya saya unfollow beberapa akun yang membuat saya jadi men-judge si Ibu: “Ih… kok anaknya belum juga 2 tahun udah diajarin calistung?”. Ahh… daripada suudzon (dan nyinyirisme), lebih baik unfollow saja… Beres, ya khaan – anak orang kok dipikirin x) Hehe.

Tapi banyak juga ibu-ibu lain, yang sehati – walau saya tidak segigih mereka dalam mempersiapkan dan eksekusi kegiatan bermain. Salah satunya adalah Ibu yang akrab dipanggil Iput, dan dikenal sebagai @iburakarayi di Instagramnya. Waktu itu follow Iput, atas rekomendasi dari Stella. Langsung saja yaa kita simak sesi sharing dengan Iput!

Hello Iput, bisa cerita tentang latar belakang dirimu? Hai, aku Iput! Aku anak pertama dari dua bersaudara (keduanya perempuan). Alhamdulillah, sekarang jadi yang paling cantik di rumah karena kedua anakku adalah laki-laki: Muhammad Raka Radithya Anwar (4 tahun)  dan Ibrahim Rayi Prayata Anwar (4 bulan) hehe. Mengurus dua anak laki-laki adalah hal baru buatku, jadi justru banyak belajar tentang mengurus anak laki-laki itu dari suami. Sekitar 3 tahun yang lalu, aku menyelesaikan pendidikan Magister Psikologi Profesi di UGM Yogyakarta. Peminatan yang aku ambil sejak S1 adalah Psikologi Pendidikan (S1 di Psikologi Atma Jaya Jakarta).

2014-09-20-183820_1600x900_scrot

Bisa ceritakan kesibukan saat ini (selain jadi Ibu super bagi Raka dan Rayi)? Selain bertugas sebagai ibu, aku juga menjadi freelancer di beberapa biro psikologi. Alhamdulillah bidang kerjaku memungkinkan aku untuk bisa merasakan jadi ibu rumah tangga sekaligus menjadi wanita yang bekerja. Tapi kalau dilihat-lihat waktu kerjanya, aku lebih banyak di rumah ketimbang di luar rumah. Biasanya kalau ada kerjaan di luar hanya untuk melakukan pengetesan atau wawancara, selebihnya di rumah untuk menyelesaikan laporan hasil tes. Buat aku anak-anak dan suami yang utama, jadi diambil atau tidaknya suatu kerjaan tergantung dari kondisi rumah atau keluarga, tergantung diijinkan suami atau tidak, dan anak-anak kondisinya sedang fit atau tidak. Sejak hamil Rayi 8 bulan aku belum ambil kerjaan lagi hingga saat ini karena masih ingin fokus sama anak-anak di rumah. InsyaAllah bulan depan baru akan mulai ambil kerjaan lagi.

Salah satu aktivitas science sederhana untuk Raka

Membuat rumah kurcaci dari piring dan gelas plastik bekas

Membuat rumah kurcaci dari piring dan gelas plastik bekas

Wayang sederhana dari dedaunan

Wayang sederhana dari dedaunan

Sejak kapan mulai “bermain” dengan anak-anak? Sepertinya “bermain” dengan anak-anak memang sudah jadi passion aku sejak dulu. Aku senang terlibat dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak. Saat  kuliah S1, aku beberapa kali terlibat dalam kegiatan dimana pesertanya adalah anak-anak, seperti bergabung dengan tim pelatihan di sekolah-sekolah dan kegiatan summer camp untuk anak-anak usia TK-SD. Aku juga pernah jadi guru di sebuah preschool sejak tahun terakhir kuliah S1 sebelum akhirnya harus berhenti karena akan ‘hijrah’ ke Jogja untuk meneruskan pendidikan S2. Bahkan ketika mengerjakan tesis S2 pun aku sengaja memilih lokasi penelitian di TK supaya bisa sambil bermain dengan anak-anak dan jadi semangat untuk mengambil data hihihi… Kalau bermain dengan Raka Rayi tentu sejak bayi, tapi mulai memposting kegiatan ‘belajar’ Raka dengan hashtag(#) madebyraka itu kurang lebih sejak Raka usia 2 tahun.

Salah satu postingan awal aktivitas bermain Raka di rumah (2 tahun)

Salah satu postingan awal aktivitas bermain Raka di rumah (2 tahun)

Hot race bikinan Ibu buat Raka yang setiap ke mall rajin bawa hotwheel nya supaya bisa main di hot race

Hot race bikinan Ibu buat Raka yang setiap ke mall rajin bawa hotwheel nya supaya bisa main di hot race

Robot karya Raka dan Ibu dibuat dari karton bekas tisu gulung

Robot karya Raka dan Ibu dibuat dari karton bekas tisu gulung

Selama ini dapat inspirasi bermain dari mana saja? Aku paling sering cari inspirasi bermain dari Pinterest dan subscribe channel PBS Parents di You Tube. Untuk ide awalnya sendiri biasanya tergantung dari Raka. Apa yang sedang menjadi ketertarikan Raka berusaha aku fasilitasi dengan mencari inspirasi kegiatan dari Pinterest atau You Tube.

DIY Board Game (I was like, WOW!)

DIY Popsicle untuk bermain Memory Game

Eksperimen sederhana tentang mengapung dan tenggelam

Eksperimen sederhana tentang mengapung dan tenggelam

Di Instagram, banyak Ibu yang sharing aktifitas bermainnya dengan anak.. Apakah ada rekomendasi buat Ibu lain, kalau mau “mem-follow”?  Nah di Instagram juga sekarang Alhamdulillah udah banyak banget ya ibu-ibu yang kreatif untuk memfasilitasi anak-anaknya belajar di rumah.. yang tentunya sangat hits adalah ibunya daffa @stellasutjiadi dan mamanya Armand @zakiahrizky. Lalu aku juga suka sama ide-ide bermain dari mamanya Katya @retioktania karena banyak science nya jadi bisa dicontek untuk ide bermainnya Raka.

Media berlatih mengikat tali sepatu dan lacing yang dibuat dari kardus bekas

Media berlatih mengikat tali sepatu dan lacing yang dibuat dari kardus bekas

DIY Puzzle huruf hijaiyah dari karton cereal

Bulan Agustus lalu, Iput mem-posting video Raka sedang berbicara tentang fungsi alat pencernaan dengan fasih. Untuk anak yang belum juga berusia 4 tahun kala itu, saya cukup terkesima dengan cara Raka dan “alat peraga” yang dipersiapkan bersama oleh Iput dan Raka.

Aku sangat terkesan dengan aktifitas mengenal tubuh.. Apalagi Raka yang bisa dengan lugas menceritakan tentang bagaimana makanan dicerna. Hohoho. Bisa ceritakan tentang “tema” ini? Wih makasih ya, Cha, hehe.. Iya itu kebetulan karena Raka lagi banyak tanya tentang bagian tubuh, tentang gimana makanan bisa masuk perut, tentang oksigen, dsb. Akhirnya aku beliin buku Ensiklopedia Cilik yang tentang Tubuh Kita. Ternyata abis baca buku itu dia malah makin banyak tanya, hahaha.. akhirnya aku cari-cari inspirasi kegiatan yang bisa memudahkan anak seumur Raka memahami kerja organ tubuh, dan jadilah “prakarya” organ tubuh yang aku posting di Instagram itu. Terakhir juga kami belajar tentang nama-nama gigi dan fungsinya, dan setelah itu masih ada utang proyek untuk menjelaskan tentang fungsi lidah dan bagaimana lidah mengecap rasa manis, asin, dst :)

2014-09-20-183706_1600x900_scrot

Ide brilian untuk menjelaskan fungsi bagian dalam tubuh dan alat pencernaan

Gigi raksasa hasil karya Ibu dan Raka untuk belajar tentang nama-nama gigi dan fungsinya masing-masing

Wah! Mantap. Nanti dicontek yaa idenya :D Ada tips bermain dengan anak agar engaged with the activitiesDisesuaikan dengan usia, minat dan karakter tiap anak. Pasti sudah banyak mendengar tentang gaya belajar audio, visual, dan kinestetik. Ada anak yang lebih mudah memahami sesuatu cukup dengan mendengar, ada yang dengan melihat, ada yang perlu bergerak atau praktek, dan ada yang kombinasi dari dua atau ketiganya. Contoh sederhananya adalah aktivitas bercerita. Ada anak-anak yang mudah menangkap cerita hanya dengan melihat gambar dari buku yang berwarna-warni atau membacanya sendiri (bila sudah bisa membaca) dan ada yang lebih tertarik bila ceritanya disampaikan oleh orang lain (mendengar dongeng). Kalau anaknya aktif, kegiatan apapun sebaiknya dikombinasi dengan aktivitas bergerak, seperti melompat, berlari, memanjat, menari, dsb. Kalau anaknya berminat dengan seni lukis, kegiatan yang diberikan dapat disertai dengan aktivitas menggambar atau mewarnai. Tapi yang paling penting adalah disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Jangan terlalu sulit tapi juga jangan terlalu mudah dalam memilih dan memberikan aktivitas untuk anak.

Raka hobi banget main hujan-hujanan

Raka hobi banget main hujan-hujanan (sambil main bubble bikinan sendiri)

Simple puppet dari kertas warna

Simple puppet dari kertas warna

Roket dari kardus untuk properti photobooth di acara ulang tahun Raka

Memang beda ya jawaban dari Psikolog, haha. Iya, setuju sekali dengan jawabannya. Lalu, apa ada perlengkapan/ peralatan khusus yang menunjang dalam bermain? Kertas putih, kertas warna-warni, dan alat mewarnai (krayon, spidol, pensil mewarnai, dan cat air) wajib ada di rumah. Aku senang pakai krayon “Color Peps Smart Plastic” dari Maped. Karena kalau dipakai tidak kotor di tangan dan sisa-sisa mewarnainya tidak akan mengotori kertas seperti krayon pada umumnya. Aku juga ‘koleksi’ karton, kardus, dan kaleng bekas yang kira-kira bisa dipakai untuk membuat mainan baru. Kebiasaan yang satu ini udah ‘menular’ ke Raka, sampai-sampai kadang kotak karton yang masih digunakan juga diambil oleh Raka dengan alasan ia ingin membuat mainan atau wayang dari kotak itu hihihi.

Raka sudah mulai punya inisiatif sendiri memanfaatkan kardus bekas untuk membuat sesuatu seperti rumah-rumahan dan wayang

Raka sudah mulai punya inisiatif sendiri memanfaatkan kardus bekas untuk membuat sesuatu seperti rumah-rumahan dan wayang

Cocok deh dengan hobby aku yang juga menyimpan recyclable materials buat dijadikan mainan anak-anak :D. Nah, selain kegiatan2 di rumah, apakah keluarga kalian ada kegiatan bersama yang sering dilakukan? Ada. Aku dan Raka berenang minimal sekali dalam seminggu, biasanya setiap hari Selasa atau Rabu. Setiap weekend wajib berkunjung ke rumah kakek neneknya Raka Rayi yang kebetulan lokasi rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah kami. Sebisa mungkin dalam sebulan kami menyempatkan ‘jalan-jalan’ ke tempat baru yang menyenangkan untuk anak-anak (untuk yang satu ini aku sering cari inspirasi dari liburananak.com. Lalu setiap 4-6 bulan sekali, kami bersama-sama memilih pakaian dan mainan lama yang masih layak digunakan untuk disumbangkan ke panti asuhan.

Betah berlama-lama di Rimba Baca

Betah berlama-lama di Rimba Baca

Jalan-jalan ke museum polri

Jalan-jalan ke museum polri

Wisata naik bus tingkat

Setuju banget! Aku senang tempat jalan-jalannya: we should always be a tourist in our own town (menjelajahi kota), mengunjungi tempat di mana anak bisa berinteraksi dengan community helpers, seperti ke peternakan, perpustakaan, kantor pos, kantor polisi, kantor pemadam kebakaran, dll. Buat yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, nampaknya Rimba Baca bisa dijadikan salah satu tempat kongkow anak yang menyenangkan sekali! 

Oke, pertanyaan terakhir, berhubung dirimu Psikolog dan Ibu yang tampak sabar (hehe). Saat ini Azka sudah mulai “agak susah” jika diminta sesuatu, pasti dia melakukan yang sebaliknya – plus saat ini Khalif yang berusia 2 tahun cukup menantang dengan “the terrific two”nya. Ada metode khusus kah dalam memahami anak-anak ini? (hehe)

Anak-anak pada dasarnya memang senang eksplorasi dan eksperimen, termasuk eksperimen respon orang tuanya kalau dia melakukan sesuatu hehe.. Jika anak usia 2-4 tahun sedang mengembangkan kemandirian, anak 4-5 tahun sedang mengembangkan inisiatif. Jadi cara menegur anak memang harus diperhatikan agar tidak mengakibatkan anak di lain waktu jadi kurang berani dan takut salah atau takut mencoba. Kalau dari aku pribadi nggak ada metode khusus, sih.. Disesuaikan aja sama situasi, kondisi, dan mood si anak aja. Ketika situasi, kondisi, dan mood anak lagi ‘enak’ bisa saja anak diajak diskusi saat itu juga tentang kenapa anak harus dengar apa kata orang tua, apa manfaatnya buat dia, dan bagaimana bila dia ‘nggak nurut’. Intinya jangan sekali-kali mengajak anak bicara apalagi diskusi ketika dia sedang marah, nangis, bete, rewel, dan kawan-kawannya hehehe..

Kalau situasi kondisinya mengharuskan anak untuk segera melakukan apa yang kita minta (misal harus segera mandi karena mau sekolah, harus berhenti lari-lari di jalan karena bahaya, atau ketika anak sedang merusak sesuatu) kita nya tentu harus tegas dan lebih ke arah memberi perintah, kalau perlu anak bisa kena time out bila tidak ikut perintah orang tua. Baru di lain waktu atau ketika situasinya sudah santai, orang tua mengajak anak berdiskusi tentang apa yang telah terjadi. Time out aplikasinya bisa beragam, nggak melulu dikurung di ruangan atau anak disuruh diam di pojok ruangan, tapi orang tua mendiamkan anak dan tidak memberi perhatian juga sudah bentuk dari time out. Dalam hal ini anak akan belajar tentang konsekuensi dari perilakunya. Pemberian time out juga harus konsisten, kalau ‘belang-bentong’ alias sekarang boleh besok nggak boleh dan sebaliknya, anak bisa-bisa jadi akan menggampangkan aturan.

Baiklah..! Itu dia sih, konsistensi ya. Kadang aku merasanya masih suka permisif, kadang bolehin – kadang enggak, belum lagi Papa-nya yang memang konsisten bilang enggak untuk hal-hal terentu tapi sering kali aku IYA kan, for the sake of menghindari whining dan kawan-kawannya ;)

Thank you Iput atas waktu dan kesediaannya untuk berbagi dan bercerita disela-sela kesibukannya mengurus anak bayi dan preschooler. Semoga selalu berkah keluarganya, salam sayang untuk Raka dan Rayi..! Tetap berkarya yaa Ibu dan #madebyraka…!

Summer Ride

IMG_9169Last January, when Hendra was about to go back to Indonesia for good (or temporary, I hope) he gave me some sort of items that he was about to donate to GoodWill or throw away. Some of the things that he couldn’t bring back to Indonesia because the cargo was already too full and he’s desperately need to throw this stuffs away to a good hand/ someone that he knew will use this stuffs so it won’t be wasted. I, of course, love this kinda “lungsuran” things! Many stuffs that he gave are kitchenware, because Hendra loves cooking. But the one that out of my expectation was he gave me HIS bike! It’s Schwinn and even tough its for men, I love it to pieces. I wasn’t sure at first, so I told him “Let me pay for this”, and he told me “No, this is for you, because you’re being a good mom. It’s a gift for you”. I was almost in tears, haha. No, seriously, I rarely got a compliment like that from another man, so it means a lot for me. Thank you so much Hendra..!

IMG_7342 IMG_7345

But that bike stayed in Boston for about 5 months. Our bad – we kept on postponed to pick it up; because Jan- April the weather was still too cold for pedaling. But well, that’s only our excuse, the main reason is because we just lazy. Anyhow, I used the bike just for recreational purpose, every morning when it is possible, I would happily ride along in my neighborhood – and took some pictures or not. Or later in the evening, when Ara already at home, I would have my me time going around in the neighborhood. It’s never a long ride, mostly it’s 5 miles back and forth, and I took in slow pace for 1 hour ride.

IMG_7977

With this bike, we bought some additional equipment: bike trunk rack (which I need to sell now, because we bought only for 1 bike) and a child seat. I was actually plan to buy a bicycle trailer instead child seat, but I wasn’t so sure about pulling two kids behind me with that trailer. It must be really heavy. Hfff.

IMG_9925

Now, that I have my own bike… Ara wanted one for him too. And because the model of Hendra’s bike is for men, this time we’re looking for a women’s bike – for me. I’m a bit picky when it comes to type of bike, because I wanted it to have a vintage-look or even better a real vintage bike. Most of vintage bikes are expensive. My budget always under $50 for used bike (we’re cheap like that, I know). But one afternoon, Ara told me that he passed the Thrift Store in County St, and he saw a nice red bike that looked great. At first, I was hesitant, but let’s take a look…! By the time I got to the store, it was almost 7 pm and the store already about to closed. I looked that bike, and I fell in love right away. It’s just perfectly fit for me! Model wise, color wise, brand wise, and budget wise! I love to see her, she’s so pretty or what?IMG_9612 IMG_9606

In New Bedford, there is a community New Bedford Bicycle Community; they’re always have a public meeting, usually at City Hall New Bedford every third Wednesday each month. I ALWAYS wanted to come for the meeting – but since my subscription to the newsletter community two years ago, I haven’t got a chance to come for the meeting. This month I promised to come for the meeting and join the ride with the group! Though I wasn’t so sure about the distance (they ride about 13 miles), but I’ll give it a try! Anyhow, I got featured in the newsletter this month.. yeay!NBbike

Last Sunday me and Azka went for a picnic at Buttonwood Park. Were not feeling well, but need fresh air.. so a picnic would be nice;

IMG_6649

 

IMG_6635

Hope to get more bike ride this summer-autumn! Stay healthy and positive all..!

IMG_9154

#2 Main Yuk: Kirana dan Banyu

Postingan “Main Yuk” kedua ini, saya mengajak Marizka atau yang akrab dipanggil Iqa. Iqa ini adalah istri dari sahabat saya dan Ara semasa jaman kuliah di Oseanografi ITB dulu, iya ini istrinya Subki yang mukanya mirip Ariel “Peter Pan” itu. Haha.  Cerita sedikit, sekitar akhir tahun 2008, saya dan Iqa pernah sempat bekerja di sebuah perusahaan multinasional yang sama berbasis di Jakarta, di posisi dan grup yang sama pula…! Tapi pada waktu itu, Iqa resign dari perusahaan tersebut, bertepatan dengan saya masuk – secara gak langsung saya mengisi posisi kosong karena Iqa keluar. Posisi kami di dept. “Marketing Intelligence” memang masih level “cungpret” sih, cuman berasa keren aja waktu itu setiap liat kartu nama dan pake baju “seragam” kantor, hehe. Namun empat bulan kerja di sana, saya ikutan resign juga. Bukan karena perusahaannya yang gak bikin betah, in fact itu salah satu tempat kerja impian dengan tim impian (karena lucu-lucu dan pinter-pinter banget semua orang di tim kami). Kami resign dengan alasan yang kurang lebih mirip: ingin fokus menjadi istri dan Ibu Profesional. Mulia sekali ya niatan kami? :D Dan ide itu cukup dianggap gila bagi semua teman dan keluarga yang tau saat itu.IMG_20140614_133340 (1) IMG_20140604_101650 (1)

Anyhow, back to Bunda Iqa: saya selalu suka Instagram Iqa (dan Subky tentunya): foto-fotonya konsisten diambil dari sudut yang minimalis – namun tetap tidak mengurangi inti cerita dari setiap foto. Karya yang dihasilkan Kirana dan Banyu juga membuat saya berdecak kagum; utamanya Kirana. Saya tidak heran, mengingat Subki dan Iqa memiliki jiwa seni yang tinggi – foto, gambar, dan design keduanya sangatlah apik.

IMG_20140625_223024Salah satu karya Iqa (*yang saya usulkan untuk diprint dan dijual!)

Bisa ceritakan sedikit tentang seorang Iqa? Saya anak kedua dari dua bersaudara (dengan kakak perempuan). Saat ini hidup bersama seorang suami (you know who..haha) dan dua orang anak; Kirana Jade Fakhira (4.5 tahun) dan Muhammad Banyu Kamil Mecca (2.5 tahun). Dari dulu, tanpa disadari memang suka krentil-krentilan (ngumpulin benda-benda aneh yang suka dianggap gak penting sama suami karena menuhin rumah, padahal ujung-ujungnya dipake juga sama dia buat objek foto :p dan mainan krentilan jaman dulu banyak yang bisa diwariskan ke Kirana).

Beberapa aktifitas Kirana dan Banyu selama Bulan Ramadhan kemarin:

IMG_20140707_125257 PhotoGrid_1406988037614 (1) PhotoGrid_1406987599089 (1)Belajar Rukun Islam – color and shapes recognition 

PhotoGrid_1406988444236Glue and colored rice activities – belajar kalimat “Laa Ilaha illallah”2014-08-03-214618_1600x900_scrotMengenalkan waktu sholat: dengan gambar Iqa sendiri- color recognition and pincer grasp

Kenapa ingin jadi SAHM? Dari sebelum menikah memang sudah bantu Subky ngejalanin clothing line-nya, sempet sih nyobain kantoran bentar tapi makin lama ngerasain makin ngerasa gak cocok kerja kantoran, hehe…Setelah menikah tetep bantuin suami, sampai akhirnya punya anak rawat sendiri dari lahir sampai punya dua anak sekarang ; dan ternyata baru tau dari ibu, bahwa dulu waktu masih kecil banget pernah ditanya cita-cita apa, dan jawabnya “Pengen jadi ibu! Soalnya enak bisa jalan-jalan!” hahaha. (*Chica: salah satu yang bikin saya kagum nih sama Iqa: gak punya ART by choice)2014-08-03-225047_1600x900_scrot IMG_20140706_111329

Lima hal yang paling menyenangkan menjadi seorang Ibu. Melihat tumbuh kembang anak dari mulai lahir. Ada teman dan sahabat baru. Ada hiburan yang bikin ketawa cekikikan. Ada yang ngomong “Masakan Bunda enak!” :p. Ada yang mengucapkan I love you selain suami (hahahaha).

2014-08-03-225110_1600x900_scrot2014-08-03-230625_1600x900_scrot

Sejak kapan mulai DIY dan “main” dengan anak? Sejak anak pertama sebenernya. Tapi dulu lebih banyak worksheet-worksheet gitu, tapi terhenti sejak ngelahirin anak ke-2 (karena penyesuaian siklus hidup baru dengan 2 anak tanpa asisten…*u know lah ya cha….hahaha). Sampai akhirnya anak ke-2 cukup gede dan ditambah banyak liat  ibu-ibu kaya dirimu di Instagram, jadi memunculkan semangat lama lagi..!

Tema bulan Juni adalah tentang “Jungle”, semua kegiatan bulan itu adalah tentang hewan dan aktifitas safari lainnya:

IMG_20140613_112533 (1) “B” for Bear. B untuk Beruang. Letter of the day activity.

IMG_20140606_101407 (1) IMG_20140620_131735 IMG_20140628_115610 (1) IMG_20140611_195751 (1)

Biasanya dapat inspirasi dari mana? Inspirasi banyak dari Pinterest walau gak terlalu memperhatikan lagi link-linknya. *Chica: Pinterest Iqa ini rapih dan dibuat tematik, jadi kalau mau cari crafts atau DIY lebih mudah – ketimbang Pinterest saya yang scattered boardnya.

IMG_20140607_140433 Processed with VSCOcam with m5 preset

Ada tips supaya anak bisa engaged with the activities yang udah kita persiapkan? Ikut jadi kaya anak kecil, dibikin seneng, nyanyi, nari, biasanya sebelum mulai kegiatan kita ada tarian dulu; jadi sebelum mulai bermain, anak-anak sudah semangat dalam berkegiatan dan setelahnya nari-nari, keketawaan, jadi happy bawaannya selama berkegiatan.

2014-08-03-214644_1600x900_scrot

Ada perlengkapan wajib pendukung dalam bermain? Apa aja yang ada di rumah, berhubung diriku penyuka krentil dan nyimpen benda-benda yang gak penting, jadi banyak bahan untuk main dengan anak-anak :)

2014-08-03-230507_1600x900_scrot

Penasaran dengan #Kiranasownproject, kayaknya banyak banget ya.. Hehe, apa aja, dan apakah ide berasal dari Kirana, is she the one who initiate the projects? Iya, kalau yg Kirana’s own project itu emang pure ide dia dan kemauan dia sendiri. Sejak makin terjadwal kegiatan sama anak-anak dan makin banyak ATK yg tersedia, Kirana semakin banyak idenya untuk bikin-bikin project sendiri..(dan kalau lagi kebetulan lagi jam nonton, dia ada acara semacam art and craft, dia bakal pelototin dan nyimak banget sampai gak bisa diganggu). Ada beberapa yang masih butuh bantuan kalau memang harus ada yang dipotong pake cutter atau yang masih agak berbahaya buat dia.

2014-08-03-214652_1600x900_scrot 2014-08-03-230555_1600x900_scrot IMG_20140601_102722 (1)

Selain kegiatan-kegiatan di rumah, apakah keluarga kalian ada kegiatan bersama yang sering dilakukan? Sejauh ini yg baru terlaksana kegiatan bersama paling sebulan sekali ke toko buku buat beli kebutuhan selama sebulan, sekalian merasakan public transportation dan liat dunia luar :D
Thanks for your time Iqa…! Semoga semangat terus menjadi Bunda terbaik bagi Kirana dan Banyu ya…!
PS: Dear moms, if you do like this post and got inspired by Iqa or Stella:  would you mind to spread the positive “Main Yuk” spirit? Kenapa sih saya repot-repot bikin postingan Main Yuk? Jujur saja, ada sedikit kekhawatiran melihat banyak (tidak semua) dari teman dan kenalan yang saya perhatikan, tidak pagi, tidak siang, tidak malam kalau posting foto anaknya pastiii sedang melototin tablet atau gadget lainnya (Yah, walau mungkin sebetulnya main juga kali ya, cuman ga diposting x)). Khawatir kenapa? pertama dari sisi kesehatan mata (sering sambil tidur dan gelap-gelapan), kedua dari kemampuan anaknya dalam menggunakan fine dan large motor skillsnya, ketiga dalam berinteraksi sosial dan kecapakan berbahasa, keempat dalam mengamati benda-benda di sekelilingnya (using his or her senses), dll. Banyak kekhawatirannya, tapi yang utamanya itu. Baiklah, selamat bermain…! :)

#1 Main Yuk: Cerita Daffa

Dibanding social media lainnya, saat ini, bisa dibilang saya paling senang dengan Instagram. Awalnya sih, saya lebih senang follow Instagrammers dari berbagai belahan kota di dunia dan completely stranger ketimbang follow teman atau kenalan. Kenapa? Karena media untuk teman/ kenalan sudah saya khususkan di Facebook dan Path saja; sudah cukup memandangi selfie, track lari, foto anak, update location, dan berbagai masakan restoran kalian :P. Sedangkan Instagram, saya ingin yang sifatnya memang dapat menginspirasi saya berkarya, termotivasi untuk memotret lebih baik, explore tempat baru, memasak lebih variatif, hingga ide bermain dengan anak – makanya tidak semua teman saya follow di Instagram (maafkan ya). Nah, untuk ide bermain dengan anak ini sebetulnya baru 4 bulan terakhir ini saja saya dibuat semangat untuk ikutan berbagi kegiatan Azka dan Khalif (yang saya buat hashtag #Azkhaltivity), karena melihat Ibu-ibu lain memposting hal serupa. Beberapa dari mereka yang akhirnya menjadi teman baik di dunia maya, akan saya interview. Tujuannya agar teman-teman saya, sesama Ibu muda lainnya bisa ikutan semangat untuk ajak main anaknya :)

Screen Shot 2014-07-27 at 1.09.26 AM#CeritaDaffa

Saya sharing ini salah satunya karena mendapat cukup banyak tanggapan positif atas postingan Ayo Bermain! dan foto-foto #Azkhaltivity di Facebook dan Instagram. Beberapa Ibu muda lain yang anaknya masih di bawah 2 tahun juga banyak bertanya tentang kegiatan apa yang bisa dimainkan, perlengkapan bermain apa yang menunjang, beli di mana, dll. Berhubung saya juga suka mati gaya dalam mengajak anak-anak saya bermain, lebih baik saya minta ibu lain untuk berbagi cerita. Semoga bisa menginspirasi para Ibu yang juga mati gaya :D

Untuk postingan pertama ini saya mengundang Ibu Stella Sutjiadi untuk berbagi kisahnya dalam mengajak bermain putri manisnya yang saat ini berusia 26 bulan, bernama: Daffa. Saya sangat suka postingan Stella yang penuh imaginasi, rapih, orisinil, dan fun…fun..fun…!

Tell us about your self: Namaku Stella Sutjiadi. Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara.  Dari kecil aku memang suka sama seni, engga terlalu mendalami sampai gimana gimana sih hehehe..cuma inget sekali kalo dari kecil hobi banget nyanyi nyanyi sendiri, nari, gambar, mewarnai, jait jait sederhana, dan prakarya. Semakin besar, semakin suka sama hal hal yang berbau handmade :) Sampai akhirnya waktu kuliah memutuskan buat ambil jurusan desain (*Chica: Stella kuliah di ITB – tapi gak pernah ketemu yah, hehe)

Screen Shot 2014-07-27 at 1.24.11 AM Screen Shot 2014-07-27 at 1.10.25 AM
Why you decided to be a SAHM, for now, at least Kenapa memutuskan jadi SAHM..hmm..dari mana jawabnya ya..hehehe..Yang pasti dari dulu aku suka sekali sama anak anak. Jauh sebelum menikah, aku selalu bayangin kalau punya anak, aku mau turun langsung ngurus semuanya sendiri, engga pernah sekali pun terlintas buat punya suster untuk khusus mengasuh anak, karena memang aku senang berinteraksi sama anak-anak :). Dulu, sampai sering sekali terlintas pikiran naif buat jadi guru TK hehehehe. Ditambah, waktu magang saat kuliah, ternyata aku menemukan: kerja kantoran bukan passion-ku. Kalo ditanya kenapa? Engga suka aja. Engga suka terikat dengan jam, engga suka terikat dengan ruangan, dan ternyata aku engga menikmati preasure deadline. Jadi, bulat sudah : SAHM! :)) Kebetulan juga tipe profesiku bisa dijalankan dari rumah :)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.20.17 AM
She sorted the rice and the stones. Feeding each stone to every character with the same color. Motorfine exercise while picking those small stones and put the stones into those small holes. And of course learning to be patient with the whole process
Screen Shot 2014-07-27 at 1.07.09 AM
The dancing skeleton: Salt painting (garam + tempel dengan lem + tetes air).  Simple science, fine motor strength (pinch), belajar percampuran warna (merah + kuning = orange) 
Screen Shot 2014-07-27 at 1.18.22 AM Screen Shot 2014-07-27 at 1.19.21 AM Screen Shot 2014-07-27 at 1.09.48 AM
Five most joyous things for being a mother:
1. Buat aku, jadi Ibu bikin aku merasa jadi wanita seutuhnya (lagi lagi terlalu naif ya? hehehe..tapi beneran itu yg aku rasain :)). Dari mulai pengalaman hamil, melahirkan, sampe pengalaman membesarkan Daffa sampai hari ini.
2. Jadi Ibu itu selalu merasa dibutuhkan dan disayang. Buat aku itu super spesial :)
3. Jadi ibu itu selalu merasa bangga. Bangga akan perkembangan anaknya sekecil apapun itu :) Apalagi saat anak dipuji orang lain. Buat aku itu prestasi.
4. Jadi ibu itu, bikin aku belajar banyak hal baik. Terutama belajar untuk jadi lebih sabar lagi setiap harinya.
5. Jadi ibu itu, seperti punya temen baru, sahabat baru. Selalu ada yang siap menemani. semoga begitu seterusnya sampai besar nanti ya Daffa, amin :)
2014-07-30-011146_1600x900_scrot
Sejak kapan mulai “bermain” dengan Daffa? Nah ini pertanyaan yang selalu paling bingung aku jawabnya. Karna menurutku aku main sama Daffa sejak Daffa bayi. Tapi kalau main mainan yg crafty atau DIY, seingetku sekitar Daffa usia 14 atau 15 bulanan itu pertama kali aku borong perlatan craft di salah 1 toko buku deket rumah hehehe. Waktu itu kegiatan pertama kami : Bikin orang-orangan dari telur plastik :D

Screen Shot 2014-07-27 at 1.17.12 AMBermain “Kedai Es” Daffa. Memperkenalkan bentuk, fine motor exercise, follow instruction, play pretend.

Screen Shot 2014-07-27 at 1.17.43 AMUntuk permainan ini, Stella terinspirasi dari App. LEGO favorite Daffa  

Biasanya Stella dapat inspirasi dari mana? Kalau untuk inspirasi, aku banyak sekali dipengaruhi postingan ibu-ibu hebat di instagram :) beberapa diantaranya : @mamapapabubba, @teacherellaa, @creativesitters, @wilburmama, @zakiahrizky, @dianilien, dan Chica sendiri! ;D (*Chica: masih jauh ilmunya, tapi makasih ya Stell! Haha). Selain dari sana, biasanya inspirasinya dateng sendiri saat main sama Daffa, saat baca buku, ataupun saat nonton sama Daffa. Plus Pinterest dan Google tentunya! Aku belum punya Website khusus yang selalu kukunjungi. Aku biasa men-Google kegiatan yang aku cari trus dari sana pilih pilih beberapa yang menarik dan dikembangin sesuai minat dan kebutuhan Daffa saat itu :D
Screen Shot 2014-07-27 at 1.05.38 AM
Let’s help Barney & Bj filled their basket with their fave food! 
Kegiatan bermain #CeritaDaffa sangat seru, karena hampir semuanya DIY… Apa ada waktu khusus untuk mengerjakan permainan-permainannya? Wah..makasi Cha..mudah-mudahan Daffa juga merasa begitu ya! Hehehe..Untuk waktu mengerjakannya, biasanya aku sempetin di saat Daffa tidur. Terutama tidur malam. :)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.10.49 AM
DIY “Mr and Mrs Potato Head” magnet for more fun during bath time
Screen Shot 2014-07-27 at 1.14.12 AM
Tracing exercise
Ada tips bermain dengan anak agar bisa engaged with the activities, especially toddlers seusia Daffa yang masih terbatas attention spannya? Tipsnya cuma: bikin kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan anak saat itu.
Screen Shot 2014-07-27 at 1.15.14 AM
Belajar emotional expressions
Screen Shot 2014-07-27 at 1.13.39 AM
 “Apa sih itu manusia?” atau “apa sih itu hewan?” kata Daffa. Mari coba main pengelompokan ini..!
Selain kegiatan bermain di rumah, apakah keluarga kalian ada kegiatan khusus bersama yang sering dilakukan? Pastinya ada ya :) Cuma so far belum ada yang rutin atau spesial banget. Aku selalu berusaha sekali buat bisa ajak Daffa coba kegiatan baru ataupun tempat baru. Tapi karena keterbatasan waktu Bapaknya, dan Ibunya yang engga bisa nyetir ini (heeuuu…). jadi baru beberapa yang tercapai. Padahal cita-citanya pingin bisa ajak Daffa rutin ke berbagai museum, workshop untuk anak-anak, perpustakaan dan tempat tempat yang ‘berbau’ alam seperti misalnya Kandang Jurank minimal seminggu sekali.
Screen Shot 2014-07-27 at 1.12.39 AM
Go! 😄 pancing telurnya – bawa pake sendok – cemplungin ke gelas sesuai huruf di telurnya
Jadwal harian Daffa (26 bulan) sehari-hari bagaimana (waktu floor time/ nonton/ gadget – dll). Kegiatan Daffa sehari hari aku usahakan selalu ada outdoor-nya. Jadwalnya kurang lebih seperti ini :
- Biasanya pagi hari setelah sarapan kegiatan Daffa outdoor di halaman belakang.
- Setelah mandi pagi (yang selalu kesiangan hehehe) jadwalnya main di dalam rumah sampai jam 11.
- Jam 11 sampai kurang lebih jam 1 : screen time siangnya daffa.
- Jam 1 – 4 jam istirahat siang. Daffa harus ada di dalam kamar, either dia tidur ataupun engga tidur.
- Setelah jam isitrahat siang, Daffa main di dalam rumah, kecuali lagi mau diajak keliling kompleks. Biasanya aku selalu ajak Daffa untuk jalan ke lapangan di deket rumah, cuma entah kenapa sejak 2 tahun Daffa jadi lebih betah beraktifitas di dalam rumah. Beda sekali sama waktu sebelum 2 tahun yang hampir setiap saat minta keluar rumah.
- Jam 8-9 malam screen time lagi
- Jam 9 masuk kamar, persiapan tidur malam.
Kurang lebih jadwalnya seperti itu, tapi dari semua yg ketat cuma jadwal screen time nya, sisanya ngikutin mood daffa aja :)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.07.37 AM
Lets help those dinosaurs from that green slimey ooey goey! 😄 – i’m going to ask her to pick the dinosaurs with the tong, and clean up with the brush + water. At the end, i’ll let her play with the soapy slime.
Screen Shot 2014-07-27 at 1.15.58 AM
Button Exercise
Screen Shot 2014-07-27 at 1.05.15 AM
Five Little Monkeys jumping on the bed…!
Screen Shot 2014-07-27 at 1.04.36 AM
Create something with cardboard is always fun…!
Screen Shot 2014-07-27 at 1.04.17 AM
Rumah rumahan kardus yg terkadang jadi mobil2an raksasa, jadi panggung boneka dadakan, jadi gawang bola kecil, dst. – “Imagination is the beginning of creation. You imagine what you desire, you will what you imagine, and at last, you create what you will” – George Bernard Shaw
Screen Shot 2014-07-27 at 1.03.26 AM
Rocket launcher: ini buat ditiup dan terinspirasi dari buku Barney favorite Daffa…! (Awesomeness!)
Screen Shot 2014-07-27 at 1.06.45 AM
Messy is fun…!
Screen Shot 2014-07-27 at 1.11.39 AM
 The messier the better :) It means that your child is having a tremendous lots of fun while playing.  Here, with ice cubes paint!
Seru banget khan aktifitasnya…! Dan setiap hari selalu ada ide baru, karena setiap hari ada hal baru yang anak kita ingin pelajari. So, keep this in mind: Play is the highest form of research, kata Einstein. And it is your job, as a parent, to create the conducive and safety place where your kids could play, learn, and use their imagination…! Terima kasih banyak Stella sudah menyempatkan diri untuk di-interview di tengah kesibukan menghadapi anak dua tahun (woohoo!)  dan berbagi beberapa kegiatan dengan Daffa..!  Buat yang punya akun Instagram, bisa langsung follow Stella yaa..!

Best Playgrounds in Greater New Bedford

Summertime means playground-hopping with these two…! It’s relatively easy to find playgrounds around New Bedford, in fact, every 1 miles or so, there will be playground – in housing area, school, library, park, or near beach. I want to update our current favorite playground area lately. It’s scattered between New Bedford, Fairhaven, and Dartmouth. Here they are:

LCpl. Matthew Rodriguez Playground

IMG_8906

The playground is aviation-themed and located at the New Bedford Regional Airport was named after Matthew Rodriguez, a marine who died during combat operations in Afghanistan. It’s open to public on May 10 2014, and we went there last week… We had a blast! I always wanted to see the sunset in New Bedford Regional Airport, to see the airplanes takeoff and landing with beautiful summer sky has been one of my “things to do for free list in New Bedford”. So when I read about the launching of this playground, I can’t wait to bring the kids there. It was one perfect evening and best ngabuburit (waiting for Ifthar time during Ramadhan) ever. Papa Ara exclaimed: “Let’s come here again, soon! This is our favorite playground!”.

IMG_8897 IMG_8903

What I love most about this playground: location, of course, it makes it very unique and additional value is how it could impact one child’s dream of becoming a pilot (or any profession related with aviation-themed. An engineer of aircraft, etc). Also, the features of the playground, cleanliness, and relatively not too crowd compare to other playgrounds. Oh, it would be even greater if it has swings though..!
IMG_8931 IMG_8937
IMG_8934IMG_8935IMG_8965
IMG_8971 IMG_8996 IMG_8999LeRoy L. Wood Elementary School

This is located in a new school in Fairhaven. With pirated-themed playground, this one suits Azka very well..! Azka loves to do a dramatic play as a Captain Hook, so it feels like a dream come true to him to keep running and play tag with other kids, pretended to be pirates..!

IMG_8748 IMG_8744 IMG_8732 IMG_8726 IMG_8700 IMG_8693 IMG_8692 IMG_8689 IMG_8685IMG_8771 IMG_8772

Other playgrounds that are our favorite too:

Hazelwood Park, New Bedford

IMG_8299 IMG_8295 IMG_8292 IMG_8290 IMG_8286 IMG_8277And: Southworth Library, Dartmouth  & Wilks Library, New Bedford playground. At some point I couldn’t find the pictures of these places. Have a great summer….!

 

Chocolate Chip Scones with Yogurt

IMG_7712

This is a late post for Father’s Day last June 15th. I gotta say, although sometimes I could be rough to Papa Ara.. And keep on pushing him to do his papa-like duties to the boys (like, do sports, cleaning the car, teach them new dua, surah, Hijaiyah alphabets or anything about Islam, really).. But Papa, in his own way, has been the kids favorite person compare to me. Papa is the one who makes them laugh by playing tag, the one who always sing his heart out with his guitar and piano, the one who’s happily do his morning duty to help preparing breakfast, potty, reading and storytelling before bedtime, and so on. Thank you Papa, we love you and always miss you while you’re in the office…! (hehe).

IMG_7701

That Sunday morning I made a Chocolate Chip Scones – and never had any buttermilk in our fridge, so I substitute with 1/4 cup water mixed with 1/2 cup vanilla bean yogurt (or any yogurt). It tasted great and the texture is what I expect from a scones.

IMG_7682 IMG_7685

 

Recipes from Joy of Baking

Ingredients:

2 cups (260 grams) all purpose flour

1/4 cup (50 grams) granulated white sugar

1 1/4 teaspoonbaking powder

1/4 teaspoonbaking soda

1/4 teaspoon salt

1/2 cup (113 grams) (1 stick) unsalted butter, cold and cut into pieces

1/2 cup (90 grams) milk or semi sweet chocolate chips or chunks

1 teaspoon pure vanilla extract

2/3 – 3/4 cup (160 – 180 ml) buttermilk ( I substitute)

Methods:

Preheat oven to 400 degrees F (200 degrees C) and place rack in middle of oven. Line a baking sheet with parchment paper.

In a large bowl, whisk together the flour, sugar, baking powder, baking soda and salt. Cut the butter into small pieces and blend into the flour mixture with a pastry blender or two knives. (The mixture should look like coarse crumbs.)  Stir in the chocolate chunks (or chips) and dried cherries. In a small measuring cup whisk together the buttermilk and vanilla extract and then add to the flour mixture. Stir just until the dough comes together (add more buttermilk or flour as necessary). Do not over mix the dough.

Transfer to a lightly floured surface and knead dough gently four or five times and then pat the dough into a circle that is about 7 inches (18 cm) round and about 11/2 inches (3.75 cm) thick. Cut this circle in half, then cut each half into 4 pie-shaped wedges (triangles). Place the scones on the baking sheet. Brush the tops of the scones with a little milk.

Bake for about 15 to 20 minutes or until golden brown and a toothpick inserted in the middle comes out clean. Remove from oven and place on a wire rack to cool.

Makes 8 scones.